Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Semakin Banyak Orang Eropa Bunuh Diri

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 18 Juli 2011 03:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Angka bunuh diri di Eropa naik tajam sejak terjadi krisis perbankan dan banyak orang berjuang mengatasi tumpukan hutang, pengangguran serta pemangkasan layanan publik.

Menurut studi yang dilakukan The Lancet, angka bunuh diri orang Inggris lebih buruk dari rata-rata, di mana terjadi kenaikan 8 persen dibanding kasus bunuh diri antara tahun 2007 dan 2009. Hal ini mengejutkan setelah  sebelumnya terjadi penurunan jumlah kasus per tahun selama hampir satu dekade.

Kesehatan mental paling buruk terjadi di negara Eropa yang terkena krisis paling parah, seperti Irlandia dan Yunani.

Di Yunani, angka bunuh diri naik 16 persen pada tahun 2009 dibanding tahun 2007. Angka itu sudah tinggi, padahal ketika itu belum terjadi krisis seperti yang sedang terjadi belakangan ini, di mana bailout finansial menghantam lapangan kerja, pensiun dan layanan publik.

Irlandia mengalami nasib serupa. Kenaikan angka bunuh dirinya naik sebanyak 13 persen.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Penelitian itu merupakan analisa berskala besar pertama yang mengkaji dampak resesi terhadap kesehatan, dan jelas menunjukkan bahwa banyak pemerintah gagal mengambil pelajaran dari resesi ekonomi sebelumnya.

Negara-negara yang mempunyai program untuk melindungi rakyatnya dan membantu mendapatkan kembali pekerjaan dengan cepat, terbukti sepanjang sejarah  bisa menekan angka bunuh diri selama resesi.

Sebagaimana dilansir Telegraph Jum;at pekan lalu (08/7), penulis terkemuka dan dosen sosiologi di Universitas Cambridge Dr. David Stuckler mengatakan, hasil temuan itu sangat meresahkan.

“Manusia merupakan tragedi sesungguhnya dari krisis ekonomi. Oleh karena itu sangat meresahkan bahwa para pemimpin di pemerintahan tidak hanya gagal berinvestasi dalam program yang melindungi rakyatnya, tapi malah melakukan sebaliknya … Kejadian seperti ini ini sudah menjadi semacam pola selama tiga setengah dekade, tapi tidak pernah ada pelajaran yang diambil darinya,” tegasnya.

Dalam setiap kasus bunuh diri, rata-rata kegagalannya 10 kali. Sementara kasus depresi lebih banyak lagi dan sulit dihitung.

Menurut Dr. Peter Byrne, psikiater dari Rumah Sakit Universitas Newham di London Timur, terdapat peningkatan jumlah pasien yang berusaha melukai diri sendiri atau berusaha bunuh diri, karena terlilit hutang, kehilangan harapan atau ketidakpastian hidup.

Kepala eksekutif Mental Health Foundation Dr. Andrew McCulloch mengatakan, “Layanan dukungan untuk kesehatan, jaminan sosial, perumahan dan pekerjaan harus tersedia untuk menolong orang-orang yang rentan sekarang.”*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lieberman: LSM HAM itu Teroris
Tulisan selanjutnya Pengelola Media Diminta Hormati Bulan Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

Berita
21 Juli 2026 08:51
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?