Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Mengenal Senjata Penembak Jitu Pejuang Palestina dan Al-Qassam di Gaza

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Juni 2025 14:16 2:16 pm
Ahmad
Dipublikasikan 25 Juni 2025 14:30
Bagikan
Bagikan

Senapan runduk Al-Ghoul buatan lokcal, M-99 asal Tiongkok dan SV-99 buatan Rusia tetap jadi senjata andalan penembak jitu pejuang Palestina menghadang pasukan penjajah “Israel’ di Gaza

#Palestine / #Israel 🇵🇸🇮🇱: "Al-Qassam Brigades" (#HAMAS) Snipers have struck #IDF soldiers in Khan Yunis, #Gaza Strip.

Fighters used #Iran-made 🇮🇷 AM-50 "Sayyad" Anti-Materiel Sniper Rifle with 12.7x99mm API (.50 Armour-Piercing Incendiary) bullets. pic.twitter.com/ivWTxOYB8i

— War Noir (@war_noir) June 24, 2025

Hidayatullah.com | PENEMBAK JITU telah menjadi salah satu senjata paling mematikan yang digunakan oleh faksi-faksi pejuang Palestina dalam menghadapi invasi militer “Israel’ ke Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Berbagai cuplikan video memperlihatkan para penembak jitu Palestina yang melakukan penyergapan terhadap tentara penjajah “Israel’, memperkuat kesan bahwa kemampuan tempur taktis elompok-kelompok ini terus berkembang.

Salah satu senjata utama dalam operasi penembakan jarak jauh tersebut adalah senapan runduk “Al-Ghoul”, senjata buatan lokal yang dikembangkan oleh Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas.

Penembak Jitu Al-Qassam

Menurut situs militer Army Recognition, “Al-Ghoul” merupakan hasil modifikasi dari senapan Iran “AM-50 Sayyad”, yang sendiri mengadopsi desain dari senapan runduk “HS-50” buatan Austria.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Berbeda dari pendahulunya yang menggunakan peluru kaliber 12,7 x 99 mm, versi Palestina ini mengadopsi peluru 14,5 mm, menjadikannya lebih kuat dalam penetrasi terhadap kendaraan lapis baja ringan maupun target tak berpelindung.

Dengan panjang sekitar 1,5 meter dan jangkauan efektif hingga 1.500 meter, “Al-Ghoul” menjadi simbol inovasi militer dalam kondisi blokade total.

Selain “Al-Ghoul”, senapan runduk asal Tiongkok “M-99” juga terlihat dalam dokumentasi video sejumlah operasi di Gaza. Senapan ini menggunakan peluru kaliber 12,7 x 108 mm dan dirancang untuk menembus kendaraan lapis baja ringan dalam jangkauan efektif.

Situs Military Factory menyebutkan bahwa “M-99” memiliki desain ergonomis dan akurasi tinggi, menjadikannya cocok untuk pertempuran jarak jauh.

Pengamat militer menduga senjata-senjata seperti “M-99” masuk ke Gaza melalui jalur penyelundupan kompleks yang melibatkan jaringan logistik regional, termasuk terowongan bawah tanah, perairan, dan dukungan dari sekutu eksternal seperti Iran.

“M-99 Jiujiang” merupakan anti-materiel 12,7 mm, dan proyektilnya dapat menembus kendaraan lapis baja dan tank. Dengan 1,5 meter panjang, berat 12 kilogram, dapat menampung 5 peluru

Meski sulit diverifikasi secara independen, aliran senjata berat ke Gaza menunjukkan tantangan serius bagi sistem blokade militer penjajah “Israel’.

Dalam beberapa operasi, senapan-senapan runduk ini terbukti efektif melumpuhkan perwira dan pasukan “Israel’ di medan pertempuran.

Laporan dari medan menyebutkan bahwa tak sedikit operasi infanteri “Israel’ yang terganggu akibat ancaman penembak jitu, terutama di kawasan padat seperti Gaza Utara dan Khan Younis.

Selain itu, sejumlah sumber juga menyebutkan kemungkinan penggunaan senapan senyap “SV-99” buatan Rusia oleh kelompok pejuang Palestina.

Senjata ringan ini menggunakan peluru 22 LR dan dilengkapi peredam suara bawaan, menjadikannya ideal untuk operasi khusus jarak dekat di area urban. Meski tidak sekuat senapan kaliber besar, “SV-99” memiliki keunggulan dalam operasi infiltrasi dan eliminasi diam-diam.

Sejak awal genosida penjajah “Israel’ 7 Oktober 2023, korban jiwa dari pihak Palestina yang gugur melebihi 50.000 orang, dengan lebih dari 80.000 lainnya luka-luka.

Di pihak penjajah, tercatat lebih dari 3.600 korban dari kalangan tentara dan perwira, di luar 1.200 warga yang tewas dalam serangan awal faksi Palestina ke wilayah permukiman “Israel’ pada Oktober 2023.

Kemunculan senapan-senapan runduk canggih di tangan kelompok pejuang menandai babak baru dalam peperangan asimetris di Gaza.

Keberhasilan mereka dalam memproduksi dan mengoperasikan senjata semacam “Al-Ghoul”, serta memperoleh senapan seperti “M-99” dan “SV-99”, memperlihatkan bahwa medan tempur Gaza bukan hanya soal jumlah pasukan, tetapi juga efektivitas dan kecanggihan taktik serta persenjataan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-GhoulAl-QassamgazaHeadlineisraelM-99palestinapenembak jituPilihan RedaksiSenapan rundukSniperSV-99
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Antusias, 15.000 Pramuka Negara OKI Siap Hadiri Jambore Dunia
Tulisan selanjutnya Kritikan Pedas Mahathir: Negara Islam Kaya, tapi Tunduk pada AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?