Hidayatullah.com – Pasukan penjajah ‘Israel’ membunuh 118 warga Palestina selama empat hari terakhir dengan serangannya di Gaza, mengabaikan perintah Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan pemboman.
“Israel melanjutkan agresi mereka terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza, mengabaikan seruan gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump dan respon positif terhadap usulannya,” kata Kantor Media Pemerintah di Gaza.
Sejak Sabtu (04/10/2025) hingga Selasa (07/10/2025), Israel melancarkan lebih dari 230 serangan udara dan artileri yang menyasar warga sipil dan pengungsian yang padat penduduk di seluruh Gaza.
Di antara 118 warga sipil yang syahid dalam serangan tersebut terdapat perempuan dan anak-anak, dengan 72 korban jiwa dilaporkan di Kota Gaza saja, imbuh pernyataan tersebut.
Pemerintah Palestina di Gaza mendesak AS dan masyarakat internasional untuk “mengambil tindakan serius, efektif, dan mendesak untuk menghentikan agresi dan mewujudkan gencatan senjata yang sesungguhnya.”
Perlu diketahui, Trump pada Sabtu mendesak Israel untuk segera menghentikan pembomannya di Gaza usai usulannya mendapat tanggapan positif dari faksi perlawanan Palestina.
‘Israel’ dan Hamas melanjutkan negosiasi tidak langsung pada hari Senin di kota resor Laut Merah, Sharm el-Sheikh, yang dimediasi oleh Mesir dan Qatar.
Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty mengatakan sebelumnya pada hari Selasa bahwa perundingan tersebut bertujuan untuk menciptakan kondisi bagi pertukaran sandera-tahanan dan masuknya bantuan kemanusiaan tanpa batas ke Gaza. Ia menambahkan bahwa mereka juga berupaya menyepakati peta penempatan kembali pasukan ‘Israel’ sebagai langkah awal penarikan pasukan dari wilayah tersebut.
Sejak Oktober 2023, pemboman ‘Israel’ telah membunuh lebih dari 67.100 warga Palestina di wilayah kantong tersebut, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan membuatnya tidak layak huni.*




