Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Melengkapi Spirit Perjuangan di Pernikahan Mubarak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Desember 2010 08:16
Bagikan
Saat Khutbah nikah
Bagikan

Hidayatullah.com–Ahad (26/12) matahari bersinar terang. Sempurna, menyinari kampus yang masih lekat dengan suasana alam ini. Hari yang cerah. Secerah wajah-wajah peserta Pernikahan Massal Mubarak angkatan ke-II di ruang utama Masjid Agung Ummul Quraa Pondok Pesantren Hidayatulllah Kota Depok, Jawa Barat.    

Sang penghulu dari Kecamatan Sukmajaya, H. Syamsuri, hadir tepat waktu mengendarai motor. Mengenakan batik sulaman kuning, sisiran klimis dibalut kopiah hitam, berkacamata, ia menenteng tas besar. Syamsuri disambut hangat pagar “ayu”.

Sepanjang acara akad nikah, keringat tak berhenti mengucur dari dahi pria yang sudah beruban ini. Ia menuntun para peserta mengucapkan akad nikah. Tidak ada pengulangan. Lancar. Tandas. Hanya memakan waktu sekitar 1 jam saja untuk 6 orang mempelai.  

Sementara di sisi yang lain, senyum mengembang sempurna di wajah 6 orang pasang santri putra dan putri Pondok Pesantren Hidayatullah dari berbagai wilayah di Jawa Barat ini.

Mereka berjejer rapi, duduk bersila di shaf paling depan. Pakaian putih-putih yang dikenakan, ditambah hiasan bunga di dada kiri, menampakan kebersahajaan. Bersih kemilau.

Baca Juga

Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

Pun demikian dengan mempelai wanita. Di dampingi ibu pendiri Hidayatullah Ustadzah Aida Chered, keenam mempelai berada tidak jauh dari mempelai laki laki. Tidak bersanding. Memang beginilah pernikahan di Hidayatullah. \”Dikepung\” puluhan ibu-ibu, mempelai wanita tampak kepanasan. Kipas yang tersedia tidak cukup untuk mengusir hawa itu. Tapi yang pasti, senyum mereka terus mengembang. Matanya berbinar-binar.

Keluarga besar keenam mempelai hadir sebagai sahibulbait bersama ratusan undangan, menjadi saksi hari bersejarah pada acara yang sudah menjadi tradisi ormas Hidayatullah ini sejak dahulu.

Acara berjalan lancar. Namun sempat terjadi “kecelakaan” kecil saat menjelang akad nikah. Amri Kasim bin Kasim Thahir, 24 tahun, asal Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur, salah satu peserta yang duduk di urutan akhir mengikrarkan akad, tampak kerap kali menundukkan pandangan seraya menjejali jari jemarinya. Sesekali ia mengumbar senyum jumawa. Ratusan pasang mata yang menatapnya ketika itu membuat dirinya sedikit grogi.

“Iya, tegang. Campur bahagia,” katanya kepada Hidayatullah.com, ketika ditanya perasaannya.

Surat Belum Lengkap

Dari 6 peserta itu, Amri ternyata peserta yang belum lengkap betul mengurus administrasi. Waktu yang mepet dan penawaran menikah yang mendadak, dekat sebelum acara dihelat, membuat pria murah senyum ini agak keteteran mengurus surat-surat.

Tak pelak, hingga detik-detik akad, surat belum jua tiba di tangan penghulu. Amri diserang rasa galau di hati. Penghulu masih bertanya-tanya perihal surat-surat administrasi.

“Saya belum terima semua berkasnya,” kata penghulu.

Surat sebenarnya telah selesai diurus, tapi karena kendala teknis, surat-surat pun belum dapat diterima hingga hari-H tiba.

Panitia menjelaskan duduk persoalan kepada penghulu. Sementara hadirin menunggu, suasana kian henyak. Akhirnya penghulu siap menikahkan dengan syarat, surat harus segera diurus dan menyusul secepatnya.

\”Saya pikir, saya tidak jadi nikah. Namun ternyata, Alhamdulillah, semua dimudahkan,\” ucap Amri penuh syukur.

