Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lima Tentara Asing Tewas Afghanistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Oktober 2010 03:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Lima tentara asing dari pasukan pimpinan NATO tewas akibat tiga serangan terpisah di Afghanistan pada Kamis, kata NATO, menjadikan 11 jumlah tentara tewas dalam dua hari belakangan.

Kekerasan di Afghanistan berada pada tingkat tertinggi sejak penggulingan Taliban pada ahir 2001, dengan peningkatan korban di semua pihak dalam kemelut itu.

Lebih dari 2.000 tentara asing tewas sejak itu, lebih dari separuh dalam dua tahun belakangan.

Lebih dari 35 tentara asing tewas di Afghanistan pada bulan ini.

Tiga tentara anggota Pasukan Bantuan Keamanan Asing (ISAF) pimpinan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO tewas akibat bom rakitan di bagian barat negara itu, kata ISAF, sementara satu lagi tewas di timur akibat serangan pejuang.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Anggota kelima ISAF tewas dalam serangan bom di Afghanistan selatan.

ISAF tidak merinci serangan tersebut.

Enam tentara asing tewas dalam tiga serangan di bagian timur dan selatan negara terkoyak perang itu pada hari Rabu.

Peningkatan kematian pasukan sangat membebani Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan pemerintahannya menjelang tinjauan perang di Afghanistan itu pada Desember.

Lebih dari 150.000 tentara asing di Afghanistan, termasuk 100.000 orang Amerika Serikat.

Obama memerintahkan 30.000 tentara tambahan Amerika Serikat ke Afghanistan pada Desember 2009 untuk memadamkan kekerasan itu, tapi berencana mulai menarik pasukannya sejak tengah 2011.

Sedikit-dikitnya, 586 tentara asing tewas pada tahun ini, yang paling mematikan, melewati angka sebelumnya, 521 orang pada 2009.

Hitungan kantor berita Prancis AFP itu berdasarkan atas angka laman mandiri icasualties.org, yang melacak kematian tentara di Afghanistan dan Irak.

Gelombang kematian tentara itu sejajar dengan peningkatan gerakan tentara oleh pasukan sekutu dan mitra Afghanistan mereka di beberapa bagian paling berbahaya negara itu, tempat kehadiran Taliban kuat.

Di tengah tekanan berat melawan Taliban, Presiden Afghanistan Hamid Karzai juga menggandakan upaya membawa pejuang itu ke meja perundingan di bawah rencana baru rujuknya.

Pemimpin dukungan Barat itu pada bulan ini meresmikan Dewan Tinggi Perdamaian, badan beranggota hampir 70 orang, yang ditunjuk untuk mendorong pejuang meletakkan senjata mereka.

Peningkatan jumlah korban tewas menjadi berita buruk bagi Washington dan sekutunya, yang pemilihnya semakin putus asa oleh korban dalam perang di tempat jauh itu, yang tampak berkepanjangan dan tak berujung.

NATO menghadapi kemunduran besar di Afghanistan saat Gedung Putih memecat Jenderal Amerika Serikat Stanley McChrystal, yang mengecam presiden dan penasehat utama dalam wawancara dengan sebuah majalah.

Perpecahan muncul di persekutuan 46 negara itu saat berusaha memadamkan perlawanan sembilan tahun Taliban, dengan utusan khusus Inggris memperpanjang cuti, korban meningkat dan laporan bahwa Amerika Serikat “tanpa sengaja” mendorong panglima perang.

Penarikan NATO dari Afghanistan akan bertahap dan tidak terburu-buru pada Agustus mendatang, kata panglima pasukan asing di sana, Jenderal Amerika Serikat David Petraeus, pada tengah September.

NATO mempertimbangkan pelatihan tentara dan polisi Afghanistan sebagai unsur penting sebelum pasukan asing itu pada ahirnya ditarik.[ant/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya FUI dan FPI Tolak Keras Kedatangan Artis Porno Internasional
Tulisan selanjutnya FPI Ancam Usir Produser KK Dheeraj

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Berita
31 Agustus 2026 21:23
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?