Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bahasa Inggris Mursy Jadi Bahan Olok-Olok

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Februari 2013 22:00 10:00 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Februari 2013 22:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Rekaman video yang menunjukkan Presiden Mesir Muhammad Mursy berbicara dengan bahasa Inggris yang kacau dalam pertemuan saat berkunjung ke Jerman beberapa waktu lalu, menjadi bahan olok-olok kelompok oposisi.

Dilansir Al-Arabiya (14/2/2013), pada 30 Januari lalu Mursy memberikan pidato di depan sekitar 200 orang undangan Korber Foundation yang dikenal dengan dukungannya atas pembangunan sosial. Mursy menggunakan bahasa Arab ketika itu, dan dia menyisipkan beberapa kalimat bahasa Inggris dalam penjelasannya. Sayangnya, kalimat bahasa Inggris yang diucapkan Mursy keliru sehingga menimbulkan kelucuan.

“We want to have a civilization ‘versus’ other civilizations, and not against others,” kata Mursy sambil mengisyaratkan “pertentangan” dengan kedua tangannya.

Jelas yang ingin dikatakan Mursy adalah bahwa “kami ingin memiliki sebuah peradaban yang tidak bertentangan dengan peradaban lain.” Dalam kalimatnya, Mursy keliru dalam penggunaan kata ‘versus’ sehingga dia justru mengatakan ingin memiliki peradaban yang ‘melawan’ peradaban lain. Dan sepertinya dia kemudian ingin langsung meralat kalimatnya dengan mengatakan ‘and not against’ (dan tidak melawan / bertentangan). Namun karena tidak ditata dengan baik, maka kalimatnya menjadi kacau.

Ketika menjelaskan bahwa seseorang harus bertanggungjawab atas hak berupa kebebasan yang diberikan kepadanya, Mursy memberikan contoh dengan orang yang mengemudi dalam keadaan mabuk, di mana sesuai peraturan pengemudi yang mabuk saat mengendarai kendaraan harus ditangkap. Namun, lagi-lagi dia menggunakan istilah keliru. “Gas and alcohol don’t mix,” kata Mursy menyimpulkan penjelasannya, yang artinya “Bensin dan alkohol tidak bercampur.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para hadirin yang mendengar perkataan Mursy dalam campuran bahasa Arab-Inggris itu tersenyum, sementara sebagian lainnya terlihat berusaha menahan tawa. Sedangkan Mursy terlihat tetap percaya diri meskipun agak kikuk dan berbicara dengan perlahan sambil tersenyum.

Di laman Facebook tokoh oposisi dari kelompok kiri, Hamdeen Sabahi, terdapat sekitar 7.943 orang yang membagikan tautan perkataan Mursy yang dianggap konyol itu. Tautan tersebut diberi judul “Saksikan skandal terbesar Mursy di Jerman.”

Namun, ada pula yang membela pernyataan Mursy yang meskipun keliru tapi jelas maksudnya tersebut. “Kalian bodoh, dia (Mursy) benar. Di AS mengemudi sambil mabuk adalah ilegal,” tulisnya.

Seorang lainnya mengatakan, Mursy diolok-olok atas kekeliruannya itu karena dia berasal dari Al-Ikhwan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI: Ada Kecenderungan Pemerintah ingin Pisahkan Ulama dengan Auditor
Tulisan selanjutnya Guru Besar UII Nilai Tajul Muluk Lakukan Penistaan Agama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Berita
20 Juli 2026 14:30
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?