Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Karzai Terpilih Lagi Menjadi Presiden Afghanistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 November 2009 18:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pengumuman ini dikeluarkan sehari setelah satu-satunya penantang Karzai, Abdullah Abdullah menarik diri dari pemilihan.

Dr Abdullah sebelumnya mendesak agar pejabat pemilihan dipecat. Ia mengatakan, pemilihan tidak akan berlangsung adil.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, hasil pemilihan babak pertama diwarnai kecurangan.

Negara-negara NATO, sekutu utama Afghanistan telah memberikan ucapan selamat kepada Karzai.

Hari Senin, juru bicara Komisi Pemilihan Independen, Azizullah Lodin, menyatakan bahwa Presiden Karzai, “satu-satunya calon bagi pemilihan tahap kedua”, telah diangkat menjadi Presiden Afghanistan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia mengatakan, pemilihan tahap kedua yang sedianya dilangsungkan 7 November dibatalkan guna menghemat dana, demi alasan keamanan, dan juga menghindarkan Afghanistan dari kemunduran secara politik dan ekonomi.

Taliban yang melakukan berbagai serangan di negeri itu selama babak pertama, sudah mengancam akan mengganggu pemilihan hari Sabtu.

Presiden Karzai dinyatakan favorit untuk menang, setelah mendapatkan banyak suara dalam pemilihan babak pertama 20 Agustus lalu.

Salah satu alasan bagi pemilihan tahap kedua adalah guna mengembalikan legitimasi pemilihan, setelah pemilihan tahap pertama banyak diwarnai kecurangan.

Sejumlah tokoh internasional, termasuk Senator AS John Kerry, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, dan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown, sebelumnya sudah membujuk Karzai untuk melakukan pemilihan tahap kedua.

Juru bicara Perdana Menteri Inggris mengatakan, PM sudah berbicara dengan Karzai dan memberikan ucapan selamat, dan kedua tokoh mendiskusikan pentingnya presiden bergerak cepat guna mempersatukan negeri guna memajukan Afghanistan.

Pemerintahan Amerika Serikat lewat Kedutaannya di Kabul memuji keputusan komisi, yang mengukuhkan Karzai untuk mendapatkan mandat di bawah hukum Afghanistan.

“Kami memberikan ucapan selamat kepada Presiden Karzai atas kemenangannya dalam pemilihan bersejarah ini, dan akan bekerjasama dengannya di masa depan,” kata pernyataan Kedutaan.

Kunjungan Sekjen PBB

Sebelumnya hari Senin pagi, Sekjen PBB Ban Ki-moon mengunjungi Kabul dan mengatakan, pemilihan di Afghanistan adalah pemilihan paling sulit yang pernah didukung oleh PBB.

Sebagaimana dikutip BBC di Kabul, ia mengatakan, terjadi perdebatan sengit di sana dalam beberapa hari terakhir tentang, apakah menghapus pemilihan tahap kedua bisa dibenarkan secara konstitusional.

Tampaknya walau kembali menjadi Presiden, legitimasi Karzai dipertanyakan. Banyak yang meragukan, apakah pemerintahannya akan efektif. [bbc/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ulama Dukung Larangan Celana Ketat
Tulisan selanjutnya MUI: Media Jangan Kebablasan Urusi Rumah Tangga Orang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Artikel
21 Juli 2026 07:00
Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
AS dan Arab Saudi Sepakati Kerja Sama Nuklir, Apa Isinya?

Terbaru

  • Lindungi Konsumen, Pemerintah Musnahkan Ratusan Ton Bahan Pakan Ternak Terkontaminasi Porcine
  • Din Syamsuddin: Pendidikan Islam Harus Kembali Menjadi Motor Kebangkitan Peradaban
  • Kemendikdasmen Dorong Anak Kembali Aktif Bermain, Kurangi Ketergantungan pada Gawai
  • MUI Apresiasi Menko Yusril atas Ruang Dialog Strategis antara Pemerintah dan Ormas Islam
  • Indonesia dan Australia Resmikan Kemitraan KITA SEHAT untuk Perkuat Sistem Kesehatan Nasional
  • AS dan Arab Saudi Sepakati Kerja Sama Nuklir, Apa Isinya?
  • Jadi Kepala Biro Politik, Khalil Al-Hayya Umumkan 6 Prioritas Hamas
  • MNF 2026: Membela Palestina adalah Hak Kita!
  • MUI Siapkan RUU Pencegahan dan Penanggulangan LGBTQ, Akan Dibahas di KUII VIII 2026
  • Prajurit di Balik Layar, Pelita di Pinggir Jalan: Jejak Langkah Chumam Dasuki Merawat Literasi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?