Hidayatullah.com – Ujar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Ia menegaskan bahwa fungsi masjid perlu terus diperluas sebagai pusat pemberdayaan umat agar semakin bermanfaat bagi kehidupan sosial, kemanusiaan hingga pembangunan bangsa.
“Bukan umat yang memberdayakan masjid. Tapi masjid yang memberdayakan umat,” kata Nasaruddin Umar dikutip Antara pada Senin (03/07/2026).
Nasaruddin menilai transformasi fungsi masjid di Indonesia telah berjalan. Salah satu contohnya banyak masjid yang sudah dimanfaatkan sebagai posko pelayanan umat selama liburan atau mudik.
Menag juga menyebut Rasulullah SAW telah mencontohkan bagaimana masjid menjadi pusat penyelenggaraan berbagai urusan umat, termasuk pemerintahan.
Karena itu, menurutnya imam masjid dituntut untuk berperan semakin strategis. Ia mengharapkan imam tidak hanya memimpin ibadah, namun juga mampu menggerakkan fungsi sosial masjid.
“Kita lihat masjidnya Rasulullah berfungsi sebagai sekretariat negara. Semua persoalan-persoalan pemerintahan diselesaikan di masjid. Jadi masjid itu adalah rumah besar untuk kemanusiaan,” imbuhnya.
Semangat itulah yang menjadi salah satu latar belakang diselenggarakannya International Grands Imam Conference (IGIC) 2026 yang akan dihadiri para imam dari berbagai negara pada September 2026.
Rencananya konferensi internasional itu akan menghadirkan 400 imam besar dari berbagai negara sebagai wadah memperkuat silaturahmi dan pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan masjid.
“Dan akan hadir sekitar 400 imam-imam besar dunia, termasuk kita usahakan Insya Allah, Syekh Sudais akan datang, kemudian juga imam besar yang lain termasuk Grand Syekh Al-Azhar kita juga undang. Dari Amerika, dari Eropa, dari Jepang, Korea, semua imam-imam besar pada negara-negara terutama negara besar itu akan datang secara simbolik di Indonesia,” jelas Nasaruddin Umar.*




