Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Lantunan Al Qur’an Si Gadis Kecil Menjauhkan Pemerkosa

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 5 Juli 2011 22:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–“Setiap kali dia mendekat, saya membaca al Qur’an dan dia kemudian menjauh,” cerita seorang gadis kecil berusia 10 tahun tentang penculiknya.

MMS, begitu insial nama gadis belia itu, diculik ketika acara pesta pernikahan berlangsung di sebuah aula di kota Jeddah.

Pelakunya kemudian diketahui adalah seorang pria menikah dan memiliki lima anak, yang berprofesi sebagai guru. Penculik itu melakukan pemerkosaan berantai sejak tahun 2008.

“Pria itu mengetuk pintu aula. Karena penjaga pintu sedang ke dalam membantu menyiapkan makan malam, saya yang membuka pintunya. Saya menyangka ia tamu,” kata gadis itu memulai kisahnya.

MMS tidak mencuri, karena laki-laki tersebut menenteng sebuah tas di tangannya.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Pria tak dikenal itu kemudian mengajak MMS ikut bersamanya, untuk mengambil hadiah buat pengantin.

“Ketika saya keluar, dia mendekat dan meraih tangan saya. Dia bilang kado-kado lainnya ada di dalam mobil. Dia mengajak saya untuk ikut ke mobilnya yang diparkir dekat pintu masuk aula.”

“Saya menolak, tapi dia memaksa saya ikut dan menyuruh agar tidak berisik.”

“Saya pikir hanya sampai di situ saja. Tapi ternyata dia memaksa saya masuk ke kursi belakang mobil dan saya disuruh berbaring menyembunyikan kepala.”

Penculik mengendarai mobil menyusuri jalan-jalan kota yang tidak dikenali oleh gadis kecil itu.

“Tapi, saya bisa melihat beberapa bangunan seperti tempat biliard dan gedung pernikahan lainnya,” cerita gadis itu, menunjukkan kecerdasannya.

“Ketika kami sampai di rumahnya, dia menyuruh saya naik ke atas, karena ia menyimpan kado di apartemennya. Dia bilang, kami akan kembali ke gedung pernikahan untuk mengantar kado-kado itu.”

“Tapi, begitu saya masuk ke apartemennya, dia mendorong saya ke dalam dan mengunci pintu. Saya tidak tahu dia akan berbuat apa.”

Setelah mengunci pintu, penculik itu mengambil penghisap shisha, sambil membual bahwa ia sangat mengenal ayah MMS. Dia bilang akan menelepon ayahnya supaya tidak khawatir, karena MMS akan diajak pulang setelah pesta pernikahan usai.

“Dia menelepon dengan ponselnya dan bilang kalau dia sedang menelepon ayah. Saya minta agar diperbolehkan bicara dengan ayah, tapi telepon itu langsung dimatikan dan dia memukul wajah saya, menyuruh diam.”

“Pria itu kemudian mulai berusaha memperkosa saya. Saya langsung membaca ayat-ayat al Qur’an. Dia lalu menjauh. Hal itu berlanjut sampai matahari terbit.”

Setelah matahari muncul, si penculik menonton televisi hingga pukul 8 pagi. Lalu dia berkata akan mengantarkan MMS ke sebuah rumah di mana gadis kecil itu bisa bertemu dengan keluarganya.

Ketika MMS dibawa ke mobil oleh si penculik, lagi-lagi gadis itu melakukan tindakan yang sangat cerdas.

“Saya masuk ke mobil. Dia menyuruh agar saya tetap menundukkan kepala. Tapi saya berhasil melihat beberapa gedung, termasuk apotek Al Sudais dan Rap, yang terletak dekat rumahnya. Kami tidak pergi jauh,” cerita MMS.

“Dia menurunkan saya di dekat klinik Al Nahda di distrik Al Muntazahat dan menyuruh masuk ke sebuah bangunan di mana saya bisa bertemu keluarga.”

“Saya masuk, tapi tidak menemukan siapa-siapa. Saya lalu berbalik, tapi dia sudah menghilang.”

Di bangunan rumah itu, gadis kecil lalu melihat seorang pria yang baru pulang dengan membawa beberapa tas. MMS kemudian menghentikannya dan minta pertolongan. Laki-laki tersebut tidak membawa telepon genggam, tapi kemudian ia memanggil taksi dan meminjam telepon sopir untuk menghubungi ayah MMS.

“Dia mengatakan kepada ayah bahwa saya ada bersamanya. Mereka setuju untuk bertemu di suatu tempat. Pria itu kemudian mengantar saya bertemu ayah.”

“Ayah menangis melihat saya,” kenangnya.

MMS adalah korban ke-13 (sebagian menyebutnya korban ke-16), atau korban terakhir dari penculik maniak itu. Petualangan si pemerkosa bisa diakhiri tidak lepas dari kecerdasan murid sekolah dasar itu.

Polisi menggambar sketsa yang nyaris sempurna untuk mengenali lokasi tempat kejadian perkara (TKP) berdasarkan daya ingat MMS.

Sehari sebelum penangkapan, Mayor Sultan Al Malki dari Kepolisian Jeddah mengajak gadis itu menuju daerah sekitar TKP.

Pelaku terlihat sedang berdiri di dekat sebuah toko. Petugas mengarahkan kendaraan mendekati pria itu, agar MMS bisa melihat lebih jelas untuk mengidentifikasinya.

Gadis itu tidak membenarkan bahwa orang tersebut adalah pelakunya. Tapi, ia berkata bahwa orang itu mirip dengan pria yang menculik dirinya.

Siang hari itu polisi tidak langsung menangkap tersangka.

Pada malam hari, polisi mengajak gadis kecil itu mengunjungi lokasi yang sama, untuk memastikan bahwa ia tidak mengenali rumah yang salah.

Kali itu, MMS yakin bahwa rumah yang ditunjukkannya tidak keliru. Ia mengenali rumah pelaku dengan bau shisha yang tercium dari rumah tersebut. Baunya sama seperti yang ia cium selama diculik. Selain itu, dia juga mengenali suara adzan yang dikumandangkan muadzin dari masjid terdekat.

MMS juga mengenali mobil milik pelaku yang dipakai untuk menculik dirinya, yang diparkir dekat rumah itu.

Selang beberapa saat kemudian polisi mendatangi rumah yang ditunjukkan MMS. Mereka meminta tersangka untuk datang ke kantor polisi beberapa menit saja, dengan alasan untuk membuat pernyataan tentang sebuah kecelakaan lalu lintas yang terkait dengan dirinya.

Pelaku tidak mengetahui bahwa di kantor polisi sejumlah gadis muda yang menjadi korbannya telah berkumpul. Begitu ia masuk ke ruang pemeriksaan, semua korban memastikan bahwa pria berusia 43 tahun itu adalah pelaku yang telah menculik dan memperkosa mereka.

Diperkuat contoh DNA yang diambil dari pakaian para korban, polisi Jeddah tanpa ragu mengirim maniak seks itu ke dalam sel penjara, hari Rabu (09/06/2011).

Dengan bantuan kecerdasaan gadis kecil itu, berakhirlah satu kejahatan besar yang meresahkan warga Jeddah selama bertahun-tahun. Dan ia terlindung dari tangan jahanam si pemerkosa lewat lantunan ayat-ayat al Qur’an yang dihapalnya.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ilmuwan Temukan Cara Prediksi Keguguran
Tulisan selanjutnya Suryadharma Ali Kembali Pimpin PPP

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?