Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muhammadiyah Malaysia Gencar Bendung “SePILIS”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 April 2010 15:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiya (PCIM) Malaysia tengah serius membendung arus sekularisme, pluralisme, dan liberalisme (SePILIS). Wujud keseriusan itu nampak pada acara yang digelar Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Kuala Lumpur Sentral (PRIM-KLS) bekerja sama dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI-UM) Malaysia, dalam acara seminar bertemakan “Tantangan Kontemporer Bagi Ormas Islam” beberapa hari yang lalu (18/4), di Universitas Malaya belum lama ini.

Untuk menghangatkan diskusi yang digelar, panitia memberi kesempatan kepada dua pemateri yang memang sering bergelut dengan perbincangan wacana kekinian ini, yang pertama Arifin Ismail, MA. dan kedua Prof. Dr. Susiknan Azhari, MA.

Ustaz Arifin, panggilan akrabnya, menyoroti isu-isu pemikiran di Indonesia, khususnya isu-isu yang biasa dikembangkan oleh tokoh-tokoh aliran Islam liberalisme, sekularisme, dan pluralisme (SePILIS), yang saat ini sudah masuk ke dalam tubuh Muhammadiyah.

Bagi doktor pemikiran Islam ini, produk-produk pemikiran kaum SePILIS ini jelas-jelas merupakan produk-produk pemikiran Barat, yang tentunya banyak bertentangan dengan perkara-perkara yang sudah mapan dalam Islam.

Ustaz yang juga aktivis INSISTS ini banyak menyoroti tantangan pluralisme agama. Baginya, berdasarkan pengamatannya, umat Islam secara sadar atau tidak telah terjerumus kepada arus penyamaan agama-agama dengan berbagai cara.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Arifin  menyinggung konsep “God’s Spot” yang dikembangkan seorang motivator ESQ yang marak di Indonesia. Menurutnya, konsep “suara hati” ini berasal dari kehidupan spiritual Yahudi.

Ia merujuk Rabbi Yaacov J. Kravitz yang menyatakan “Sprituality refers to what is most essential to heart of human experience”.

Bahayanya, menurutnya, apabila seseorang sudah kadung meyakini bahwa suara hatinya adalah suara Tuhan. Dikatakan oleh penganjurnya bahwa “yang terpenting adalah legitimasi suara hati Anda sendiri, sebagai sumber kebenaran sejati.” Maka, menurutnya, ini berpotensi menyamakan semua keyakinan kata hati seseorang sebagai yang benar, tidak pandang agama apa pun yang dianut.

Untuk meyakinkan, ia menghubungkan sekali lagi konsep suara hati ini dengan konsep Kabbalah, konsep spiritual atau akidahnya Freemasonry.

Akhirnya, Arifin menyarankan agar ormas-ormas Islam berhati-hati dengan isu-isu semacam ini yang dinilainya sebagai ciri masuknya ide “Sepilis”.

Maka dari itu, ia meminta ormas-ormas Islam, termasuk Muhammadiyah, perlu menyiapkan kader-kader pemimpin yang benar-benar dapat memahami Islam secara baik. Di samping itu, mesti mendorong kadernya untuk lebih aktif, kreatif, dan inovatif dalam dunia pemikiran yang positif, yang dapat membendung pengaruh-pengaruh pemikiran ala Barat yang sedang dijual di tengah-tengah pasar komunitas masyarakat Islam.

Sementara itu Prof. Dr. Susiknan Azhari, salah satu orang penting di Majelis Tarjih PP Muhammadiyah yang sedang mengemban tugas sebagai professor tamu di Universitas Malaya, menjelaskan bahwa di internal Muhammadiyah sendiri beberapa tahun terakhir dilanda badai “nafsu politik” sehingga isu “SePILIS” ini secara “tak disadari” telah menjangkit juga di sebagian anggotanya.

Namun demikian ia menegaskan, tantangan ormas Islam sebenarnya bukan hanya masalah  spritualisme dan pluralisme, tetapi lebih kompleks dari itu, yakni meliputi juga masalah kemiskinan, kebodohan, kriminalitas, rendahnya moralitas pemimpin negara,  dan lain sebagainya. [dim, Malaysia/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dubes RI Undang Presiden Swiss Saksikan Kehidupan Islam di Indonesia
Tulisan selanjutnya KH. Hasyim Asy’ari dan Liberalisasi Pemikiran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

Ghazwul Fikr
6 Agustus 2026 12:51
Erdogan Buka Pintu Bagi Negara Sahabat Gabung Perjanjian Pertahanan Makkah
Penjara Seumur Hidup Bagi Pemuda Afghanistan yang Menabrakkan Mobil ke Kerumunan di Munich Jerman
Seminar Hidayatullah Bahas Isu LGSP dari Perspektif Psikologi, Keluarga dan Hukum
Liga Arab Sambut Pakta Pertahanan Makkah untuk Dunia Islam

Terbaru

  • Inilah Lima Poin Utama Pakta Pertahanan Mekkah antara Turki-Arab Saudi dan Pakistan
  • Liga Arab Sambut Pakta Pertahanan Makkah untuk Dunia Islam
  • Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Bentuk Pakta Pertahanan Makkah: “Serang Satu, Hadapi Bertiga” 
  • Peringatan Arbain, Pro-Rezim Iran Bentrok dengan Pendukung Sadiq al-Shirazi
  • Pasukan Keamanan Nigeria Selamatkan 308 Korban Penculikan dari Taman Nasional Danau Kainji
  • Seminar Hidayatullah Bahas Isu LGSP dari Perspektif Psikologi, Keluarga dan Hukum
  • Militer Uganda Beri Penghormatan Abang Benyamin Netanyahu dengan Patung Memorial di Entebbe
  • MUI Tegaskan Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Kemerdekaan Hukumnya Haram
  • Jutaan Senjata Api di Tangan Warga Sipil, Thailand akan Perketat Izin Kepemilikan Usai Penembakan di Sekolah
  • Pelajar Pelaku Penembakan di Sekolah Bergengsi Thailand Pendiam dan Kerap Main Game Kekerasan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?