Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Uang Israel Menggoda Penduduk Gaza

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 16 Februari 2011 20:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Mahmud menyesali hari di saat dia menerima uang dari seorang tentara Israel untuk biaya pernikahannya. Tindakannya itu harus dibayar dengan penjara seumur hidup.

Pemuda berusia 24 tahun itu adalah satu dari puluhan orang Palestina yang dikurung dalam penjara oleh pemerintah Hamas yang memerintah di Jalur Gaza, akibat menjual informasi kepada pihak Israel tentang aktivitas para pejuang di wilayah pesisir itu.

Sebagian dari mereka bahkan mau “dibeli” oleh Israel dengan uang sekedarnya, hanya beberapa ratus shekel (sekitar 80 dolar atau 60 euro) saja.

Bagi Mahmud, masalah keuangan telah membawanya pada jalan terjal yang licin menuju penjara.

“Saya sedang berjalan dekat rumah di daerah Gaza utara, tidak jauh dari perbatasan dengan Israel, ketika saya diberhentikan oleh pasukan khusus Israel dan ditanyai,” cerita Mahmud, sambil meringkuk di pojokan selnya.

Baca Juga

OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

“Saat kami bicara, agen mata-mata menanyai saya, apa yang saya kerjakan di sana. Saya katakan bahwa saya sedang tertekan, karena hari pernikahan saya tinggal beberapa bulan lagi, sementara saya tidak punya cukup uang untuk membiayainya,” papar Mahmud.

“Dia bilang pada saya, ‘bekerjalah untuk kami dan kami akan memberimu uang’.”

“Kemudian dia memberi saya uang 1.000 shekel (275 doalr atau 200 euro), sebuah SIM card [kartu telepon selular] Israel dan mengatakan bahwa mereka akan mengajukan beberapa pertanyaan yang harus saya jawab. Setiap kalinya mereka akan memberikan sejumlah uang yang sama, sehingga bisa saya pakai untuk membiayai pernikahan,” kata Mahmud, matanya menatap ke tanah.

Mahmud menyanggupi

Sebagaimana direncanakan, sebulan sebelum pernikahan Mahmud dipanggil oleh seorang pejabat Israel. Dia diminta untuk mengawasi pergerakan dua orang tetangganya yang merupakan anggota sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin Al-Qasam.

“Saya berusaha berbohong, tapi sepertinya dia sudah tahu semuanya,” katanya sambil mengangkat bahu.

Mahmud bekerja untuk Israel kira-kira selama satu tahun, sebelum akhirnya ditangkap pada tahun 2008 karena ketahuan oleh sepupunya, yang diyakininya bekerja untuk pemerintah Hamas.

“Saya mengakui semuanya,” kata Mahmud.

Teman satu selnya, Shadi, yang telah menjalani satu dari tujuh tahun masa hukuman, mengatakan bahwa dia direkrut dengan cara yang sama, setelah ditangkap oleh pasukan Israel di dekat perbatasan.

“Saya setuju karena takut dan karena saya perlu uang,” kata pemuda berumur 21 tahun itu. Seorang agen intelijen Israel memberinya uang 500 shekel (135 dolar atau 100 euro) dan sebuah SIM card Israel.

“Dia meminta informasi tentang tempat-tempat dari mana mereka menembakkan roket-roket (ke Israel) dan nama-nama orang yang bertanggungjawab atas penembakan itu,” kata Shadi yang merupakan mantan anggota Hamas.

“Saya punya banyak teman di Hamas dan Brigade Al-Qassam. Petugas itu menanyai saya tentang mereka dan selalu tahu jika saya bohong.”

Suatu hari saat akan menemui orang Israel yang menjadi penghubungnya di dekat perbatasan, dia berpapasan dengan sekelompok pejuang yang sedang dalam perjalanan untuk menembakkan roket. Pihak Israel berhasil menangkapnya lebih dahulu.

“Saya mengatakan semua padanya,” kata Shadi.

Direktur penjara Nasser Suleiman, yang menyebut lembaganya sebagai pusat reedukasi, mengatakan ada sekitar 40 tahanan yang dipenjara karena bekerjasama dengan Israel.

“Kami menyadari bahwa masalah ekonomi, yang disebabkan oleh blokade, merupakan faktor penekan utama bagi orang-orang yang mau bekerjasama,” kata Ihab Al-Ghussein, jurubicara Kementerian Dalam Negeri, merujuk blokade Israel atas Jalur Gaza sejak tahun 2006.

Kesulitan ekonomi atau tidak, Hamas bertekad memerangi siapa saja yang diyakini bekerjasama dengan Israel.

Di bulan Desember tahun lalu contohnya, sebuah pengadilan militer Hamas menghukum tiga orang laki-laki karena bekerjasama dengan Israel. Satu orang dijatuhi hukuman mati, dua lainnya dipenjara. Sebelumnya pada bulan April dua orang dieksekusi. Eksekusi itu menjadi yang pertama sejak Hamas memegang kekuasaan di Gaza pada 2007.

Pihak keamanan Israel secara rutin mengumpulkan para informan Palestina mereka di wilayah  pendudukan, guna mencegah serangan dan memburu para pemimpin kelompok pejuang Palestina.

Sebagaimana dilansir Middle East Online (11/2), Human Rights Watch mengatakan, Hamas mengeksekusi sedikitnya 32 orang tersangka informan dan lawan politik, serta melumpuhkan puluhan lainnya selama dan setelah 22 hari serangan Israel ke Gaza yang berakhir pertengahan Januari 2009.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Sayangkan Pemberitaan Tendensius
Tulisan selanjutnya Jumat, Umat Islam Apel Siaga Tuntut Pembubaran Ahmadiyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Mimbar

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin

Mimbar
3 Juli 2026 11:27
Pemerintah, DPR, dan MUI Sambut Positif Wacana RUU Pidana LGBT
MUI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Dakwah
Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara

Terbaru

  • Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”
  • BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
  • OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
  • DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji
  • Pemkot Bukittinggi Gandeng HDM Persempit Ruang Gerak LGBT dan Berantas Narkoba
  • UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
  • MUI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Dakwah
  • Pemerintah, DPR, dan MUI Sambut Positif Wacana RUU Pidana LGBT
  • Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?