Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

‘Jihad’ Ahong di Ningxia Hui (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 November 2014 08:36 8:36 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 November 2014 05:48
Bagikan
Yao Baoxia seorng daiyah atau Ahong, di Masjid khusus wanita Wangjia Hutong di Kaifeng, China
Bagikan

Hidayatullah.com—Kabar menyenangkan datang dari wilayah otonomi Ningxia Hui Yinchuan. Jumlah guru agama Islam dan daiyah di kalangan wanita di China kini meningkat. Setelah berhasil mengatasi hambatan tradisi, mereka kini mendapat tempat dalam kalangan penduduk setempat, terutama kaum wanita.

Melalui proses pembelajaran khusus serta ujian, lebih 80 guru agama wanita diberi mandat pihak pemerintah untuk melakukan kerja dakwah di masjid.

Di antara kegiatan mereka adalah Ahong, sebutan untuk seorang imam shalat, pengajar Al-Quran dan pelayan agama Islam.
Ahong juga berperan menjadi penengah orang yang sedang memiliki sengketa rumah tangga.

Seorang dari mereka adalah Jin Meihua, 50, yang memulai harinya menjelang jam lima pagi dengan membaca Al-Quran di rumahnya di Wuzhong.

Setelah menyediakan sarapan untuk keluarga, Jin berjalan ke masjid yang terletak hanya beberapa menit dari rumahnya untuk mengajar kelas Al-Quran kepada puluhan wanita.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Sepanjang kelas selama dua jam itu, Jin juga mengungkapkan mereka kepada ilmu lain dalam Islam.

“Inilah rutinita saya sejak 18 tahun lalu,” katanya dikutip GlobalNews.

Mengkisahkan pengalamannya, Jin mengatakan bertekad menjadi Ahong ketika berusia 30 tahun.

“Biasanya wanita di sini menikah muda dan setelah bergelar isteri, mereka tidak berpeluang mendapat pendidikan lanjut.

“Mereka juga tidak diperbolehkan ke masjid untuk shalat.

“Melihat kondisi itu, saya bertekad untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik,” katanya.

Lahir pada 1964, Jin terpaksa mengubur impiannya melanjutkan studi setelah menamatkan sekolah menengah karena alasan kemiskinan.

Saat berusia 18 tahun, dia dinikahkan dan membesarkan tiga anak sebelum berusia 30 tahun. Ia berusaha keras untuk menjadi seorang istri dan ibu yang bertanggung jawab, tetapi merasa kosong.

”Aku diberitahu untuk tidak melakukan hal ini dan untuk tidak melakukan itu. Aku tidak bisa berjalan. Aku tidak bisa pergi ke masjid. Aku ingin tahu apa yang dapat aku lakukan dan apa yang tak bisa kulakukan sebagai seorang wanita Muslim, dan tidak hanya dikisahkan oleh orang lain, “ ujarnya.

Seperti kebanyakan wanita muslim yang lain, Jin sudah mulai membaca ayat-ayat Quran saat dia masih anak-anak.Tapi dia tidak tahu apa yang sebenarnya yang dimaksud kitab suci ini.

Untuk memahami isi Al-Quran Jin harus belajar Bahasa Arab. Namun untuk menjadi seorang imam merupakan hal yang tidak mudah. Banyak orang, termasuk suaminya, mendorongnya untuk menyerah. Meski banyak tekanan Jin terus melanjutkan niatnya.

“Tetapi keinginan saya untuk membantu perempuan lain yang tertinggal dalam kesengsaraan yang sama sepertiku, membuat aku terus pergi, “ katanya.

Jin mengatakan bertekad menjadi Ahong ketika berusia 30 tahun
Jin mengatakan bertekad menjadi Ahong ketika berusia 30 tahun

Akhirnya Jin mengikuti seleksi menjadi imam yang diselenggarakan oleh pemerintah setempat di 1996, bersama dengan empat ratus orang lain.Dia salah satu dari empat wanita hanya mengambil ujian. Dia masih ingat, air matanya meleleh ketika tahu bahwa kesulitannya telah berlalu. Sekarang, Jin telah menjadi seorang imam selama 18 tahun terakhir dan telah mengajari ratusan murid perempuan Suku Hui.

Beberapa muridnya telah mengikuti jejak kaki Jin menjadi imam sendiri. Adalah Ma Hongmei, 44, merupakan salah satu muridnya. Ma bersyukur mendapat pendidikan dari Jin tentang Islam.

“Aku diperkaya oleh ajaran-ajaran Al-Quran, dan mengambil beberapa petunjuk mengenai apa yang membuat wanita Muslim menjadi lebih baik,” tutur Ma, yang telah menjadi seorang imam pada 2006.*/bersambung…”Hingga Urusan Konlik..”

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaislammasjidMuslimwanitaxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jalin Silaturahmi, Perantau Minang Malaysia Pulang Basamo
Tulisan selanjutnya LPD Al-Bahjah Cirebon Kerjasama Dakwah dengan Federasi Muslim Korea

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?