Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tahap Legalisasi Perkawinan Homo di Inggris Maju Selangkah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Februari 2013 10:01 10:01 am
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Februari 2013 10:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Majelis rendah parlemen Inggris hari Selasa (5/2/2013) mendukung legalisasi perkawinan sesama jenis, lansir Euronews.

Rancangan undang-undang itu disetujui oleh 225 suara, sementara sejumlah anggota parlemen asal partai berkuasa, Konservatif, menolak untuk mendukung RUU tersebut.

Legalisasi perkawinan homoseksual tersebut masih harus melalui beberapa tahap untuk menjadi undang-undang.

Menyusul pemungutan suara di majelis rendah parlemen Inggris itu, Perdana Menteri David Cameron mengatakan, pengakuan atas perkawinan homoseksual merupakan “sebuah langkah maju” yang penting bagi negara Inggris.

Legalisasi perkawinan homoseksual ini nantinya mengecualikan Church of England dan Church of Wales. Kedua gereja itu dilarang menggelar perkawinan sejenis, meskipun gereja-gereja lainnya diperbolehkan. Tidak jelas mengapa pengecualian itu dibuat. Church of England adalah lembaga otoritas tertingi agama Kristen Anglikan yang merupakan agama resmi Kerajaan Inggris dan mayoritas bangsawan Inggris.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pengecualian dua gereja terbesar Kerajaan Inggris itu dari menggelar perkawinan sejenis disesalkan sejumlah pihak, antara lain oleh Sharon Ferguson dari Metropolitan Community Church.

“Church of England dan Church of Wales diberitahu bahwa adalah ilegal bagi mereka untuk melakukan hal itu (menggelar perkawinan homoseksual-red). Saya punya banyak teman di Church of Englas dan Church of Wales yang saya tahu mereka akan sangat, sangat kecewa dan terluka dengan hal itu. Dan saya mengerti apa yang mereka rasakan,” kata Ferguson.

Perkawinan homoseksual di Ingris sebenarnya sudah diakui lewat “civil partnership”, namun dengan peraturan itu mereka tidak bisa menggelar perkawinannya di gereja. Dan hal itu menurut sebagian orang merupakan bentuk diskriminasi.

Kelompok Konservatif yang saat ini sedang berkuasa di Inggris dan tidak sedikit yang menentang legalisasi itu, tidak dapat menandingi suara di parelemen dan pemerintah yang lebih banyak mendukung perkawinan homoseksual.

Jika benar-benar lolos, undang-undang tersebut akan mulai berlaku sebelum pemilihan umum 2015.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggap Bukan Panutan, Komnas Kecam MUI
Tulisan selanjutnya MIUMI: Kredibilitas MUI sebagai Pemberi Fatwa Diakui Umat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira

Berita
21 Juli 2026 22:15
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?