Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Sirikit: “Apa Anda Mau Makan Bangkai Tiap Hari?”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Juli 2010 20:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Program infotainment kembali menjadi sorotan. Banyak pihak menilai infotainment tidak mendidik, asosial, dan meresahkan. Apalagi belakangan kian menderasnya pemberitaan tentang 3 artis populer yang diduga melakukan aksi abnormal, yakni melakukan hubungan intim selayaknya suami istri.

Parahnya, ada oknum yang mengaku sebagai ahli berpendapat bahwa pelaku video mesum adalah korban. Bagaimana dengan anak-anak remaja atau yang di bawah umur menjadi korban? Tidak sedikit dari mereka yang menyimpan copy-an video tersebut di handphone mereka.

Melihat dahsyatnya bahaya infotainment yang menyajikan ghibah dan asosial, pada Selasa (27/07) Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram menonton infotainment.

Hasil keputusan yang dikeluarkan Komisi C, Komisi yang membidani fatwa ini mengatakan, menonton tayangan ghibah alias gosip hukumnya haram.

“Menonton, membaca, dan atau mendengarkan berita yang berisi tentang aib, kejelekan orang lain, gosip dan hal-hal lain sejenis terkait hukumnya haram,” ujar Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Asrorun Ni’am di arena Musyawarah Nasional VIII Majelis Ulama Indonesia, di Jakarta, Selasa (27/7).

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Bagaimana sesungguhnya melihat infotaiment dari sudut pandang jurnalisme? Seperti apa bahaya pemberitaan infotainment yang memberikan pencitraan? Apa harapan-harapan yang bisa dicapai dari pemberitaan infotainment? Hidayatullah.com melakukan wawancara dengan pengamat media Dra. Sirikit Syah, MA, untuk membahas persoalan ini. Untuk kepentingan informasi dan penyampaian fakta, petikan wawancara ini kami muat dengan beberapa penyaduran. Berikut petikannya:

Menurut amatan Anda, masalah apa yang ditimbulkan pemberitaan infotainment, baik dari sisi kode etik pers maupun nilai sosial?

Dari sisi kode etik pers, persoalannya apakah infotainment termasuk produk pers. Ini masih menjadi perdebatan. Kalau dianggap iya, seharusnya etika jurnalistik diajarkan dan ditegakkan. Kalau bukan, cuma sekadar hiburan, bukan pemberitaan, isi program mesti lebih menghibur. Tidak menambah stres dengan berbagai aib perselingkuhan, konflik ibu-anak, suami-istri, perceraian, dan lainnya. Ini kan tidak menghibur?

Dari sudut pandang sosial, ini dapat mempengaruhi gaya hidup dan cara pandang masyarakat. Misalnya, kawin cerai itu biasa, hamil tanpa nikah itu tren yang keren. Artis A yang mempertahankan kehamilan tanpa suami adalah idola baru karena ‘tegar’, punya suami tapi hamil dengan laki-laki lain seperti banyak dilakoni artis sekarang ini. Itu malah disebut “hak asasi” dan “privasi”.

Apakah masalah itu murni timbul dari dari infotainment sendiri atau dari tokoh publik yang telah mendesainnya?

Bisa dari kehausan pekerja infotainment untuk mengisi program kejar tayangnya, bisa juga didesain oleh para agen atau manager artis yang ingin artis-artisnya terus populer agar banyak tawaran main.

Apakah masalah itu memang “cacat bawaan” dari infotainment?

Tidak ada cacat bawaan infotainment. Yang ada kesalahan memahami konsep infotainment. Di luar negeri ada yang disebut “entertainment news”, yaitu berita-berita dari dunia hiburan. Isinya tentang proses kreatif para seniman. Misalnya, bagaimana memproduksi (film) Avatar, berapa biaya produksi (film) Lord of the Ring, peluncuran album atau single baru, tentang perolehan box office, dan seterusnya. Betul-betul tentang dunia hiburan dan tidak bikin stres.

Apakah masyarakat menjadi terhibur dengan infotainment di negara kita?

Terhibur? Tidak. Siapa terhibur dengan berita artis A dan artis B mau cerai sampai tiga kali? Siapa terhibur dengan kabar ada artis yang punya istri simpanan lagi?

Dapatkah infotainment terlepas dari ghibah, gosip, atau rumor?

Sulit. Saya kira rumor dan gosip juga sumber berita. Memang harus diverifikasi (cover multy sides). Tetapi ghibah jelas bukan termasuk informasi yang patut diverifikasi atau disebarluaskan. Menyebarkan aib itu seperti makan bangkai saudaramu sendiri, bukan? Kalau Anda pekerja infotainment, apakah Anda mau tiap hari makan bangkai saudaramu sendiri?

Apa sebetulnya target idiil pemberitaan infotainment?

Targetnya tentu seharusnya memperkaya pemirsa dengan informasi dari dunia hiburan, terutama proses produksi dan pencapaian-pencapaian (prestasi). Yang kedua, informasi yang sifatnya menghibur: kabar positif, menyenangkan.

Apakah hal itu bisa diperbaiki?

Saya berharap dengan ditampungnya infotainment di PWI Seksi Hiburan, kinerja para awak liputannya bisa diperbaiki. Masih ada harapan. Mesti banyak dilakukan pelatihan dan penambahan wawasan tentang pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran (P3-SPS), dan kode etik jurnalistik, kalau mau disebut jurnalis; atau kode etik programming, kalau dianggap program hiburan. Hiburan pun ada etikanya.

Dalam keadaan seperti apa privasi publik figur penting untuk dibongkar kepada orang lain atau umum?

Hanya bila sang artis mengizinkan dan hanya bila dirasa perlu diketahui publik. Misalnya, artis nyalon bupati atau DPR, tapi dia sebetulnya tukang selingkuh dan bandar narkoba. Silakan diungkap.  [Ainuddin Chalik/Hidayatullah.com]

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Apa Anda Mau Makan Bangkai Tiap Hari?”
Tulisan selanjutnya Fatwa Operasi Ganti Kelamin Ikut Menutup Kerusakan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Berita
3 September 2026 15:08
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?