Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Erekat: Perunding Palestina Orang Pribumi

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 6 Maret 2011 00:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Semua staf anggota tim perunding PLO adalah orang Palestina asli, demikian dikatakan kepala perunding PLO yang mengundurkan diri, Saeb Erekat, Jumat (4/3).

Hari Kamis kepada Maan, anggota Komisi Pusat Fatah, Nabil Sha’ath, mengatakan Unit Pendukung Negosiasi akan direstrukturisasi sehingga hanya dijalankan dan didanai oleh orang Palestina. Orang asing yang menjadi staf telah diberhentikan dan kontrak lembaga itu dengan perusahaan Inggris tidak lagi diperbaharui.

Unit Pendukung Negosiasi dibentuk tahun 1989 dengan dana berasal dari Eropa dan dipimpin oleh Institut Adam Smith yang bermarkas di London.

“Kami mempertimbangkan kembali kinerja perusahaan itu, mengakhiri pekerjaannya dan memberhentikan pegawainya,” kata Sha’ath.

Seorang jurubicara Unit Pendukung Negosiasi mengatakan bahwa kontrak Institut Adam Smith telah berakhir lebih dari satu tahun lalu dan tidak diperpanjang.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Sementara itu anggota Komite Pusat Fatah, Hanna Amirah, mengatakan bahwa dulu ada 25 orang asing yang bekerja di sana, tapi mereka sudah dipecat.

Seorang pejabat Unit Pendukung Negosiasi yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, pernyataan Amirah adalah “pernyataan paling memalukan yang dibuat oleh anggota PLO.”

Menurut pejabat itu, staf yang bekerja di sana  semuanya selalu orang Palestina, sebagian tidak punya kartu identitas karena pendudukan Israel. Ditambahkan pula olehnya, adalah “masalah besar” jika Amirah menganggap orang Palestina yang tinggal di Israel, misalnya, bukanlah bangsa Palestina.

Erekat menegaskan bahwa semua pegawai di lembaga itu adalah orang Palestina, tanpa mempermasalahkan di mana mereka tinggal. Sebagian adalah pengungsi yang tinggal di pengasingan dan sebagian lain meninggalkan universitas-universitas ternama di dunia untuk menyumbangkan tenaga mereka pada PLO.

Erekat menuntut agar kampanye menjelek-jelekkan lembaga negosiasi yang katanya hanya melayani kebutuhan penjajah Israel itu diakhiri.

Unit negosiasi PLO mendapat sorotan tajam setelah sejumlah dokumen yang bocor ditampilkan stasiun televisi Al-Jazeera. Dokumen-dokumen itu mengungkap laporan rahasia, termasuk catatan pertemuan tertutup yang dilakukan oleh PLO selama negosiasi dengan Israel. Dari sana terungkap bahwa para perunding Palestina menawarkan konsensi tanpa syarat kepada Israel, termasuk terkait status kota Yerusalem dan hak-hak pengungsi.

Akibat kebocoran dokumen tesebut, Erekat kemudian mengundurkan diri. Dia bersikukuh mengatakan bahwa dokumen yang bocor tersebut bukan berasal dari kantornya.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Protes Anti-Pemerintah Pecah di Bahrain
Tulisan selanjutnya Kepemimpinan Ramzan Kadyrov Diperpanjang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Berita
2 September 2026 20:16
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?