Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Eksodus Jemaat Gereja Selepas Skandal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Februari 2011 10:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Puluhan ribu penganut agama Roma-Katolik Eropa berbondong-bondong meninggalkan gereja sebagai akibat skandal pelecehan seksual.

Angka persisnya adalah: Belanda 23 ribu, Jerman 123 ribu dan Austria 80 ribu. Ini baru angka dari tahun lalu saja. Yang di Jerman berhubungan dengan pendapatan gereja, sementara yang di Belanda diakibatkan rusaknya citra gereja.

Angka di Belanda ini dipublikasikan Kaski, sebuah pusat kajian agama dan kehidupan masyarakat Universitas Radboud Groningen. Ini terjadi terutama di kalangan muda, usia 20 hingga 40 tahun.

Sementara di tahun 2009, jumlah orang yang meninggalkan gereja hanya seperempatnya.

Menurut Kaski, jumlah ini masih akan bertambah karena tidak semua paroki bersedia memberi angka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jemaat meninggalkan gereja terutama karena berita-berita tentang pelecehan seksual. Tapi menurut Jean-Pierre Wils, guru besar teologi Belanda, itu bukan satu-satunya alasan:

“Seseorang yang sebelumnya tidak pernah berpikir untuk meninggalkan gereja, tidak akan melakukannya karena satu alasan itu. Sementara di lain pihak, orang yang sudah berpikir untuk hengkang, cuma mencari-cari alasan tambahan untuk memutuskan hubungan dengan gereja,” ujar Jean Pierre Wils dikutip Radio Nederlan. 

Memperkuat

Bagi Jean-Pierre Wils, batasnya adalah dua tahun lalu ketika gereja memutuskan kembali mengampuni persaudaraan Pius X (http://www.stpiusx.be/). “Saya tidak sudi jadi anggota organisasi yang mentolerir ekstrimis macam itu,” demikian Wils. Skandal pelecehan seksual baginya hanya memperkuat alasan meninggalkan gereja.

Wils bisa menilai situasi Eropa dengan baik karena dia lahir di Belgia, bekerja di Belanda dan tinggal di Jerman.

Sementara di Belanda gelombang eksodus meninggalkan gereja sudah berlalu, di Jerman dan Belgia masih berlangsung.

“Di Jerman, setiap tahunnya ada saja orang membatalkan keanggotaan karena harus membayar pajak gereja. Di Belgia, hal ini juga berlangsung cepat.” Situasi di Belgia bisa diikuti di internet. Banyak forum online dimana sesama warga Belgia memberi saran tentang hal tersebut.

Masa Lalu Suram

Salah satu yang membuka mulut di forum adalah John Kessel (55). Ia orang Belanda, namun tinggal di Belgia. Bertahun-tahun lamanya Kessel menjadi korban pelecehan seksual seorang bruder dari biara Saint Louis di sebuah desa Belanda, Oudenbosch.

Ia memutuskan menuangkan kisahnya dan meninggalkan gereja di (), untuk meninggalkan masa lalunya yang tercoreng. Namun ia terhambat peraturan gereja.

“Saya mendengar dari keuskupan Breda bagaimana caranya menarik diri dari daftar jemaat di gereja. Namun ternyata itu belum cukup. Nama Anda diberi keterangan tambahan dalam daftar jemaat. Pesannya adalah, Anda harus memikirkan sesama manusia dan kekristenan Anda, serta melupakan boneka-boneka berkedok uskup itu,” ujar Kessel. 

Angka Relatif

John Kessel tidak mau lagi bersusah payah untuk membatalkan keanggotannya di gereja. Ia sudah menjauh dari gereja, namun tetap beriman. Ceritanya juga menunjukkan bahwa angka jemaat yang meninggalkan gereja Roma Katolik relatif kecil.

Di tahun 2009 ada sekitar 4.212.000 jemaat yang terdaftar di gereja katolik Belanda. Mundurnya 23 ribu orang tidak membawa dampak finansial buat gereja Katolik Roma.

Tapi di Jerman lain lagi, karena itu akan berdampak pada bekurangnya subdsidi terhadap gereja. Di Belanda, ada dana pemerintah untuk pemeliharaan monumen dan pendirian proyek sosial kemasyarakatan, dan itu tidak bergantung pada jumlah jemaat yang terdaftar. Menurut penelitian tahun lalu, ada 1700 warga katolik yang menghentikan keanggotaannya.

Selibat

Pengunduran diri jemaat di Belanda, Belgia, Jerman, Swiss dan Austria menurut teolog Jean-Pierre Wilss tidak membawa perubahan besar.

“Semua seruan, misalnya pekan lalu dari wakil parlemen Jerman untuk menghapus selibat, ternyata ditolak mentah-mentah. Saya rasa semua orang yang memimpikan gereja menjadi lebih liberal harus siap menerima kenyataan bahwa semua itu cuma ilusi. Institusi ini tidak akan berubah,” ujar Wills. *

Foto: bilerico.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hati-hati, 10,46 Persen Kosmetik Berpewarna Dilarang
Tulisan selanjutnya Aku Selamat Dari Paksaan Pak Yohanes!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat

Terbaru

  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?