Hidayatullah.com– Usaha bersama antara QatarEnergy and Exxon Mobil Corp sudah mulai menghasilkan gas alam cair (LNG) dari sebuah fasilitas mereka di Texas, Amerika Serikat.
Pengiriman dari fasilitasnya yang terletak di Sabine Pass, Texas, itu akan menjadi yang perdana bagi Golden Pass LNG, kata QatarEnergy dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Senin (30/3/2026) seperti dilansir Reuters. Ekspor ke seluruh dunia dari proyek berkemampuan 18 juta ton per tahun itu sekarang diharapkan akan dimulai pada kuartal kedua tahun ini.
Golden Pass, sebuah terminal dekat perbatasan negara bagian Texas-Louisiana, dipandang sebagai sumber penting pasokan LNG setelah serangan Iran merusak fasilitas raksasa Ras Laffan milik Qatar yang berada di sekitar Teluk Persia.
Para pelaku pasar sekarang memantau dengan cermat proyek itu, yang merupakan salah satu dari segelintir fasilitas ekspor gas di kawasan US Gulf Coast yang nyaris rampung pembangunannya.
Sekitar 20 persen pasokan LNG dunia terganggu karena harus melewati Selat Hormuz yang saat ini diblokir oleh Iran. Sebagian besar dari LNG itu ditujukan untuk pembeli di kawasan Asia, di mana harga bahan bakar melonjak hingga sekitar 90 persen sejak awal perang yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel atas Iran.
Exxon dalam sebuah pernyataan yang dirilis haris Senin mengatakan bahwa ekspor dari Golden Pass kemungkinan besar akan dimulai pada kuartal kedua tahun ini. Keputusan akhir tentang investasi proyek itu — yang merupakan kemitraan antara QatarEnergy dan Exxon dengan pembagian hasil 70 persen-30 persen — diumumkan pada 2019.
“Golden Pass LNG akan memperkuat produksi energi AS dan mengukuhkan peran negara itu sebagai salah satu pemasok andalan ke pasar global, meningkatkan kealaman engeri dan membantu memenuhi permintaan dunia,” kata Exxon dalam pernyataan itu.
Amerika Serikat saat ini sudah menjadi eksportir terbesar LNG dunia, menghasilkan lebih dari 115 juta metrik ton dalam setahun pada 2025, menurut data yang dikumpulkan Bloomberg.*




