Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sekjen PBB Kecam Pertempuran di Libya Barat

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 24 Maret 2011 07:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengecam aksi penggunaan kekuatan di Libya barat, wilayah tempat pasukan Pemerintah terlibat bentrokan dengan gerakan oposisi penentang pemerintahan Muamar Gaddafi.

Sekjen PBB, seperti yang disampaikan juru bicaranya, Martin Nesirky, di Markas Besar PBB, New York, Rabu (23/3), mengecam penggunaan kekuatan di Libya bagian barat itu, termasuk di kota Zintan dan Misrata.

“Sekali lagi, ia  meminta semua pihak untuk segera mengakhiri kekerasan, seperti yang diamanatkan oleh resolusi Dewan Keamanan 1970 dan 1973, yaitu kewajiban untuk melindungi warga sipil,” kata Nesirky.

Sekjen PBB juga mengingatkan siapapun yang melanggar hukum kemanusiaan internasional harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Resolusi 1973 yang disahkan pekan lalu oleh Dewan Keamanan melalui pemungutan suara –10 anggota mendukung dan lima lainnya abstain, antara lain mendesak gencatan senjata segera dilakukan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Resolusi juga memberi izin bagi negara-negara anggota PBB untuk melakukan langkah apapun yang diperlukan –termasuk penetapan zona larangan terbang di Libya– guna melindungi warga sipil Libya yang belakangan ini menghadapi penggunaan kekerasan oleh pasukan Pemerintah dalam upaya meredam gelombang protes mendesak Qadhafi mundur.

Sementara itu persekutuan militer beranggotakan 28 negara, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), menyebutkan bahwa enam kapal perang yang didukung pesawat pada Rabu telah mulai melakukan patroli di perairan dekat Libya untuk memperkuat pelaksanaan embargo senjata yang dikenai PBB terhadap rejim Muamar Qadhafi.

Pesawat patroli serta jet-jet tempur juga sedang mengarah ke wilayah itu untuk melakukan pengawasan jarak jauh dan menyergap pesawat-pesawat terbang yang dicurigai membawa persenjataan ke Libya.

Menurut organisasi militer internasional itu, dalam laman internetnya menyebutkan kapal-kapal perang tersebut akan tetap berada di perairan internasional dan tidak akan masuk ke wilayah perairan Libya.*

Keterangan foto: Para pemberontak berlari mencari perlindungan saat mortir dari pasukan pendukung Qadhafi menghujani mereka di luar kota Ajdabiya, selatan Benghazi/AP

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pejuang Hamas dan Israel Saling Lepaskan Serangan
Tulisan selanjutnya Bom Meledak di Pusat al-Quds

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Berita
31 Agustus 2026 06:08
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?