Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gereja di Georgia AS Tempelkan Pesan ‘Santa Adalah Setan’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Desember 2014 12:41 12:41 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Desember 2014 12:41
Bagikan
Sebuah tulisan peringatan 'Santa itu setan', dipasang di Gereja Baptis Harlem
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah media milik gereja The Christian Post hari Senin (15/12/2014), menempelkan pesan pada papan tanda gereja berbunyi “Santa adalah Setan” untuk menyambut Natal 2014.

Pesan berbunyi “Santa adalah Setan” yang ditempel pada awal bulan ini dan bertujuan untuk merespon budaya ketertarikan pada Santa Klaus (Sinterklas) itu telah menimbulkan kontroversi di tingkat lokal dan nasional.

Edward Carothers, seorang pastor kepada The Christian Post mengatakan bahwa keputusan untuk menempel pesan itu datang dari para jemaatnya.

“Gereja kami memutuskan untuk menempel pesan itu setelah dibebani oleh tuhan palsu yang mengambil alih Natal,” kata Carothers.

“Kami sebagai orang yang beriman yang terlahir kembali menurut tradisi memperingati 25 Desember untuk merayakan kelahiran Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus. Selama beberapa tahun ini saya melihat semakin berkurang adegan-adegan kelahiran Tuhan tapi sebaliknya justru lebih banyak tentang Santa.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Carothers juga mengatakan kepada The Christian Post bahwa ia yakin bahwa ketertarikan warga Amerika kepada Santa Klaus adalah sama saja dengan penyembahan kepada berhala.

“Tampaknya dari distrik-distrik dan kota-kota di AS mengklaim pemisahan antara gereja dan negara tidak memiliki masalah sama sekali dengan Santa, tetapi itu memiliki masalah besar dengan Yesus – itulah alasan memperingati Natal tahun ini,” lanjut Carothers.

Carothers mengutip sebuah karya James L. Melton yang terbit tahun 1996 berjudul “Santa Klaus dan Justifikasi Setan”, yang menyatakan bahwa, dengan memiliki beberapa karakteristik yang mirip dengan Yesus Kristus, Santa sedang dibuat oleh budaya sekuler sebagai tuhan untuk disembah.

“Kawan, jangan memuliakan setan dengan memberikan kemuliaan dan atribut milik Yesus Kristus kepada Santa Klaus! Santa adalah Tuhan Palsu,” tulis Melton.

“… Anda memuliakan setan ketika Anda mengajari anak-anak Anda untuk percaya pada Santa! Orang-orang Kristen harus mengajari anak-anak mereka kebenaran. Kita harus memuliakan Tuhan dengan mengajari anak-anak kita tentang Yesus Kristus dan sifat-sifat baik-Nya!”

Menurut media lokal, banyak penduduk Harlem yang meragukan pesan singkat yang disampaikan gereja itu.

“Itu benar-benar konyol dan ide gila,” kata Drew Pate, warga Harlem kepada WRDW News Channel 12.

Carrel Davis, direktur organisasi kepemudaan yang lokasinya berdekatan dengan Harlem United Methodist Church, kepada Margaret-Ann Carter dari WJBF mengatakan bahwa pesan itu menciptakan “penghalang.”

“Saya tidak tahu gereja itu, tetapi sejauh yang saya tahu gereja itu memasang sebuah pesan yang menurut saya itu cenderung membuat penghalang yang besar antara gereja dan masyarakat,” kata Davis.

“Anda tidak akan menem ukan di dalam Bibel bahwa mempercayai Santa Klaus itu berdosa. Saya pikir itu tidak membahayakan anak-anak. Beritahu anak-anak tentang apa yang Santa lakukan, dia seorang pemberi.”

Dalam komentarnya kepada The Christian Post, Pastor Carothers mengatakan bahwa secara umum umpan balik terhadap pesan itu “40 persen positif.”

“Saya rasa orang-orang Kristen harus mendukung iman! Bahwa kita harus mempertahankan pesan dari kelahiran Kristus! Kristus adalah karunia Tuhan bagi umat manusia,” kata Carothers.

“Orang-orang Kristen dari tahun ke tahun diusir oleh dunia, daging, dan iblis … Gereja Tuhan yang hidup itu diberdayakan! Sekarang tampaknya mundur ke jamban. Sementara dosa merajalela, gereja duduk dengan tenang dan berharap bisa pergi tanpa diketahui.”

Nah lucunya, ketika pihak gereja menolak baju Santa, kaum Muslim justru ikut-ikutan menggunakannya.*

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gerejakontroversi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dalam Sistem Presidensial, DPR Tak Bisa Lakukan Impeachment terhadap Jokowi
Tulisan selanjutnya Khalid Misyal Dukung Uni Eropa Anulir Hamas Daftar Organisasi ‘Teroris’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?