Hidayatullah.com – Seorang pemukim ilegal ‘Israel’ membunuh aktivis Palestina Odeh Muhammad Hadalin di desa dekat Hebron, Tepi Barat yang terjajah.
“Hadalin ditembak mati oleh para pemukim … selama serangan mereka di desa Umm al-Khair di Masafer Yatta,” kata Kementerian Pendidikan Otoritas Palestina pada Senin malam.
Sehari-hari bekerja sebagai guru, Hadalin dikenal karena aktif terlibat dalam film pemenang Oscar, No Other Land, yang mendokumentasikan serangan pemukim ilegal dan tentara ‘Israel’ terhadap komunitas Palestina di Masafer Yatta.
Pembunuhan Hadalin juga dikonfirmasi oleh dua sutradara No Other Land, jurnalis Israel Yuval Abraham dan jurnalis Palestina Basel Adra.
“Sahabatku tersayang, Awdah, dibunuh malam ini,” tulis Adra di media sosial. “Dia sedang berdiri di depan balai desanya ketika seorang pemukim menembakkan peluru yang menembus dadanya dan merenggut nyawanya,” ujarnya.
Abraham juga mengunggah video pembunuhan Hadalin dan mengatakan bahwa “warga mengidentifikasi Yinon Levi, yang dikenai sanksi oleh Uni Eropa dan AS, sebagai pelaku penembakan”.
“Ini dia di video yang menembak seperti orang gila,” kata Abraham.
Kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan bahwa seorang warga Palestina kedua terluka dalam serangan tersebut setelah dipukuli oleh seorang pemukim. Ia dibawa ke rumah sakit dengan ambulans, tambah Wafa.
Hadalin berasal dari Masafer Yatta, serangkaian dusun Palestina yang terletak di perbukitan selatan Hebron, tempat penduduknya telah berjuang selama beberapa dekade untuk tetap tinggal di rumah mereka setelah ‘Israel’ menyatakan daerah tersebut sebagai zona “tembak” atau pelatihan militer.
Upaya mereka untuk mencegah pasukan ‘Israel’ menghancurkan rumah mereka menjadi subjek film No Other Land, yang memenangkan penghargaan dokumenter terbaik di Oscar pada bulan Maret.
Tentara dan pemukim ‘Israel’ telah membunuh lebih dari 1.000 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada Oktober 2023. Lebih dari 30 warga ‘Israel’, termasuk warga sipil dan tentara, telah tewas di Tepi Barat yang diduduki selama periode yang sama.*




