Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Islam Bersemi di Chechnya Bersama Poligami dan Unta

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Desember 2009 21:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Puluhan tahun wilayah sekitar Pegunungan Kaukasus yang penduduknya mayoritas beragama Islam harus hidup dalam tekanan Uni Sovyet yang komunis. Mereka tidak bisa menjalankan perintah agamanya dengan leluasa.

Setelah komunis runtuh dan menyisakan Rusia sebegai pemegang kekuasaan Sovyet, satu persatu wilayah Muslim di Kaukasus Utara mencoba kembali untuk hidup berdasarkan ajaran Islam. Salah satunya adalah Muslim Chechnya.

***

Adam, 52 tahun, menempatkan tiga orang istrinya di kota kecil yang berbeda agar mereka tidak bertengkar. Dan ia berencana akan menikah lagi untuk istri yang keempat.

“Chechnya adalah Muslim, jadi ini adalah hak kami sebagai laki-laki. Mereka (para isteri) menghabiskan waktunya bersama, tapi mereka tidak selalu bertemu muka,” kata pensiunan bersuara lembut yang hanya mau menyebutkan nama depannya itu.

Baca Juga

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

Meskipun poligami ilegal di Rusia, masyarakat wilayah Chechnya yang Muslim mempraktekkan poligami dengan alasan hal tersebut diperbolehkan hukum syariah dan Al-Qur’an.

Menurut hukum Rusia, Adam hanya menikah dengan isteri pertama yang sudah dinikahinya sejak 28 tahun lalu, Zoya. Bersama dengan wanita bermata biru yang telah memberi 3 anak itu, Adam tinggal di pinggiran kota Grozny, ibukota Chechnya.

Pernikahan dengan kedua isterinya yang lain, dilakukan dengan sederhana dan diakui oleh pemerintah Chechnya.

Kepala Pusat Pendidikan Mental-Spiritual Chechnya–yang didirikan oleh Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov setahun lalu, Vakha Kashkanov, mengatakan bahwa Islam harus didahulukan daripada hukum Rusia.

“Jika diperbolehkan Islam, maka tidak perlu dipermasalahkan lagi,” katanya.

“Selama Anda bisa memberi makan isteri-isteri Anda dan ada keadilan bagi mereka, maka poligami diperbolehkan di Chechnya,” tambahnya.

Seperti tetangganya, Dagestan dan Ingushetia, Islam bersemi lagi di Chechnya. Wilayah itu berjuang untuk melepaskan diri dari Rusia yang menguasai Kaukasus Utara.

Meskipun Islam telah masuk ke Kaukasus Utara 500 tahun lalu lewat kota Derbent di Dagestan tepi Laut Kaspia, selama komunis berkuasa agama sama sekali tidak diperbolehkan.

Sekarang, para pria di kafe-kafe kota Grozny yang dulu banyak mengkonsumsi bir selundupan meminum teh, karena minuman beralkohol dilarang. Sekolah dan tempat olahraga khusus wanita atau pria bukan lagi barang aneh. Para wanita yang berada di lingkungan gedung pemerintahan wajib mengenakan kerudung.

Asya Masalgova, penasehat Kadyrov untuk masalah HAM dan mengepalai sebuah dewan yang mengurusi hak-hak tahanan mengatakan, “Kami mengakui setiap wanita memiliki pilihan, tapi kami lebih suka jika ia berhijab.”

Peran hewan

Jalan-jalan berdebu harus dilewati untuk menuju peternakan unta yang pertama ada di Chechnya. Letaknya 55km arah barat laut dari Grozny.

46 ekor unta berpunuk dua menikmati setiap kunyahan garam dan rumput sementara mereka didandani. Unta-unta itu dihias karena mereka akan dijadikan sebagai mas kawin atau hadiah di hari raya.

Sebagai hewan yang memiliki nilai tinggi dalam Islam, harga jual mereka mencapai 58.000 rubel perekornya, kata Umar Guchigov direktur peternakan.

Peternakan unta tersebut merupakan salah satu dari peternakan yang dibangun atas perintah Kadyrov. Tiga peternakan unta lain akan dibangun di Chechnya.

“Banyak orang, (termasuk) orang biasa, yang mengucapkan selamat kepada kami, karena telah membawa kembal tradisi kuno ini,” kata Guchigov.

Di Chechnya, hewan juga dipergunakan untuk memperkenalkan kembali Islam kepada masyarakat melalui program acara televisi. 60 orang pria berjenggot dan wanita berkerudung bekerja membuat program acara anak-anak dalan sebuah studio besar yang dihiasi foto-foto Makkah.

Sekelompok lebah dengan ceria mengucapkan “Salam Alaikum” sambil memasuki studio Ruslan Ismailov yang sedang bekerja membuat kartun dengan komputer-komputer Apple-nya yang berteknologi tinggi. Stasiun televisi Muslim tempatnya bekerja, memproduksi acara anak-anak berjudul “Put” yang berarti “Jalan” dalam bahasa Rusia.

“Lebah-lebah itu menarik minat anak-anak, dan akan mengajari mereka bagaimana cara hidup yang benar sesuai dengan kepercayaan orang Islam,” kata Ismailov.

Didirikan dua tahun lalu oleh pemerintah Chechnya dan mengudara ke seluruh penjuru Kaukasus Utara dengan pemirsa ribuan orang, stasiun televisi itu menjadi salah satu yang paling populer di kawasan tersebut.

Sepanjang malam televisi itu juga menyajikan acara-acara untuk wanita, misalnya bagaimana mengurus rumah yang baik dan cara membaca Al-Qur’an.

“Apa yang telah dialami Chechnya bukan rahasia lagi,” kata direktur stasiun televisi tersebut, Adam Shakidov.

“Kini saatnya memasang dasar-dasar syariah,” kata pria berjenggot dan mengenakan kopiah tradisional dari beludru berwarna hitam itu. [di/rtr/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Quds Bukan di Jantung Eropa
Tulisan selanjutnya Haram Buang Air Sembarangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

100 Mahasiswa Palestina Di-DO karena Kritisi Perang Genosida di Gaza

Berita
8 September 2026 23:19
Erupsi Anak Krakatau, MUI Ajak Masyarakat Ikhtiar Patuhi Petunjuk Keselamatan
‘Israel’ Kehilangan Ribuan Dokter, Brain Drain Makin Parah
Delapan Negara Muslim Kompak Kecam Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris

Terbaru

  • Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
  • Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
  • Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
  • QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad
  • Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
  • Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
  • Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun
  • Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

30 Juni 2026 16:15
Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?