Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Empat Bekas Tentara Serbia Bosnia Didakwa Lakukan Genosida

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Agustus 2010 12:51
Bagikan
Bagikan

 Hidayatullah.com–Empat bekas tentara militer Serbia Bosnia telah didakwa melakukan genosida atau pembasmian etnik karena pembunuhan atas sedikitnya 800 Muslim Bosnia dari Srebrenica pada 1995, kata pengadilan kejahatan perang Bosnia, Jumat.

Franc Kos, Stanko Kojic, Vlastimir Golijan dan Zoran Goronja semuanya bertugas bersama dengan unit komando ke-10 militer Serbia Bosnia. Mereka telah ditahan sejak penangkapan mereka pada awal tahun ini.

Dalam satu pernyataan, pengadilan itu menduga keras para terdakwa itu “telah mengambil bagian dalam eksekusi lebih dari 800 Bosniak (Muslim Bosnia), yang telah diangkut ke tempat eksekusi di Branjevo Farm”.

Kos, yang lahir di Slovenia tapi juga memiliki kewarganegaraan Bosnia, memimpin unit komando ke-10 Pleton Bijeljina Pertama, dan tiga orang lainnya adalah tentara reguler.

“Para terdakwa itu didakwa bahwa sebagai pelaku bersama mereka telah ikut serta dalam pembunuhan pria-pria Bosnia dan menimbulkan pada mereka luka mental dan fisik yang berat, semuanya dengan tujuan untuk menghancurkan kelompok nasional, etnik dan agama Muslim Bosnia,” kata pernyataan pengadilan tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tentara Serbia Bosnia telah membunuh sekitar 8.000 pria dewasa dan pemuda Muslim setelah merebut wilayah kantung Srebrenica yang dilindungi PBB dalam kekejaman paling serius di Eropa sejak Perang Dunia II.

Banyak dari pria-pria Muslim itu yang berusaha untuk melarikan diri melalui hutan tapi mereka dikejar, ditangkap dan dibunuh oleh pasukan Serbia Bosnia di beberapa tempat dekat Srebrenica.

Branjevo Farm adalah salah satu tempat eksekusi. Para penyelidik telah menemukan bahwa jenazah para korban pertama-tama dimakamkan di sebuah kuburan massal dan kemudian digali dengan buldoser dan dipindahkan ke tempat lainnya untuk menutupi kejahatan itu.

Pihak penuntut mengatakan Kos dan Kojic diduga telah memeriksa apakah para korban masih hidup dan kemudian menghabisi nyawa orang yang masih bernafas.

Pembunuhan besar-besaran di Srebrenica termasuk di antara tuduhan terhadap pemimpin Serbia Bosnia pada waktu perang Radovan Karadzic, yang pengadilannya mencapai kemajuan di pengadilan kejahatan perang PBB di Den Haag, dan kepala militernya Ratko Mladic yang masih buron.

Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) yang bermarkas di Den Haag telah mengesahkan hukuman terhadap 14 orang Serbia Bosnia yang dituduh terkait dengan pembantaian Srebrenica.

Pengadilan kejahatan perang Bosnia, dibentuk pada 2008 untuk meringankan beban pengadilan yang bermarkas di Den Haag itu, telah mengadili puluhan orang Serbia karena pembunuhan di Srebrenica. Duabelas orang telah dipenjarakan, tujuh dibebaskan dan 11 orang masih diadili. [ant/hidayatullah.com]
 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya HTI Yakin, ABB Tidak Terlibat Terorisme
Tulisan selanjutnya ISP tak Blokir Porno, Langsung Berhadapan Hukum

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah

Berita
27 September 2026 05:06
Kelompok Pro-Zionis Teror Media Australia dengan 40 Ribu Email Komplain
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran
Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran

Terbaru

  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?