Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Rahasia Generasi Terbaik

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 April 2025 14:44 2:44 pm
Ahmad
Dipublikasikan 14 April 2025 14:43
Bagikan
440433-12
Bagikan

Generasi muslim sekarang memiliki potensi yang sama dengan generasi salafus shalih menjadi generasi terbaik. Dengan syarat mengamalkan tiga rahasia  

Oleh: Desti Ritdamaya

Hidayatullah.com | SAHABAT adalah orang yang bertemu dengan Rasulullah ﷺ secara langsung, beriman pada risalahnya dan wafat dalam membawa iman.

Tabi’in adalah orang yang tak bertemu secara langsung dengan Rasululllah ﷺ, hanya bertemu dengan Sahabat Rasulullah ﷺ. Mereka berguru pada Sahabat terkait tsaqafah Islam.

Tabi’ut tabi’in adalah orang yang tak bertemu secara langsung dengan Sahabat Rasulullah ﷺ, hanya bertemu dengan tabi’in untuk berguru.

Baca Juga

Hubungan Agama dan Sains
Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
Amerika dan Perang Salib Baru?
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ،

“Sebaik-baik manusia adalah masaku, lalu orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Hadits mulia di atas menjelaskan bahwa ada tiga generasi terbaik yang dilahirkan dari manusia. Yaitu generasi masa Rasulullah ﷺ hidup (Sahabat), generasi yang mengikuti Sahabat (tabi’in) dan generasi yang mengikuti tabi’in (tabi’ut tabi’in).

Tiga generasi –Sahabat, Tabi’in, tabi’ut tabi’in—  disebut salafus shalih. ‘Alim ulana yang menjadi teladan dunia akhirat.

Mereka menampilkan Islam dalam kancah kehidupan. Sehingga tampak kemuliaan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Tampak cahaya Islam sebagai penerang dunia dari kejahiliahan.

Tampak ketinggian Islam sebagai peradaban agung. Dengan wilayah kekuasaan Islam meliputi hampir 2/3 dunia yang menyentuh Asia dan Eropa. Apa rahasia mereka mencapai demikian?

Ya penting mengetahui rahasia generasi terbaik di atas agar generasi sekarang menapaki langkah keimanan yang sama. Agar berpegang pada kebenaran yang sama.

Agar mengarahkan kehidupan dengan tujuan yang sama. Bukan perkara untuk kesuksesan dunia akhirat secara individual saja. Tapi yang lebih utama adalah untuk kemuliaan, keagungan dan ketinggian risalah Islam.

Ada tiga rahasia generasi terbaik. Satu sama lainnya saling berkelindan, tak bisa dipisahkan.

Pertama, mereka memahami akidah Islam secara benar. Dengan mengaktifkan proses berpikir untuk menjawab dari mana manusia berasal, untuk apa manusia hidup di dunia, serta kemana dan apa yang terjadi pada manusia setelah kematian datang.

Mengaitkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan dalil aqli berupa tanda-tanda kekuasaan Allah di langit dan bumi. Serta dalil naqli yang termaktub pada ayat-ayat Al Quran dan hadits mutawatir.

Hal ini menjadikan mereka meyakini Allah tak hanya sebagai al Khaliq (Sang Pencipta) tapi juga al Mudabbir (Sang Pengatur).

Keyakinan ini mengakar kuat dalam akal dan jiwa generasi terbaik. Mereka ikhtiar mukhlis dan muhsin dalam beramal.

Ikhtiar berdzikir mengingat Allah dalam setiap aktifitas kesehariannya. Ikhtiar bertafakur pada keteraturan, kesempurnaan dan tak ada kebatilan dalam ciptaanNya.

Tumbuh kesadaran akan hubungan diri dengan Allah. Bahwa Allah selalu bersamanya, melihatnya dan mendengarnya. Tak berani bermaksiat pada Allah walaupun dalam kesendirian sehingga ketakwaan itu melekat pada diri mereka.

Kedua, mereka menerapkan Islam sebagai solusi kehidupan. Generasi terbaik menjadikan ideologi Islam sebagai oksigen dalam kehidupan.

Maksudnya Islam menjadi panduan dalam berpikir (qaidah fikriyyah) dan beramal (qiyadah fikriyyah). Islam sebagai panduan dalam berpikir melazimkan mereka menjadi pecinta dan penikmat majelis ilmu.

Kedalaman pemahaman tsaqafah Islam nampak dari bermunculan para mujtahid dan pakar yang karyanya mendunia hingga sekarang. 

Islam sebagai panduan dalam beramal melazimkan mereka menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam kehidupan negara.

Nampak pada pelegalan syariat Islam sebagai Undang-Undang (UU) negara. Permasalahan kehidupan baik terkait ibadah maupun muamalah publik, solusinya digali dari sumber-sumber syariat Islam (al-Quran, hadits, ijma’ sahabat dan qiyas).

