Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Rumah Para Penjaga al-Qur’an

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Juli 2011 10:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Lulus dari salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Banjarmasin, Kalimantan Tengah, tahun 2009 lalu,  Yazid mulai bingung harus melanjutkan pendidikannya ke mana. Pasalnya, Yazid memiliki minat besar di bidang agama. Ia juga ingin sekali menghafal al-Qur’an yang telah dicita-citakanya sejak lulus sekolah menengah. 

Ia sebenarnya sudah mendengar banyak informasi hal ihwal sekolah pendidikan yang bisa mewadahi minatnya itu, tapi rupanya Yazid merasa ragu apakah sekolah yang kelak di pilihnya nanti benar benar kondusif bisa menyalurkan minatnya itu.

Hingga pada suatu hari, datanglah seorang ustadz mengabarkan bahwa ada sekolah yang barangkali cocok buat dirinya. Ustadz tersebut merujuk nama Lembaga Kaderisasi Iman dan Da’I (LKID) yang berada di bawah naungan Yayasan Wadi Mubarak. Tak perlu menungu lama, Yazid pun melabuhkan “cintanya” ke pilihannya tersebut.

“Alhamdulillah, 3 bulan bisa hafal 30 Juz,” aku Yazid ditemui hidayatullah.com sela sela kesibukannya muroja’ah (mengulang-ulang hafalan) di komplek LKID yang beralamat di Jalan Raya Puncak 1/1 Desa Kuta, Kecamatan Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Pria lajang kelahiran Barabai, 6-Juli-1988 ini mengaku mampu menyelesaikan hafalannya dalam tempo yang terbilang singkat itu lantaran ditopang dengan lingkungan LKID yang nyaman, jauh dari kebisingan kota lagi sejuk dengan nuansa alam pegunungan Pasundan.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

“Yang terpenting adalah luruskan niat dan bermujahadah,” akunya, mantap.    

Lain lagi yang dirasakan Saddam Husain Servao Katiri. Pria berusia 19 tahun asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, ini mengaku selalu pindah pindah pesantren di beberapa tempat di tanah jawa karena selalu tidak pas di hati sebelum akhirnya masuk ke LKID. Setelah karam LKID melalui salah seorang kerabatnya, ia pun sampai kini tetap betah.

Kurang lebih 10 bulan dia di LKID, Servao akhrinya sukses hafal 30 Juz. Selain sibuk belajar sehari hari, ia bertugas menjadi pelayan tamu di yayasan ini karena bahasa Arab-nya yang juga memang bagus.

Gratis Penuh

LKID adalah lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan agama untuk tamatan SMA dan sederajat khusus putra. Berfokus pada pendidikan dan kaderisasi Imam dan da’I yang siap tandang ke gelanggang.

Jenjang pendidikannya hanya 2 tahun. Tahun pertama fokus pada pelajaran dan menghafal al-Quran, Lughah, Dirasat Islamiyah, dan Ulumul Syariah. Pada tahun kedua mulai fokus pada studi Dirasaat Islamiyah.

“Pada tahun pertama kan sudah paham pelajaran Al-Qur’an dan hafal. Nah, tahun keduanya tinggal pendalaman dan fokus Diraasat Islamiyah-nya,” jelas Direktur LKID Ustadz Didik Haryanto, Lc.

Selain mendapatkan ijazah dan sertifikat resmi, alumninya juga bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi. Sejumlah alumni LKID ada yang masuk ke Universitas Juanda Bogor, Universitas Cokrominoto Yogya, Universitas Trunojoyo, Bangkalan. Dan itu, “Semuanya  gratis, full,” imbuh Didik.

Selain masuk ke jurusan umum, sebagan besar alumni LKID memilih masuk ke jurusan Ekonomi Syariah (SE.I). Hal itu tentu saja tidak mengherankan, sebab selama 2 tahun masa pendidikan di LKID, para santri memang telah dibina menjadi hafidz yang pengusaha.

Cetak Hafidz Sekaligus Pebisnis

Di komplek yayasan yang luasnya 8 hektare ini, ada puluhan ekor kambing dan domba yang dipelihara oleh santri.  Jenis peliharaannya juga pilihan, yaitu jenis Marino (domba Afrika) dan Etawa (domba Australia).

“Selain dijual, susunya diambil untuk dikonsumsi para santri biar kuat,” kata Didik. 

Selain usaha berternak domba, kambing, dan kelinci yang diurus oleh santri, mereka yang sudah hafal 15 juz dipersilahkan untuk ditempatkan bekerja di minimarket minimarket mitra Yayasan Wadi Mubarak untuk kegiatan magang.

Untuk kemandirian ekonomi, LKID punya minimarket 3 titik di Jakarta, yaitu di Cakung, Kemayoran, dan di Semper. Ada juga mitra usaha penyedia air minum kemasan yang siap mendidik santri LKID menjadi pebisnis. “Santri kita titipkan untuk memulai jadi penguasaha di sana,” jelas Didik.

LKID telah mendapat pengakuan (mu’adalah) dari Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia. Selain di Madinah, beberapa alumninya juga melanjutkan pendidikannya ke Yaman (setiap tahun 5 orang), Mesir (5 orang). LKID memang benar benar lembaga hafidz. Bahkan Kepala Bagian Peternakannya saja, Ustadz Taufik Lc, adalah hafidz.

Lembaga yang memiliki santri 110 orang, belum termasuk santri putri yang akan dimulai programnya pada tahun ajaran baru tahun ini, menyelenggarakan semua dengan gratis. Mulai dari asrama yang terbilang kelas bisnis nan ekslusif, konsumsi santri sehari hari pun lezat menentramkan perut.

Sesuai tagline-nya, “Pesantren Bintang Lima”, bangunan-bangunan di kampus pendidikan Islam di bilangan Desa Kuta ini terkesan mewah, bisa dibilang sekelas villa yang memang banyak bertengger di kawasan puncak.

Arsiteksi bangunannya elegan, kombinatif dan serasi dengan pepohonan dan hutan rindang di sekelilingnya. Santri dibuat betah menghafal dan belajar di kamar tidur sekalipun, dengan suasana alam yang sejuk dan asri. Konsep edukasi di kompleks Islamic Centre Wadi Mubarok ini di-setting sedemikian rupa. Setiap pengumuman, papan peringatan, spanduk maupun nama ruangan ditulis dengan bahasa asing.

Beberapa bulan sebelumnya, LKID mendapat kunjungan dari Univeristas Yala, Thailand, yang akan menerapkan konsep yang sama.

Sementara Juli ini akan dikunjungi dosen dan pengajar hafidz dari Singapura sebanyak 16 penghafala Qur’an dalam rangka studi banding.

Selain itu, dari dalam negeri, pernah mendapat kunjungan dari SMP IT Iqro Bekasi, untuk studi banding penanganan lembaga hafalan Qur’an. 

Tahun ini LKID telah menyelenggarakan pendidikan khusus Sanad al-Qur’an dengan serttfikasi resmi. Atas program ini, LKID pun mendatangkan pakar sanad Qur’an dari Yaman yaitu Syaikh Ibrahim Al Ammad. 

Untuk pembiayaan, lembaga pengkaderan da’I ini sejak awal telah mendirikan PT. Nur Ramadhan, sebuah perusahaan tour, haji, dan umrah. Seratus persen keuntungan dari usaha travel ini didedikasikan untuk pembiayaan lembaga tahfidz.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ilmuwannya Tewas Iran Tuding Israel dan AS
Tulisan selanjutnya BMH Mataram adakan SESAR untuk masyarakat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

Berita
21 Juli 2026 10:00
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?