Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Aktivitas Misionaris Seperti Fenomena “Sales Kejar Target”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 November 2014 11:51 11:51 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 November 2014 11:51
Bagikan
Kegiatan misionaris di Ciketing yang dilakukan terhadap warga Muslim
Bagikan

SEMINGGU ini sedang ramai soal video “Kristenisasi” di Car Free Day, [Baca: Heboh “Video Kristenisasi”: “Kenapa Ibu Pakai Kerudung Disuruh Percaya Tuhan Yesus?”] Kalau menurut saya sih tidak usah marah-marah, dan harus menaggapi dengan kepala dingin.

Sebenarnya akan sangat menarik kalau investigasinya lebih dipertajam dengan mewawancarai pihak-pihak yang terlibat. Mungkin sedikit ringkasan dari buku yang mereka terbitkan, “Transformasi Indonesia” bisa menjelaskan bagaimana mindset para ‘sales Tuhan’ ini. (Maaf saya menggunakan istilah sales).

Para sales ini biasanya dari kelompok kharismatik, yang warnanya berbeda dengan kelompok Kristen tradisional yang sepertinya sudah mulai belajar bagaimana hidup berdampingan secara sopan dengan umat beragama lain, setelah pertikaian panjang sejak awal Orde Baru sampai tahun 1990-an.

Saya ingat sebuat tulisan berjudul, “Jangan Tunda, Ladang Sudah Menguning, “ sebuah judul artikel di Tabloid Reformata edisi pertama, ditulis oleh Pendeta Bygman Sirait, Gembala Sidang Gereja Presbyterian Indonesia (GPI).

Menguning di sini bukan dalam pengertian menjadi Golkar, tapi merupakan padi yang siap dituai. Sebab dalam pandangan, sebagain kaum Kristen Evangelis (yang agresif dalam melakukan Kristenisasi), diyakini bahwa tahun 2005 adalah tahun tunaian, dan akan disempurnakan pada tahun 2020, yang dikenal sebagai penggenapan amanat agung.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Amanat Agung adalah salah satu ayat dalam Bible yang menjelaskan salah satu kewajiban utama orang Kristen untuk melakukan pewartaan Bible kepada masyarakat non Kristen, yakni Matius 28 : 18-20.

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20)

Dengan menjadikan tahun 2020 sebagai tahun penggenapan amanat agung, maka di tahun tersebut, Kristen seharusnya sudah harus menjadi mayoritas di negeri ini. Sebab kekristenan negeri yang bernama Indonesia ini, konon sudah dijanjikan dalam Al Kitab (baca Bible), sebagaimana tercantum dalam nubuatan Yesaya 60 : 7-9

Ada pun Nubuatan Yesaya tersebut adalah sebagai berikut :

1. Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu. Semuanya akan dipersembahkan di mezbah-Ku dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku

2. Siapakah mereka ini yang melayang-layangseperti awan….

3. Sungguh, Akulah yang dinanti-nantikan pulau-pulau yang jauh, kapal-kapal Tarsis berlayar di depan untuk membawa anak-anakmu laki-laki dari jauh, perak dan emasnya dibawa serta untuk nama Tuhan, Allahmu.

Tafsir dari nubuatan Yesaya tersebut, menurut Pdt. Ir. Rachmat T. Manullang dalam buku “Transformasi Indonesia” adalah :

1. Negeri keturunan Nebayot dan Kedar (keduanya adalah keturunan Ismail, moyang bangsa Arab, maksudnya ummat Islam-pen) adalah Indonesia karena keturunan Ismail secara rohani terbesar di dunia (dalam hal ini umat Islam, pen) ada di negeri ini.

2. Negeri tersebut memiliki banyak pulau. Sebagaimana Indonesia memiliki 17.000 pulau lebih.

3. Indonesia termasuk negeri yang jauh dari Yerusalem.

4. Negeri tersebut berlimpah emas dan perak, sedang Indonesia merupakan negeri yang sangat kaya.

Jadi kalau kemudian pintu-pintu keluarga Muslim didatangi para misionaris, seperti yang terjadi pada salah satu keluarga pak Amien Rais, atau fenomena di Car Free Day, atau mungkin Anda suatu saat diberi orang Majalah Kristen, bahkan seperti yang pernah dialami teman saya, saat dibagi brosur “Kesaksian Kristen” di perempatan jalan, sebenarnya fenomenanya mirip orang jualan obat pelangsing.

Maka yang pertama-tama ingin saya sampaikan, sedikit maklumlah, karena mereka adalah “sales” yang sedang dikejar target.

Santai sajalah, syukur-syukur kalau sebagai Muslim kita bisa menjelaskan mengapa Muslim berbeda dengan mereka. Justru yang terbaik adalah, ajaklah orang yang menyebarkan brosur itu ngopi, bukakan Al-Qur’an, dan jelaskan tentang isi ketauhidan.

Kalau perlu ditanya balik, di mana alamat rumahnya, kemudian kita datangi dan kita bawakan buku-buku tentang kritik Islam atas Ketuhanan Yesus.

Jadi tidak perlu marah atau demonstrasi, tapi berbuatlah sesuatu, datangi dan dakwahi mereka, Insya Allah akan lebih menyelesaikan masalah.*

Penulis
Arif Wibowo-Solo

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-QurankristenisasimisionarisMuslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dr. Volker Enders: Awalnya Merasa Gila Dengar Adzan Tiap Hari
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah Kecam Teror Terhadap Amien Rais

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Serikat Longgarkan Ekspor Item Militer, Chip AI dan Satelit Komersial ke UEA

Berita
11 Juli 2026 09:55
Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
Bakomubin Tolak Normalisasi dan Legalisasi LGBT di Indonesia
Vatikan Pecat Kelompok Katolik Tradisional SSPX karena Menentang Paus

Terbaru

  • Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
  • PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
  • Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
  • Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump
  • Aparat Pakistan Bunuh 75 Pemberontak Menyusul Serangan Beruntun di Balochistan
  • Rusia Kirim Kembali Pekerjanya ke Pembangkit Nuklir Bushehr Iran
  • Anggota Uni Eropa Bahas Larangan Impor Produk Pemukiman Yahudi Israel
  • Amerika Serikat Longgarkan Ekspor Item Militer, Chip AI dan Satelit Komersial ke UEA
  • Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?