Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mahkamah Israel Legalkan Mutilasi Bocah Palestina

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 November 2005 03:05
Bagikan
Bagikan

Kamis, 17 November 2005

Hidayatullah.com–Seperti yang diberitakan oleh Islamonline, pihak pemerintah Palestina mengecam keras keputusan hukum Mahkamah Israel setelah terbukti seorang komandan Israel melakukan mutilasi terhadap seorang bocah perempuan Palestina bernama Aiman Al Hims.

“Keputusan ini memotofasi serdadu penjajah Israel untuk melakukan aksi pembunuhan yang bertentangan dengan undang-undang HAM dan ketentetuan militer,” tegas pihak Palestina.

Pihak militer Israel kemarin Rabu (15/11) mengatakan, mahkamah Israel menerima pengakuan dan cerita komandan Israel yang bebas vonis itu. Seperti yang ditegaskan oleh komandan itu dalam TV Israel bahwa dirinya membunuh semua warga Palestina yang masuk daerah terlarang di Rafah meski anak-anak berusia tiga tahun.  

Pihak militer Israel menambahkan, mahkamah Israel tidak mempercayai sebagian saksi mata yang mengatakan bahwa komandan Israel itu – yang hingga belum diketahui kecuali melalui pangkat tertentu di lembaga militer. Meski begitu ia memiliki inisial Kapten R. komandan bengis ini menghabiskan pelor pelurunya ke jasad bodah perempuan Palestina yang sudah tidak bernyawa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mahkamah militer menyatakan clas kepentingan antara komandan dan  Pasukan yang membantunya sehingga mendorong sebagian pasukan untuk menyingkirkan komandan ini.

Sesaat setelah dikeluarkan keputusan pembebasan mahkamah Israel, komandan Israel itu mengatakan, ” Saya bahagia. Ada cerita soal kejadian ini detail dan dipercaya sejak awal yaitu cerita saya dan mahkamah Israel mempercayainya".  

Pada saat yang sama seorang komandan tinggi Israel mengatakan, pasukan Israel menembak karena mereka yakin bahwa bocah perempuan Palestina itu membawa bom atau aktifis perlawanan mengirimnya untuk menggiring  pasukan Israel keluar rumah untuk dihabisi kaum perlawanan. Meski belum ada bukti bahwa perempuan kecil itu membawa bom.

Sementara Mahkamah Militer Israel 22 November 2004 hanya menskors komandan Israel tersebut dari tugasnya selama dua bulan.  

Sebelumnya komandan ini mengaku menembak bocah perempuan Aiman dua kali dalam jarak dekat setahun lalu tepatnya 5 Oktober 2004. Namun ia menampik dirinya menghujani bocah itu dengan peluru dari ujung kepala hingga ujung kaki, seperti kesaksian sejumlah anak buahnya.

Sejak kejadian itu kisah Aiman Samer Al Hims menjadi kisah tragedy saat ia mati syahid di terjang peluru Israel ketika hendak pergi sekolah.  

Bahkan tak sampai di situ saja, pasukan Israel mengepung jasad bocah perempuan itu dan menghalangi ambulan yang mau mengevakuasinya ke RS Rafah selama setengah jam.

Keputusan Rasis

Di sisi lain, Ehab Al Hims (26) saudara kandung bocah malang itu menuding militer Israel melakukan proses pengadilan secara basa-basi saja. Ia mengatakan, warga Palestina tidak pernah mengira Israel memperlakukan Palestina secara semena-mena secara peradilan.

Pihak pemerintah Palestina mengeluarkan pernyataan resmi bahwa  keputusan mahkamah Israel sangat rasis. Keputusan ini dianggap sejalan dengan politik dan logika terorisme negara terhadap rakyat Palestina. Bahkan keputusan ini justru akan mendorong pasukan Israel untuk semakin menumbuh suburkan syahwat membunuh dan di luar undang-undang kemanusiaan.

Peristiwa pembunuhan Aiman ini sempat mengundang kontroversi di kementerian luar negeri Israel pada 12 Oktober 2004 dimana Yushe Shreid menuduh pasukan Israel mengalami kebangkrutan moral. (comes/atb/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Iraq Selidiki Pelecehan Terhadap Tahanan di Bunker Pemerintah
Tulisan selanjutnya Uskup Gereja Scotlandia: “Israel Negara Pencuri”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?