Hidayatullah.com – Serangan udara ‘Israel’ telah membunuh 91 warga Palestina di Jalur Gaza sejak Selasa malam, termasuk 24 anak-anak. Pembantaian tersebut menjadi kesekian kalinya penjajah ‘Israel’ melanggar perjanjian yang mereka sepakati.
Para pejabat medis di Gaza mengatakan pada hari Rabu bahwa 28 orang lagi syahid ketika jet tempur ‘Israel’ membombardir rumah, kendaraan, dan tenda-tenda yang menampung warga sipil, serta sebuah rumah sakit yang terletak di dalam zona yang disebut “garis kuning”.
Tidak seperti ‘Israel’, kelompok perlawanan Palestina Hamas menegaskan komitmennya terhadap gencatan senjata yang disepakati. Kesepakatan yang dimediasi oleh AS, Turki dan Qatar itu telah berlaku sejak 10 Oktober.
Perjanjian ini bertujuan untuk menstabilkan wilayah kantong tersebut, membangun kembali wilayah yang dilanda perang, dan membangun kerangka pemerintahan baru tanpa kendali langsung Hamas.
Perintah dari Netanyahu
Meskipun ada gencatan senjata, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan “serangan dahsyat” terhadap Gaza menyusul laporan tewasnya seorang tentara ‘Israel’.
Presiden Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa gencatan senjata “tidak terancam,” meskipun serangan penjajah Israel terus berlanjut.
Menurut otoritas Palestina, perang genosida ‘Israel’ di Gaza telah menewaskan lebih dari 68.500 orang dan melukai lebih dari 170.000 orang sejak Oktober 2023.*




