Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Cara Manusiawi Nepal Santuni Janda

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Juli 2009 13:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Berniat mengangkat derajat hidup janda, pemerintah Nepal membagikan BMK (Bantuan Menikahi Janda) kepada pria.  Pemerintah Nepal menganggarkan insentif sebesar NPR 50.000 (sekitar Rp 6,5 juta) untuk para pria yang bersedia menikah dengan janda-janda Nepal.  Jumlah insentif itu tercantum dalam anggaran tahunan pemerintah yang dipublikasikan awal pekan ini. Insentif tersebut, rencananya, diberikan dalam bentuk uang tunai kepada para pria Nepal yang bersedia memperistri janda. Dengan demikian, status sosial janda di sana akan meningkat. Maklum, di Nepal, janda menempati strata sosial paling rendah. Sayangnya, tujuan mulia berupa pembagian insentif itu justru ditentang keras kaum hawa, khususnya aktivis perempuan yang sering berhaluan liberal.

“Kebijakan
itu tidak benar,” ujar Lily Thapa, pendiri kelompok Women for Human
Rights
di Nepal seperti dilansir BBC kemarin (16/7). Dia menegaskan,
derajat hidup para janda tidak akan meningkat hanya dengan disunting.
Sebaliknya, dengan menikah lagi, janda-janda di Nepal akan dihadapkan
pada masalah baru. Karena itu, bersama para aktivis perempuan di
lembaga yang dia pimpin, Thapa mendesak pemerintah mencabut kebijakan
yang dinilainya tidak masuk akal tersebut.
 Sejatinya, Thapa mendukung tujuan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para janda. Sebab, hidup tanpa suami di negeri yang terlilit berbagai konflik –mulai politik, sosial hingga ekonomi– tersebut, tidaklah mudah. Apalagi, jika orangtua tunggal itu memiliki anak yang harus dibiayai. Tapi, menurut dia, memberikan insentif kepada calon suami para janda Nepal bukanlah solusi yang tepat. Akan lebih baik jika dana tersebut dimanfaatkan untuk menciptakan sistem kesehatan dan pendidikan yang lebih “ramah” pada para janda.

Senada dengan Thapa, Nisha Swar juga menolak metode bantuan lewat insentif kepada calon suami para janda Nepal tersebut. Perempuan 29 tahun yang sudah enam tahun hidup sendirian sejak suaminya tewas dalam pertempuran melawan pemberontak Mao itu menyebut sistem insentif itu merupakan bibit diskriminasi.

“Bisa jadi, para pria bersedia menikah dengan kami hanya demi mendapatkan uang insentif tersebut. Ini seperti memberikan label harga di kepala kami. Kami sangat tersinggung dengan semua ini,” tandasnya.

Pendapat yang sama dilontarkan rekan jandanya yang lain, Poonam Pathak. “Saya merasa sangat dipermalukan. Sekarang, para pria yang berpapasan dengan saya di jalan bisa berkata, ‘Lihat, ada janda! Kita bisa mendapatkan NPR 50.000 jika menikahinya’,” ujar perempuan 30 tahun tersebut. Rata-rata, perasaan tersebut dialami oleh seluruh janda Nepal yang berusia relatif muda. Para janda Nepal yang berusia 60 tahun ke atas, sudah sejak lama diberi uang pensiun oleh pemerintah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kendati kebijakan pemberian insentif tidak mencakup para janda yang usianya lebih dari 60 tahun, Women for Human Rights juga mendesak pemerintah menghapus uang pensiun bagi mereka. Intinya, seluruh bantuan berwujud uang dari pemerintah harus dihapuskan. “Hasil riset kami menyebutkan bahwa sebagian besar janda di negeri ini masih muda. Bantuan yang mereka butuhkan adalah dana pendidikan dan kesehatan,” paparnya sambil menegaskan bahwa dana itu tidak perlu berwujud uang. [bbc/jp/hidayatullah.com] 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemalsuan Heboh Bukti Evolusi Jepang (Bagian 3)
Tulisan selanjutnya Jangan Terlalu Dini Menuduh Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?