Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mahkamah Swiss Samakan Muslim dengan “Teroris”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Mei 2005 02:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Aktivis Islam Switzerland mengutuk keputusan Mahkamah Agung negara itu yang menganggap pelabelan Islam sebagai "teroris" adalah tindakan yang tidak bisa diterima hukum atau dianggap mencetuskan kebencian antara agama.

"Keadilan dinafikan dengan penghakiman ini dan kelihatan mahkamah dipengaruhi oleh media yang sering menganggap Islam dan umatnya sebagai menakutkan," kata seorang aktivis kelahiran Palestina, Ahmed Elisa kepada IslamOnline.net, Sabtu, (28/5) kemarin.
 
Elisa mendakwa mahkamah telah terpengaruh dengan media-media Barat yang dikendalikan Zionis dan pernyataan yang dibuat oleh Menteri Dalam Negeri Jerman, Otto Schily yang pernah menyatakan terorisme Islam adalah ancaman serius terhadap keselamatan negaranya.

Elisa menyimpan kasus berkenaan selepas kelompok pelobi Yahudi, David, yang menyebut "umat Islam, orang Arab dan rakyat Palestina sebagai terorisme yang menjadi dalang serangan bom mobil pada 2002 ke atas Hotel Paradise milik orang Yahudi-Israel di Kota Mombassa, Kenya. Meski hingga hari ini pelakuka tetap belum teridentifikasi.

Dalam sebuah seruan kepada pihak pemerintah Switzerland dan media pada 2002, kelompok itu menuduh, masjid dan bukannya gereja atau sinagog, menjadi tempat pertumbuhan teroris.

Lebih lanjut, kelompok itu menghina orang-orang Islam dengan mengatakan, peradaban Islam lebih rendah dibanding peradaban Yahudi-Kristen.
 
Menghasut dan menimbulkan kebencian agama dianggap sebagai tindakan kriminal di bawah pasal 261 (tentang Kitab undang-undang hukum pidana Negeri Swiss), yang dapat dihukum penjara atau denda.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, keputusan mahkamah yang dikeluarkan hari Rabu, (25/5) lalu, tidak menganggap tindakan melabelkan Islam sebagai "teroris" atau masjid sebagai tempat lahirnya "teroris" sebagai suatu yang salah menurut undang-undang atau menyerang agama.
 
Para Hakim justru hanya menggunakan laporan berita media Barat, Reuters ketika melihat kejadian bom di Mombassa itu yang menyatakan beberapa orang yang kelihatan seperti Arab diyakini berdekatan dengan tempat serangan.

Malah hakim ikut mengutip beberapa tulisan pengarang Barat yang menggambarkan Islam sebagai teroris.

Seorang pakar humum Switzerland mengatakan, mahkamah gagal membuat pertimbangan banyak karangan penulis Barat untuk tidak menyamakan Islam dengan terorisme.
 
Juni tahun lalu, warga Islam di negara itu melancarkan kampanye 10 hari untuk memberikan pemahan kepada warga non-Islam di Jenewa guna mematahkan kampanye media asiing terbiasa mencitrakan begiku buruk tentang Islam.

Elisa mengkritik tidak bereaksinya orang-orang Arab dan warga minoritas Muslim Eropa dan Switzerland,  dengan mengatakan mereka gagal untuk berdiri dengan kuat untuk melawan kampanye pihak Barat yang menyerang Islam.

Dia juga ikut menyalahkan kelompok bernama ‘Islam Liberal" yang dianggapnya amat ‘impoten’ dalam segala reaksinya untuk melawan Barat.

"Justru sangat menggelikan ketika pengadilam mengutip pernyataan Bassam Tibi, tentang ancaman Islam garis keras," ujar Elisa.

Profesor Basam Tibi adalah penulis buku "The Challenge of Fundamentalisme: Political Islam and the New World Disorder". Di Indonesia, Basam Tibi dikagumi kalangan Islam Liberal dan argumentasinya yang dikenal lebih dekat dengan Barat.

Switzerland merupakan rumah bagi 380.000 warga Muslim yang mewakili 4.7 persen dari jumlah total delapan juta penduduk. Islam adalah agama kedua  terbesar di negeri itu setelah Kristen. (iol/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelajar Kurdi Lebih Menyukai Bahasa Inggris
Tulisan selanjutnya Masjid Kebanggaan Muslim Wamena Dibakar Orang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?