Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

MILF-Filipina Gagal Berunding

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Mei 2003 06:37 6:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Mei 2003 06:37
Bagikan
Bagikan

Juru runding pemerintah Filipina, Jesus Dureza mengatakan sejumlah penasehat senior Arroyo akan menghentikan perundingan penjajagan dengan kelompok Front Pembebasan Islam Moro (MILF) di Malaysia yang dijadwalkan berlangsung 9 hingga 11 Mei mendatang.

“Perundingan tersebut sudah tidak berarti lagi,” kata juru bicara Arroyo, Ignacio Bunye kepada stasiun televisi ABS CBN.

Dureza mengumumkan pembatalan tersebut setelah berkonsultasi dengan Presiden Arroyo dan sejumlah anggota kabinet pada hari Senin dan menyatakan pemerintah Filipina akan memberikan hadiah senilai hampir sejuta dolar (sekitar delapan miliar rupiah) bagi siapa pun yang dapat menangkap atau membunuh pemimpin MILF, Hashim Salamat serta empat pemimpin lainnya dari kelompok tersebut.

“Kami merekomendasikan pembatalan perundingan perdamaian di Kuala Lumpur,” kata Dureza melalui telefon, Selasa, saat ia menggunakan helikopter militer menuju kota tambang Siocon, kota yang mendapat serangan gerilyawan MILF pada akhir pekan lalu.

“Kita tunggu saja pengumuman (oleh Presiden Arroyo) kemungkinan sore ini,” tambahnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami tetap terbuka untuk kembali ke perundingan penjajagan namun itu masih diperdebatkan dan hanya teori. (perundingan) Itu telah dibatalkan oleh Malacanang (istana presiden),” kata juru bicara MILF, Eid Kabalu kepada stasiun TV setempat.

Menurut Bunye, perundingan perdamaian itu bisa saja digelar kembali di masa-masa mendatang, namun pada saat ini kepentingan pemerintah Filipina adalah melakukan aksi pembalasan terhadap para pelaku serangan atau pemboman.

“Pemerintah Filipina akan memberitahu pemerintah Malaysia mengenai perkembangannya,” kata Bunye.

Arroyo sebelumnya mengharapkan pengaruh Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad untuk membujuk kelompok gerilyawan Muslim untuk menghentikan dukungan mereka kepada teroris, membatalkan tuntutan merdeka dan menerima tawaran pemerintah mengenai pemerintahan otonomi terbatas di Filipina selatan.

Ratusan tentara pemerintah, Senin, dikerahkan ke sebuah kota di Filipina selatan setelah terjadi serangan kelompok gerilyawan Muslim terbesar di sana yang mengakibatkan 25 orang tewas dan belasan lainnya luka-luka. “Kami akan memburu para pelaku serangan itu dan MILF harus menyerahkan mereka ke pemerintah tanpa memberikan ampun bagi mereka yang terlibat,” Arroyo.

MILF memiliki kekuatan 12.500 orang gerilyawan Muslim yang terbesar di Filipina selatan. Sejak kasus WTC, Amerika Serikat memberikan bantuan ekonomi dan militer besar-besaran pada pemerintah Filipina –termasuk halnya di Indonesia– dengan syarat pemerintah setempat mau menekan kelompok Islam. (afp/ant/wpd/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kecaman Keras LKM Menanggapi Erotisme Di Televisi
Tulisan selanjutnya Rakyat Afghan Tolak Pasukan AS dan Inggris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dapat Kartu Pink Pengungsi Myanmar Mulai Diperbolehkan Bekerja di Thailand

Berita
6 Agustus 2026 20:59
Menko PM Luncurkan Program 10 Ribu MCK untuk Pondok Pesantren Seluruh Indonesia
Hadiri Saudi Education Expo 2026, UBN Dukung Penguatan Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Arab Saudi
‘Israel’ Siapkan Invasi Besar-Besaran di Tepi Barat, Ancam Perlakukan Seperti Gaza
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris

Terbaru

  • Erdogan Buka Pintu Bagi Negara Sahabat Gabung Perjanjian Pertahanan Makkah
  • Tiga Negara Muslim Bersatu, Serangan ke Satu Negara Dianggap Serangan ke Semua
  • Nasyiatul Aisyiyah Gelar Muktamar ke-15, Dihadiri 6.700 Kader
  • Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
  • Serangan Houthi Lukai 11 Orang, Koalisi Saudi: Sengaja Targetkan Sipil
  • Menko Pangan: Ponpes dengan 1.000 Santri Lebih Boleh Bikin SPPG
  • Investigasi Drop Site: Ada Pejabat PBB Jadi Informan ‘Israel’
  • Mayoritas Orang Amerika Menentang Perang AS-Iran, Menurut Jajak Pendapat Reuters/Ipsos
  • Kebohongan Profesor Cambridge Jason Arday yang Diungkap Media
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas Akibat Bom di Lebanon Selatan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?