Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Pengakuan Militer: Mayoritas Sandera ‘Israel’ Tewas oleh Tembakan Pasukan Sendiri

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 10 Desember 2025 17:03 5:03 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 10 Desember 2025 18:00
Bagikan
Muslimah ditembak Mati
Bagikan

Hidayatullah.com – Sebagian besar sandera ‘Israel’ yang ditawan kelompok perlawanan Palestina di Gaza tewas akibat serangan penjajah sendiri, kata seorang mantan komandan militer.

“Tembakan Israel menewaskan sebagian besar sandera (tawanan) di Jabalia karena kesalahan intelijen,” kata Nitzan Alon, mantan negosiator Israel, kepada Yedioth Ahronoth pada Rabu (10/12/2025).

Alon mengatakan banyak sandera, yang tiba di Gaza dalam keadaan hidup, tewas dalam serangan ‘Israel’ yang menargetkan bangunan tempat mereka ditahan.

Ia mengatakan bahwa tiga sandera tewas dalam serangan ‘Israel’ pada Desember 2023 karena “asumsi yang salah di lapangan,” tanpa menjelaskan maksud pernyataan tersebut.

“Ketakutan yang disebabkan oleh serangan udara kami berulang kali disebutkan dalam kesaksian para sandera,” tambahnya.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, berulang kali menyiarkan klip video menampilkan para sandera ‘Israel’ yang meminta pemerintah Benjamin Netanyahu untuk menghentikan serangan yang membahayakan nyawa mereka. Tetapi ‘Israel’ terus mengabaikan permintaan tersebut dan melanjutkan perang selama dua tahun.

Alon juga menanggapi aksi demonstrasi dan protes yang dilakukan oleh keluarga sandera ‘Israel’. Menurutnya “dampak protes tersebut terhadap negosiasi jauh lebih kecil daripada yang diklaim banyak orang.”

Kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku di Gaza pada 10 Oktober di bawah rencana 20 poin Presiden AS Donald Trump, menghentikan serangan ‘Israel’ selama dua tahun yang telah membunuh lebih dari 70.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai hampir 171.000 lainnya sejak Oktober 2023.

Tahap pertama kesepakatan tersebut mencakup pembebasan sandera Israel sebagai imbalan atas tahanan Palestina. Rencana tersebut juga membayangkan pembangunan kembali Gaza dan pembentukan mekanisme pemerintahan baru tanpa Hamas.

Pemerintah zionis mengaitkan dimulainya negosiasi untuk meluncurkan fase kedua perjanjian gencatan senjata dengan penerimaan jenazah semua sandera mereka. Penjajah ‘Israel’ mengklaim bahwa jenazah seorang sandera masih berada di Gaza, sementara Hamas mengatakan telah menyerahkan semua 20 sandera Israel yang masih hidup dan jenazah semua 28 sandera yang tewas.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gencatan senjatagenosida GazaHannibal Directivepalestinasandera Israeltentara Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Darurat Banjir Tukka, Tiga Pekan Tak Kunjung Surut Akibat Sungai Pindah Jalur ke Pemukiman Warga
Tulisan selanjutnya Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati Orang Bersenjata

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?