Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Yes or No? Syariah di Oklahoma

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Oktober 2010 17:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Memperbolehkan hukum syariah atau tidak memperbolehkan hukum syariah, begitu kurang lebih pertanyaan yang harus dipertimbangkan oleh para pemilik suara di Oklahoma, Amerika Serikat, bulan depan.

Hampir empat juta penduduk negara bagian itu akan memilih apakah akan mengamandemen konstitusi Oklahoma sehingga pengadilan di sana dilarang memasukkan dan menggunakan hukum internasional atau hukum syariah dalam pertimbangan putusan mereka.

Tidak pernah terpikirkan untuk memberlakukan hukum syariah di Oklahoma, yang hanya memiliki 30.000 penduduk Muslim.

Para anggota legislatif yang menggagas proposal amandemen “Save Our State”, melihat upaya tersebut sebagai tindakan “pencegahan” guna menangkal laju penyebaran Islam.

“Akankah hukum syariah menjadikan hidup saya lebih baik? Menjadikan istri dan anak-anak saya hidup lebih baik di Amerika? Saya kira tidak,” kata Lewis Moore, seorang wakil rakyat Oklahoma, sekaligus salah satu pendukung amandemen.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kita dalam keadaan perang. Satu hal paling penting ketika berperang, adalah melindungi rumah kita. Saya tidak percaya orang-orang di Washington akan melindungi negara bagian kita,” lanjut Moore.

Melindungi dari apa, tidak jelas. Namun sangat jelas terlihat bahwa upaya amandemen tersebut tidak lebih sebagai semangat anti-Islam yang belakangan sering disuarakan. Dan merupakan sebuah aksi untuk menarik perhatian para pemilih sebelum dilangsungkannya pemilu pertengahan.

Berbeda dangan aksi anti-Islam yang ditujukan atas pembangunan pusat Islam di dekat lokasi Ground Zero dan gerakan bakar al-Qur’an oleh pendeta asal Florida, pemungutan suara yang juga berindikasi anti-Islam ini memiliki impikasi yang luas. Para pakar hukum khawatir amandemen tersebut mengancam keberadaan 14.000 perusahaan asing yang beroperasi di Oklahoma, berikut ribuan karyawan mereka.

“Resiko terhadap dunia usaha dan individu warga Oklahoma, menurut saya, jauh dari perkiraan resiko yang dipertimbangkan oleh para pendukungnya,” kata Peter Krug, seorang profesor hukum internasional di Sekolah Hukum Universitas Oklahoma.

Krug mengatakan, perusahaan-perusahaan internasional selalu mengandalkan pada harapan bahwa pengadilan Amerika akan menghormati keputusan pengadilan luar negeri. Jika tiba-tiba pengadilan Oklahoma dilarang menggunakan yurisprudensi asing, perusahaan dari luar negeri akan melihat Oklahoma sebagai tujuan usaha yang berisiko.”

Menurut pakar hukum, nantinya pengadilan federal akan langsung menetapkan bahwa amandemen itu ilegal, begitu dinyatakan berlaku. Jadi semacam kelahiran mati dalam konstitusi, yang tidak akan mengakibatkan kerusakan parah selain sekedar memakan waktu pengadilan saja. Demikian kata Lea Brilmayer, seorang profesor hukum dari Universitas Yale.

Brilmayer berpendapat, amandemen itu jelas tidak konstitusional, karena konstitusi Oklahoma berada di bawah konstitusi federal, di mana hukum di tingkat federal mengakomodasi berbagai produk hukum internasional.

Lebih lanjut menurutnya, upaya amandemen itu hanya membuang-buang waktu dan energi saja.

Meskipun belum dilaksanakan, namun sepertinya penduduk Oklahoma telah menentukan sikap. Menurut survei yang dilakukan SoonerPoll pada bulan Juli silam, sebanyak 49% mendukung amandemen, sementara 24% menentang dan 27% lainnya tidak menentukan sikap.

Menurut Razi Hashmi, Direktur Eksekutif CAIR-Oklahoma, amandemen itu merupakan sesuatu yang sangat menggelikan.

“Segenap Oklahoma berjuang membawa masuk perusahaan-perusahaan besar ke dalam negara bagian Oklahoma, baik yang berasal dari luar negeri maupun dalam negeri. Jadi tindakan itu merupakan sesuatu yang benar-benar bisa membahayakan negara bagian kita,” kata Hashmi sebagaimana dikutip The National (9/10). Namun bagi kelompok anti-Islam, isu tersebut sangat baik untuk menarik suara pemilih dalam pemilihan umum.
Profesor Abdullahi Ahmed Al-Naim, tokoh Islam liberal dari Sekolah Hukum Universitas Emory mengatakan, “Syariah sama sekali bukan hukum, melainkan sebuah sistem normatif agama.”

“Dia tidak akan menjadi hukum sebuah negara, kecuali negara itu secara konstitusional atau legal membentuk sebuah sistem yang mengadopsi norma syariah sebagai bagian dari hukum negaranya.”

Ketika sebuah prinsip syariah diberlakukan dalam sebuah peraturan hukum, maka dia tidak lagi menjadi syariah, melainkan menjadi sebuah peraturan hukum, yang telah dilucuti dari ciri khas keagamaannya.

Ketika ditanya pengetahuannya seputar hukum syariah, Moore justru membanggakan ketidaktahuannya.
“Apa yang perlu saya ketahui tentang itu? Mengapa saya harus peduli?” katanya. “Ini negara paling besar di dunia dan sistem hukum yang paling hebat di dunia. Mengapa kita ingin mengubahnya?”

Meskipun banyak penentang Islam di Amerika Serikat yang menolak hukum syariah tidak tahu pasti apa syariah itu sebenarnya, namun mereka sering menggunakan isu hukum syariah untuk mendulang suara dan meraup dukungan. Fenomena ini tampak jelas, ketika mereka berkampanye di muka umum, terutama di musim-musim kampanye pemilu.[di/tn/hidayatullah.com]

Foto: Razi Hashmi (CAIR-Oklahoma)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pembubaran Organisasi Ahmadiyah Tidak Melanggar HAM
Tulisan selanjutnya MUI Setuju Ahmadiyah Dibubarkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?