Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rusuh, Pemerintah Tunisia Tutup Sekolah dan Universitas

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Januari 2011 15:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sekolah-sekolah dan universitas-universitas di Tunisia tutup akibat  protes yang dipicu semakin tingginya pengangguran dan biaya hidup. Menteri Pendidikan memerintakan untuk menunda seluruh kelas pada hari Selasa  setelah adanya kerusuhan di beberapa kota sehari sebelumnya.

Kerusuhan terbaru terjadi hari Senin, termasuk di beberapa kampus di Tunisia  ketika sekutu secara resmi mengatakan satu siswa terluka dan beberapa siswa ditahan. Beberapa siswa mengadakan unjuk rasa atas salah satu halaman di Facebook yang menunjukkan bendera Tunisia yang di nodai darah.

“Setelah adanya masalah dalam beberapa hal, telah diputuskan untuk menunda seluruh kelas dari hari Selasa hingga ada keputusan baru,” ujar Menteri Pendidikan mengumumkan .

“Sambil menunggu kesimpulan dari pertanyaan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas vandalism yang yang telah terjadi, ujian di universitas-universitas ditunda hingga beberapa hari ke depan,” tambahnya.

Federasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia (FIDH) yang bermarkas di Paris mengatakan sekurang-kurangnya ada 35 orang yang terbunuh dalam kekerasan yang terjadi selama akhir pekan setelah kelompok keamanan menembak para demonstran, pihak FIDH meminta semua untuk menahan diri.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami telah mendata nama dari 35 orang tersebut,” Souhayr Belhassen, Presiden FIDH mengatakan pada  AFP.

“Angka total sangatlah tinggi. Sekitar 50, tapi itu hanya perkiraan.”

Bagaimanapun, pihak  berwenang mengatakan 14 orang yang telah terbunuh akibat tindak kekerasan, bagian dari tindakan pihak keamanan  utuk membela diri.

Sebelum protes akhir pekan, jumlah korban tewas diperkirakan empat, termasuk 2 orang yang bunuh diri.

‘Tindakan Berlebihan’

Pihak keamanan dituduh telah menggunakan tindakan berlebihan untuk melawan para demonstran.

Belhassen mengatakan jika jumlah korban “meningkat secara tragis” setelah protes akhir pekan di daerah Regueb, Thala dan Kasserine,  –daerah pertanian dengan angka pengangguran kaum muda yang tinggi–  masih banyak lagi  yang terluja “tidak bisa di hitung.”

Lembaga Internasional lainnya, Amnesti Internasional, memperkirakan 23 orang “terbunuh oleh pihak keamanan” selama terjadi unjuk rasa menentang pemerintahan pada hari Sabtu dan Ahad.

Unjuk rasa sebenarnya jarang terjadi di Tunisia, yang hanya memiliki dua presiden sejak merdeka dari Prancis 55 tahun yang lalu.

Persatuan Eropa, Prancis, PBB dan Amerika memperingatkan dan mengingatkan pemerintrahan Presiden Zine El Abidine Ben Ali untuk menunjukkan sikap tegas.

Kegelisahan mendorong Ben Ali untuk mengumumkan penciptaan 300.000 lapangan pekerjaan dalam pidator di sebuah televisi pada hari Senin, 50.000 telah dijaminkan untuk daerah. Dia juga mengadakan konfrensi nasional untuk membicarakan masalah lapangan pekerjaan di bulan Februari.

Secara resmi rata-rata pengangguran di Tunisia mencapai 14 persen, tetapi persentase dari yang telah lulus namun tidak bekerja dilaporkan dua kali lipatnya.

Ben Ali juga menyebut para demonstran dengan sebutan “kelompok preman”, menyebut jika mereka telah dijual pada “kelompok ekstrimis, teroris dan dimanipulasi oleh pihak asing.”

Sementara itu, Tunisia memanggil duta besar Amerika Gordon Gray pada hari Senin setelah minggu lalu Washington mengutuk tindakan keras pada para demonstran.

“Kami bertanya-tanya mengenai reaksi pihak berwenang Amerika mengenai sebutan demokrasi yang damai, selama butiran Molotov yang dilempar tempat yang dirusak dan dibakar,” ujar Saida Chtioui, Sekretaris Mentri Luar Negeri Tunisia. [ajz/cam/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenkominfo: Uang Rakyat Indonesia Untuk RIM
Tulisan selanjutnya Pembunuhan Gubernur Pakistan Satukan Kelompok Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis

Berita
8 Juni 2026 17:58
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
Suriah Buru Pelaku Kejahatan Perang, Eks Komandan Assad Ditangkap
Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan

Terbaru

  • Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
  • Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?