Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penuh Kontroversi, Panitia Nobel Perdamaian Mengganti Ketuanya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Maret 2015 18:00 6:00 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Maret 2015 18:00
Bagikan
Jagland dan Obama saat penyerahan penghargaan Nobel Perdamaian.
Bagikan

Hidayatullah.com—Panitia Penghargaan Nobel Perdamaian yang berbasis di Norwegia hari Selasa (3/3/2015) mencopot Thorbjoern Jagland dari jabatannya sebagai ketua. Tindakan itu merupakan hal belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Nobel.

Tanpa menjelaskan alasan keputusannya, Panitia Nobel Perdamaian mengatakan bahwa meskipun jabatan ketua dicopot tetapi Jagland masih menjadi anggota komite tersebut.

Jagland menimbulkan serangkaian kontroversi selama memimpin komite tersebut.

Tahun 2009 komite dikecam karena keputusannya memberikan hadiah Nobel Perdamaian kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Selain karena peran Obama di level internasional sebagai pemimpin masih kurang dari 9 bulan, Amerika yang dipimpinnya ketika itu sedang menjalani perang di Afghanistan sekaligus di Iraq.

Setahun kemudian, komite pimpinan Jagland membuat kehebohan dengan memberikan Nobel Perdamaian kepada disiden China, Liu Xiaobo. Akibatnya secara efektif hubungan antara Norwegia dan China membeku.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tahun 2012 lagi-lagi komite pimpinan Jagland menimbulkan kecaman internasional. Pasalnya, hadiah Nobel Perdamaian justru diberikan kepada Uni Eropa atas “komitmennya kepada perdamaian dan rekonsiliasi, demokrasi dan HAM.” Keputusan itu dikecam dan diolok-olok oleh banyak kritikus, dan bahkan orang-orang yang pernah menerima penghargaan Nobel Perdamaian.

Panitia Kobel Perdamaian mengatakan, Jagland akan diganti oleh wakil komite saat ini, Kaci Kullman Five.

“Demi menjaga tradisi, saya tidak akan berkomentar atau melaporkan apa yang dikatakan selama rapat,” kata Kaci, perihal pencopotan Jagland dari kursi ketua dan pengangkatan dirinya untuk memimpin Panitia Nobel Perdamaian seperti dikutip AFP.

Jagland adalah mantan pemimpin Partai Buruh Norwegia. Dia pernah menjabat sebagai perdana menteri, menteri luar negeri dan juru bicara (ketua) parlemen. Jagland banyak menghabiskan masa kerjanya di dunia politik untuk mengusahakan Norwegia bergabung dengan Uni Eropa.

Panita Nobel Perdamaian terdiri dari lima anggota yang ditunjuk oleh parlemen Norwegia, tetapi lembaga itu mengklaim independen dalam pengambilan keputusannya.

Dengan diumumkannya keputusan pergantian kepemimpinan komite itu, berarti lembaga tersebut dikendalikan oleh para politisi yang kebanyakan berideologi sayap kanan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 618 Pekerjaan Asing di Riyadh Masuk Islam
Tulisan selanjutnya Istri Tersangka Penyerang Az-Zikra Menangis, Ceritakan Kronologi Suaminya Bergabung Dengan Syiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?