Mereka menafikkan solusi permasalahan kehidupan dari luar syari’at Islam yang batil dan mencederai keimanan.  Sehingga syari’at Islam terinternalisasi dalam kata dan perbuatan mereka.

Ketiga, mereka mengemban dakwah Islam. Generasi terbaik memahami tak cukup shalih, tapi ada kewajiban dan tanggung jawab di pundak menjadi muslih. Maksudnya menggerakkan diri dalam kerja dakwah Islam (amar ma’ruf wa nahi munkar).

Misalnya, Sahabat Abu Bakar saat masuk Islam sudah menyadari bahwa dakwah Islam bukan hanya tugas Rasulullah ﷺ. Abu Bakar turut aktif menyampaikan Islam kepada kerabat, Sahabat dan masyarakat.

Melalui tangan Abu Bakar as Siddiq ra, masuk Islam banyak Sahabat yang harum namanya, seperti Ustman bin Affan ra, Abdurrahman bin Auf ra, Zubair bin Awwam ra dan sebagainya.

Tak hanya itu melalui tangan Khabab bin Art ra masuk Islam Umar bin Khattab ra. Melalui tangan Mush’ab bin Umair ra masuk Islam mayoritas penduduk Madinah. Hal yang sama juga dilakukan generasi tabi’in dan tabi’ut tabi’in.

Generasi terbaik terjun aktif dalam melakukan futuhat (pembebasan negeri untuk dakwah) yang dilakukan oleh negara Islam. Mereka bahkan rela meninggalkan negeri tercinta untuk berbakti dalam dakwah Islam pada penduduk negeri yang difutuhat.

Mereka melakukannya dengan keikhlasan mengharap ridha Allah dan balasan pahala dari Nya. Bukan iming-iming kenikmatan dunia yang fana.

Dapatkah generasi muslim sekarang yang hidup di akhir zaman menjadi seperti mereka? Sampai sekarang akidah dan syari’at Islam masih terjaga.

Artinya generasi muslim sekarang memiliki potensi yang sama dengan generasi salafus shalih. Dengan syarat mengamalkan tiga rahasia di atas.

Hanya dengan syarat inilah generasi muslim sekarang dapat membuat Rasulullah takjub perihal keimanannya. Sehingga layak menjadi saudara-saudara yang dirindukan oleh Rasulullah ﷺ yang membuat ‘cemburu’ para Sahabat.

وَدِدْتُ أَنِّى لَقِيتُ إِخْوَانِى. قَالَ فَقَالَ أَصْحَابُ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَوَلَيْسَ نَحْنُ إِخْوَانَكَ قَالَ : أَنْتُمْ أَصْحَابِى وَلَكِنْ إِخْوَانِى الَّذِينَ آمَنُوا بِى وَلَمْ يَرَوْنِى.

“Aku rindu ingin sekali berjumpa dengan saudara-saudaraku, para Sahabat nabi radliyallahu ‘anhum berkata: “Bukankah kami saudara-saudaramu? Beliau menjawab: “Kalian adalah para sahabatku. Saudara-saudaraku adalah orang-orang yang beriman kepadaku walaupun mereka belum pernah berjumpa denganku.” (HR. Imam Ahmad). Wallahu a’lam bish-shawabi.*

Praktisi pendidikan

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:generasi Muslimgenerasi terbaikHeadlineSahabatsalafus shalihtabi'intabi'ut tabi'in
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hidayatullah:  MUI Perlu Silaturrahim dengan Panglima dan Gubernur Lemhanas untuk Gaza
Tulisan selanjutnya PBNU Minta Semua Tahan Diri Dugaan ‘Penghinaan’ Penghinaan Guru Tua oleh Fuad Plered  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

Berita
9 Juli 2026 19:00
Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
Amerika Serikat Longgarkan Ekspor Item Militer, Chip AI dan Satelit Komersial ke UEA
PUI Dukung Perpres 111/2025 Soal LGBT, Ketahanan Keluarga Penting bagi Pertahanan Nasional
UNESCO Mengakui Dondang Sayang hingga Silat sebagai Warisan Budaya Malaysia

Terbaru

  • Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
  • PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
  • Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
  • Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump
  • Aparat Pakistan Bunuh 75 Pemberontak Menyusul Serangan Beruntun di Balochistan
  • Rusia Kirim Kembali Pekerjanya ke Pembangkit Nuklir Bushehr Iran
  • Anggota Uni Eropa Bahas Larangan Impor Produk Pemukiman Yahudi Israel
  • Amerika Serikat Longgarkan Ekspor Item Militer, Chip AI dan Satelit Komersial ke UEA
  • Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Opini

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

25 Juni 2026 17:06
Artikel

Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

16 Juni 2026 16:34
Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

3 Juni 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?