Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Akademisi Mesir Minta AS Desak Mubarak Mundur

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 4 Februari 2011 17:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kalangan akademisi di Mesir sepakat bahwa kekuatan Presiden Husni Mubarak yang sedang dilanda prahara saat ini berada di tangan pemerintah Amerika Serikat (AS) pimpinan Presiden Barack Obama.

“Tak bisa dipungkiri, AS memiliki peranan penting dalam krisis politik di Mesir. Oleh karena itu bila AS meminta Mubarak mundur, ia akan mendengar,” kata akademisi Mesir, Prof Dr Adly Rashad, dalam perbincangan dengan ANTARA di Kairo, Jumat.

Pakar kebudayaan dari Universitas Al-Azhar Kairo itu mendesak Washington untuk berpikir ulang mengenai dukungannya kepada rezim Mubarak.

Pernyataan senada diutarakan analis politik dari Universitas Kairo, Prof Dr Mohammed Ezzat.

“Bertahannya Mubarak di pucuk kekuasaan karena ia masih merasa didukung AS. Nah, Washinton hendaknya mendengar aspirasi masyarakat Mesir yang menuntut hengkangnya Mubarak,” katanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ia menilai, Washington terlalu berlebihan mempertahankan rezim Mubarak dengan alasan yang terkesan dibuat-buat seperti kekhawatiran berkuasanya Ikhwanul Muslimin.

“Unjuk rasa saat ini bukan semata didalangi oleh Ikhwanul Muslimin, tapi hampir semua komponen masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Omar Sharif, bintang film kesohor Mesir juga mendesak AS dan Uni Eropa untuk membujuk Mubarak mundur.

“Selama 30 tahun sudah AS dan Uni Eropa mendukung rezim Mubarak, kini sudah saat meminta dia mundur,” kata Omar kepada jaringan televisi Al Arabiya, Kamis.

Penuntutan Mubarak mundur semakin meluas di Mesir termasuk Asosiasi Dokter Mesir dan Perhimpunan Artis Mesir.

Prof Rashad menyambut baik inisiatif AS berunding dengan pemerintah Mesir mengenai pengalihan kekuasaan .

“Mubarak tampaknya sudah memberi lampu hijau untuk mengundurkan diri. AS hendaknya mengambil ini sebagai momentum untuk pengalihan kekuasaan,” kata Prf Rashad, merujuk pada wawancara jaringan televisi AS ABC dengan Mubarak pada Kamis.

Dalam wawancara itu, Mubarak mengungkapkan bahwa ia siap mundur namun khawatir bakal terjadi kevakuman kekuasaan sehingga menimbulkan kekacauan.

Sementara itu, bentrokan antara pro dan anti-Mubarak masih sengit hingga Jumat (4/2) dini hari di Bundaran Tahrir, pusat kota Kairo.

Wartawan dihambat memasuki Tahrir, tempat dipusatkannya unjuk rasa tersebut.

Beberapa wartawan termasuk dari Israel dan Belgia ditangkap karena dianggap melanggar jam malam, yang diberlakukan mulai pukul 15.00 hingga pukul 08.00 waktu setempat sejak Jumat (28/1) pekan lalu. *

Foto: ant/rtr

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ulama Aceh Serukan Doa untuk Kedamaian Mesir
Tulisan selanjutnya Rupert Murdoch luncurkan koran digital The daily

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Qatar: Negara Teluk Jangan Hanya Andalkan Perlindungan AS

Berita
8 September 2026 13:17
Zionis Terus Targetkan Anak, Serangan ‘Israel’ di Lebanon Tewaskan Hampir 800
‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat
Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis

Terbaru

  • Anwar Ibrahim Serukan BRICS untuk Tolak Penjajahan dan Terorisme ‘Israel’
  • Bukan Sekadar Ngaji, Ini Cara Baru Belajar Islam ala SPI
  • Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
  • Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
  • Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
  • QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad
  • Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
  • Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?