Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mossad Diduga di Balik Pembunuhan Ahli Nuklir Iran

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 9 Agustus 2011 14:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ada dugaan intelijen Israel berada di balik serangkaian pembunuhan  ahli nuklir Iran.  Pejabat di Tel Aviv tidak menyangkal apa pun. Bahkan, para jenderal militer Israel lebih hawkish, menyerukan serangan udara terhadap Iran.

“Israel tidak akan menanggapi,” kata Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak, awal pekan ini, ketika ditanya apakah negaranya terlibat dalam pembunuhan para ilmuwan nuklir Iran.

Kata-kata Barak tidak terdengar seperti penyangkalan, dan senyum di wajahnya mengatakan, Israel tidak terlalu terganggu dengan kecurigaan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas serangkaian pembunuhan terhadap fisikawan yang terlibat dalam program nuklir Iran.

Ada sedikit keraguan dalam dunia gelap intelijen, bahwa Israel berada di balik pembunuhan Darioush Rezaei.

“Itu tindakan serius pertama yang diambil Kepala Mossad baru Tamir Pardo,” kata seorang sumber intelijen Israel kepada Der Spiegel, Senin (8/8).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada 23 Juli, Rezaei menjadi korban terbaru dalam serangkaian serangan misterius selama 20 bulan terakhir terhadap para fisikawan elit Iran.

Rezaei, 35 tahun, meninggal setelah ditembak di tenggorokan di depan putrinya di timur Teheran. Pers Iran melaporkan kedua pelaku melarikan diri dengan sepeda motor.

Rezaei adalah fisikawan nuklir ketiga Iran yang harus membayar proyek nuklir negara Persia itu dengan nyawanya sejak awal 2010.

Pada Januari 2010, fisikawan nuklir Masoud Ali Mohammadi tewas ketika sebuah bom yang dilekatkan pada sepeda motor di samping mobilnya, diledakkan dari jarak jauh.

Pada 29 November 2010, dua pelaku melakukan dua serangan, yang melibatkan alat peledak yang dipasang ke sepeda motor, ke arah mobil korban mereka. Majid Shahriari, profesor fisika nuklir khusus dalam bidang transportasi neutron, tewas ketika mobilnya meledak. Istrinya terluka parah dalam serangan itu.

Fereidoun Abbasi menjadi sasaran dalam serangan simultan. Abbasi, ahli dalam pemisahan isotop nuklir, melihat sepeda motor yang mencurigakan. Ia dan istrinya melompat keluar dari mobil. Mereka berdua terluka dalam ledakan itu. Setelah Abbasi pulih, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menunjuk dia sebagai salah satu wakil presiden Iran serta kepala Organisasi Energi Atom Iran.

Iran mencurigai “segitiga kejahatan,” yang terdiri dari AS, Israel, dan kaki tangan mereka, berada di balik serangan, menurut sumber di Teheran.

Washington membantah bertanggung jawab.

“Kami tidak terlibat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS saat menanggapi kematian Rezaei.

Namun anehnya, Israel memilih kebijakan diam yang penuh misteri.

Menurut sumber intelijen Israel, pembunuhan itu merupakan bagian dari kampanye sabotase, atau setidaknya untuk memperlambat perkembangan program nuklir Iran.

Kampanye diduga juga melibatkan taktik lain. Serangan cyber dengan menggunakan virus komputer Stuxnet, yang melumpuhkan sebagian besar program nuklir Iran pada musim panas 2010. Hal itu juga konon merupakan bagian dari kampanye rahasia Israel terhadap Iran.

Para ahli Mossad hingga kini mampu meyakinkan para pengambil kebijakan di Tel Aviv, bahwa proyek nuklir Iran dapat diperlambat melalui serangan terhadap fasilitas utama nuklir.

Namun, tidak jelas sampai kapan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan terus mengikuti nasehat ini. Politisi di Tel Aviv tahu betul bahwa Mossad juga memiliki kepentingan sendiri ketika ia berargumen bahwa para agen intelijen harus memainkan peran utama dalam melawan Iran.

“Selama memimpin perang melawan Iran, maka Mossad akan mendapatkan anggaran yang besar,” kata sumber intelijen itu.

Apakah akan ada serangan terbuka terhadap fasilitas nuklir Iran di masa depan, semua itu akan bergantung pada siapakah yang akan memenangkan pertarungan kekuasaan internal, militer atau intelijen, kata sumber itu.

“Sama seperti yang lain, ini soal prestise.”*

Keterangan foto: Pemakaman Darioush Rezaei pada 24 Juli.

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Karya Ulama Pacitan Ditemukan di Saudi
Tulisan selanjutnya Berupaya Lebih Produktif di Bulan Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?