Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Saiful Adil Terpilih sebagai Pengganti Usamah

Akbar Muzakki
Terakhir diupdate:
Akbar Muzakki
Dipublikasikan 19 Mei 2011 10:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Saiful-Adil akhirnya terpilih sebagai pemimpin karteker organisasi Al Qaidah menggantikan Usamah bin Ladin yang dikabarkan tewas pada 1 Mei silam.

Terpilihnya mantan perwira pasukan khusus Mesir itu memicu friksi. Sebab, sebelumnya yang santer disebut bakal menggantikan Usamah adalah orang nomor dua di Al Qaidah Ayman al-Zawahiri. Dalam struktur baru itu, jabatan Zawahiri malah “diturunkan” hanya sebagai semacam direktur hubungan internasional.

Padahal, dukungan kepada Zawahiri yang dikenal sebagai orang terdekat Usamah dan juga tokoh paling senior di Al Qaidah itu sudah sangat luas. Pekan lalu, misalnya, para pemimpin Al Qaidah di Iraq dan Yaman secara terbuka menyatakan berada di belakang pria Mesir berusia 59 tahun itu. Diperkirakan, para pendukung Zawahiri itu bakal sulit menerima kepemimpinan Adil meski hanya interim alias sementara.

Kabar terpilihnya Adil itu dilansir CNN berdasar keterangan Noman Benotman, mantan mujahiidin yang pernah memimpin Pejuang Islam Libya, kelompok di Libya yang berafiliasi dengan Al Qaidah, dan kini bermukim di London, Inggris. Benotman mendapatkan informasi tersebut berdasar kontaknya dengan para jihadis melalui forum internet.

Harian The News, Pakistan, sebagaimana dikutip AFP kemarin (18/5), membenarkan bahwa kabar tersebut berdasar sumber di Al Qaidah yang tidak disebutkan namanya. Tidak disebutkan siapa persisnya yang memilih pria yang oleh AS dimasukkan daftar teroris paling dicari dan informasi tentangnya dihargai USD 5 juta (sekitar Rp 42,5 miliar) tersebut. Pemilihan itu dikatakan hanya dihelat di sebuah tempat yang dirahasiakan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Penunjukan Saiful-Adil hanya sebagai pemimpin karteker ini mungkin sebuah pancingan dari Al Qaidah untuk mengetahui bagaimana reaksi para anggota dan kelompok-kelompok yang berafiliasi dengannya jika dipimpin seseorang dari luar Jazirah Arab,” kata Benotman kepada CNN kemarin (18/5).

Reaksi keras itu tampaknya segera bermunculan. Pekan lalu Abu Bakar al-Baghdadi yang baru saja dilantik Zawahiri sebagai Ketua Negara Islam Iraq (ISI), kelompok yang berafiliasi dengan Al Qaidah, secara tegas menyebut Zawahiri sebagai pemimpin baru Al Qaidah.

“Kepada seluruh saudara saya di Al Qaidah yang dipimpin Ayman al-Zawahiri, teruslah berjuang dengan restu Tuhan dan berbahagialah Anda semua memiliki saudara seiman di Negara Islam Iraq,” kata Baghdadi sebagaimana dikutip The Guardian.

Pernyataan senada juga disampaikan tokoh senior Al Qaidah di Semenanjung Arab (AQAP) yang berbasis di Yaman, Rashad Mohammed Saeed Ismail. “Ayman al-Zawahiri adalah kandidat terbaik (untuk memimpin Al Qaidah). Semua sayap Al Qaidah akan mendukung dia dan semua gerakan jihad sepenuhnya memercayai dia,” ujar Ismail.

Evan Kohlmann, seorang peneliti yang mengkhususkan diri pada forum-forum kelompok jihad di internet, juga membenarkan bahwa Zawahiri sudah diakui sebagai pemimpin Al Qaidah. “Sejumlah jihadis sudah menyebut Al Qaidah sebagai “jund al-Ayaman” yang artinya tentara Ayman”, katanya sebagaimana dikutip The Guardian.

Hingga tadi malam, belum ada respons dari Saiful-Adil alias Muhammad Ibrahim Makkawi terkait terpilihnya dia sebagai pemimpin Al Qaidah. Begitu juga halnya soal kemungkinan resistensi yang bakal dihadapinya.

Seperti halnya Zawahiri, Adil yang diperkirakan berusia menjelang setengah abad itu juga dekat dengan Usamah karena pernah sama-sama berjuang melawan pendudukan Uni Soviet di Afghanistan. Dia keluar dari Afghanistan setelah Taliban jatuh pada 2001 dan ditangkap di Iran. Tetapi, sejak setahun terakhir, pria yang dikenal sebagai pakar strategi militer tersebut diyakini sudah kembali ke Pakistan.

Terpilihnya Adil itu juga tidak terlepas dari keengganan anak-anak Usamah mengambil alih kepempinan. Salah seorang yang paling dijagokan, Khaled, juga tewas bersama sang bapak yang diakui Amerika ikut disergap pasukan Navy Seals di Abbottabad, Pakistan. *

Redaktur: Akbar Muzakki
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wakil 18 Negara Ikuti Konferensi Peradaban di Alexandria
Tulisan selanjutnya Umat Islam Wajib “Merebut” Otoritas Ilmu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?