Amri adalah dai yang bertugas di Pesantren Hidayatullah Karawang, Jawa Barat. Dia guru di sana. Sebelumnya, ia tak tahu menahu siapa sebenarnya kelak wanita yang akan menjadi istrinya. Sebab hal ini memang hanya diketahui oleh panitia. Sedangkan peserta hanya bisa mengetahui nama pasangan mereka jelang beberapa hari pernikahan. Amri akhirnya mempersunting dara cantik asal Surabaya, Anjasari Kustantia.

“Pacaran itu memang terasa indah setelah menikah,” selorohnya sumringah.

Ustadz Nasfi Arsyad, Lc dalam taushiah pernikahan, memaparkan, pernikahan massal mubarak yang telah sejak lama menjadi tradisi Pesantren Hidayatullah ini tak sekedar ingin tampil beda dari yang lain. Namun ada muatan dakwah dan perjuangan di sana.

Paling tidak, kata Nasfi, ada 3 hal yang menjadi dasar pijakan pernikahan yang digelar Hidayatullah selama ini.

Pertama, kata dia, pernikahan di Hidayatullah adalah pernikahan untuk membedakan antara pernikahan yang digelar oleh orang Muslim dan bukan orang Muslim.

Kedua, orang yang menikah di Hidayatullah dengan pesertanya yang tidak saling kenal sebelumnya, tidak ada pacaran, adalah untuk membedakan antara orang yang mengerti Islam dan orang tidak paham Islam.

Ketiga, orang yang menikah di Hidayatullah adalah mereka yang paham dakwah dan perjuangan dalam menegakkan peradaban Islam.

“Allahuyarham Abdullah Said tentu saja tidak sekedar mau tampil beda dengan mengadakan pernikahan massal mubarakah semacam ini, tapi ada nilai-nilai perjuangan di dalamnya,” kata salah satu Pengurus Pusat Hidayatullah ini.

Peserta Pernikahan Massal Mubarak ini adalah Ahmad Maghfur dengan Emi Nur Aqidah, Edirman dengan Imroatus Sholehah, Usman Abdul Hamid dengan Khairunnisa, Yusran Yauma dengan Hariyanti, Rusdin Mancu dengan Firliwati Hippy, dan Amri Kasim dengan Kustantia Anjasari.

Peserta pernikahan ini relatif anak-anak muda. Semoga spirit perjuangan kian membara, ditemani sang kekasih hati. Amiiin. [ain/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pendidikan Islam Masih Diremehkan
Tulisan selanjutnya Jadikan Membaca al-Qur’an Sebagai Gaya Hidup!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Rektor UIN Tulungagung: Jangan Jauhkan Anak dari Masjid

Berita
4 Agustus 2026 07:00
Kebohongan Profesor Cambridge Jason Arday yang Diungkap Media
Masjid Perlu Dikondisikan sebagai Tempat Berkumpul Anak Muda
Perbaiki Kepengasuhan Pesantren, Muhammadiyah Bekali Musyrif dengan Keterampilan Psikologi Remaja
Dituduh Plagiat Profesor Kulit Hitam Termuda Cambridge Mengundurkan Diri

Terbaru

  • Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an
  • Erdogan Buka Pintu Bagi Negara Sahabat Gabung Perjanjian Pertahanan Makkah
  • Tiga Negara Muslim Bersatu, Serangan ke Satu Negara Dianggap Serangan ke Semua
  • Nasyiatul Aisyiyah Gelar Muktamar ke-15, Dihadiri 6.700 Kader
  • Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
  • Serangan Houthi Lukai 11 Orang, Koalisi Saudi: Sengaja Targetkan Sipil
  • Menko Pangan: Ponpes dengan 1.000 Santri Lebih Boleh Bikin SPPG
  • Investigasi Drop Site: Ada Pejabat PBB Jadi Informan ‘Israel’
  • Mayoritas Orang Amerika Menentang Perang AS-Iran, Menurut Jajak Pendapat Reuters/Ipsos
  • Kebohongan Profesor Cambridge Jason Arday yang Diungkap Media

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?