Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Meski Defisit, Amerika Harus “Memaksakan” Perang di Afghanistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Oktober 2009 12:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah AS akan menutup tahun anggaran 2009 dengan catatan defisit anggaran mencapai US$1,4 triliun. Kendati demikian, militer negara itu tetap akan mengeluarkan dana US$1,3 miliar untuk membiayai perang di Afganistan.

The Washington Post melaporkan bahwa dana itu bukan untuk aksi tembak-tembakan, tetapi untuk membiayai lebih dari 100 proyek pembangunan di 40 tempat di seluruh Afghanistan,

Merujuk pada rancangan Undang-Undang Pertahanan tahun anggaran 2010, di pangkalan utama AS di Afghanistan, Bagram, militer AS sedang merencanakan pembangunan terminal penumpang senilai US$30 juta, dan fasilitas kargo untuk menangani arus kedatangan tentara. Banyak tentara AS yang tiba di pangkalan utara Kabul, sebelum dipindahkan ke tempat-tempat lain.

Berdasarkan jadwal yang diusulkan, sejumlah fasilitas itu tidak akan selesai pembangunannya sampai akhir 2010 dan akan dioperasikan pada awal 2011. “Fasilitas-fasilitas yang ada pada saat ini tidak cukup untuk mendukung volume keseharian yang diperkirakan 1.000 penumpang dan 400 ton kargo setiap harinya,” kata Letkol Dan Krall, komandan Skuadron Ekspedisi ke-455 Pelabuhan Udara.

Pemerintah AS memang telah menjadikan perang di Afghanistan sebagai tantangan militer AS terbesar saat ini. Fokus kebijakan luar negeri AS di bawah Presiden Obama telah berubah dari Iraq ke Afghanistan. Sampai pertengahan tahun ini, jumlah pasukan Amerika Serikat di Afghanistan terus ditambah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemerintahan Obama memang senantiasa mempertimbangkan pelipatgandaaan kekuatan AS di Afghanistan. Dalam delapan belas bulan mendatang jumlah pasukannya akan ditambah dari 36.000 tentara menjadi lebih 60.000 tentara.

Menteri Pertahanan Robert Gates pernah mengatakan kepada Komisi Angkatan Bersenjata Senat AS bahwa tidak akan ada penyelesaian yang sepenuhnya bersifat militer. AS akan mengirim 30,000 orang tentara tambahan ke Afghanistan tahun ini, tapi Gates mengatakan, ia sangat skeptis kalau ada rencana untuk mengirim pasukan lebih dari jumlah itu.

“Kira-kira 40 negara lain ikut menyumbang pasukan untuk melawan Taliban dan Al-Qaida di Afghanistan, tapi koordinasi dalam usaha internasional itu sangat sulit,” kata Gates.

Ia mengritik kurangnya koordinasi antara Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, dan NATO. Kegagalan koordinasi yang menyebabkan tidak efektifnya bantuan itu, berakibat fatal di Afghanistan.

Gates juga memperingatkan bahwa peningkatan jumlah pasukan yang terlalu besar dapat memberikan kesan bahwa AS menduduki Afghanistan. Menurut dia, rakyat Afghanistan perlu merasa bahwa perlawanan terhadap pejuang Taliban itu merupakan perjuangan demi kepentingan rakyat itu sendiri.

Ia menambahkan, terbunuhnya warga sipil dalam aksi-aksi militer Amerika merupakan masalah besar yang sensitif.

Namun begitu Gates mengatakan bahwa Amerika akan terus mengejar kelompok Al-Qaida di mana pun, dan Pakistan telah diberi tahu tentang hal itu.

Belakangan ini kelompok pejuang Taliban yang sebelumnya dianggap melemah, ternyata kembali aktif. Kemiskinan yang tak teratasi, kurangnya pembangunan, telah menebar frustasi dan ketidakpuasan di Afghanistan.  

Kini tujuh tahun setelah pejuang Taliban dianggap tercerai-berai, mereka justru kembali menguat dan melakukan perlawanan. Tentu, kondisi ini tak akan bisa membuat tenang Amerika. Sebagai Negara yang sudah kemana-mana menunjuk diri sebagai kampiun ‘perang melawan terorisme’, lebih baik merugi daripada harus menanggung malu. Apalagai merasa kalah dengan Taliban. [ini/hid/cha/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Banyak Pelajar Keluyuran, MUI Bukittinggi Serukan Razia
Tulisan selanjutnya Tawari Warga Makan Sandal, Wali Kota Kediri Didemo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?