Hidayatullah.com– Pihak berwenang Nigeria menangguhkan semua perjalanan ziarah keagamaan Kristen ke Israel dan Tepi Barat dengan alasan risiko keamanan di kawasan Timur Tengah saat ini.
Keputusan itu diumumkan oleh Nigerian Christian Pilgrim Commission (NCPC), badan nasional yang bertugas mengkoordinasikan perjalanan ziarah keagamaan Kristen, lapor BBC hari Rabu (4/3/2026).
Dalam sebuah pernyataan, komisi itu mengatakan kebijakan itu perlu diambil demi keselamatan dan kenyamanan para peziarah dari Nigeria.Menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel atas Iran, yang membunuh pemimpin tertinggi Syiah Iran Ayatullah Ali Khamenei, Teheran melancarkan serangan balasan atas Israel dan sejumlah target di negara-negara sekutu AS di kawasan Teluk.
Banyak penerbangan ke Timur Tengah dibatalkan, sementara sejumlah negara di kawasan itu menutup wilayah udara mereka sehingga banyak penumpang terlantar.
Pendeta John Hayab dari Christian Association of Nigeria mengatakan kepada BBC bahwa semua peziarah asal Nigeria di Israel dan Tepi Barat – sekitar 600 orang – sudah dievakuasi ke Yordania dan kembali ke Nigeria sejak konflik pecah pada hari Sabtu (28/2/2026).
Setiap tahun ribuan peziarah Kristen Nigeria mengunjungi situs-situs keagamaan Kristen di kota Yerusalem (Al-Quds), Betlehem dan Nazareth. Perjalanan itu, yang sering disubsidi atau dikoordinasikan oleh pemerintah negara bagian, merupakan bagian penting dari kalender keagamaan Nigeria.
Nigeria, negara dengan jumlah penduduk terbanyak di Afrika, sebagian besar warganya merupakan penganut Kristen yang kebanyakan bermukim di bagian selatan. Banyak di antara mereka menabung bertahun-tahun untuk dapat melakukan perjalanan ziarah keagamaan itu.
Paskah merupakan salah satu waktu populer di kalangan umat Kristen untuk melakukan perjalanan ziarah keagamaan ke Israel dan Tepi Barat.
Sementara itu warga Muslim Nigeria yang akan melakukan umrah juga mengalami pembatalan penerbangan.
Alhaji Zaharaddeen Abubakar merupakan salah satu jamaah umrah yang terlantar di kota Kano di bagian utara Nigeria setelah membeli tiket pesawat dan memesan akomodasi di Makkah.
“Saya berharap bisa berangkat ke sana tetapi sekarang tidak bisa. Saya masih berharap,” katanya kepada BBC Hausa.
Alhaji Musa Rabi’u Muhammed, pimpinan agen perjalanan umrah Murna di negara bagian Kano mengatakan kepada BBC, “Sejumlah jamaah kami sudah naik ke pesawat yang siap untuk terbang, tetapi mereka terpaksa diturunkan, dan sekarang mereka sudah pulang ke rumah.”*




