Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Negara Barat Biang Kekacauan di Suriah

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 27 September 2011 11:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Moualem, di hadapan Sidang Umum PBB menuding Barat sengaja menciptakan kekacauan untuk memecah belah Suriah. Moulaem juga mengklaim bahwa aksi demonstrasi dan kerusuhan yang terjadi berbulan-bulan di Suriah adalah investasi negara-negara Barat.

Selain itu, Moualem meyakini negara-negara Barat dengan sengaja mencari cara untuk membenturkan berbagai kelompok agama di negeri itu.

“Bagaimana kami menjelaskan provokasi media dan siapa yang mempersenjatai serta mendanai para ekstrimis agama?” kata Moualem.

“Apa yang mungkin menjadi tujuan semua ini selain kekacauan total yang akan memecah belah Suriah?” tambahnya.

Moualem menegaskan akibat ulah negara-negara Barat itu maka prorgam reformasi yang dicanangkan Presiden Bashar al-Assad harus mengalami kemunduran.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Selain tudingan itu, Moualem mengatakan sanksi ekonomi yang saat ini dijatuhkan Amerika Serikat dan Uni Eropa hanya menyakiti masyarakat biasa.

“Sanksi itu mengganggu kepentingan dan kebutuhan mendasar rakyat Suriah,” lanjut dia.

Sementara itu, aksi unjuk rasa anti pemerintah yang dibalas kekerasan oleh aparat keamanan terus berlanjut di Suriah.

Pada Minggu (25/9), tentara Suriah menembaki kota kecil Al-Rastan di Provinsi Homs dengan senjata otomatis yang biasa digunakan di atas tank.

Seorang penduduk kota seperti dikutip Reuters mengatakan setidaknya 60 buah tank dan kendaraan militer terlihat di sebelah timur kota itu.

Provinsi Homs adalah titik penting konsentrasi kelompok oposisi penentang Assad yang diperkuat anggota militer yang membelot.

Sejak aksi demonstrasi dan kekerasan merebak di Suriah beberapa bulan lalu diduga sekitar 2.700 orang tewas.

Namun, jumlah ini sulit dikonfirmasi karena pemerintah Suriah melarang jurnalis internasional untuk masuk ke negeri itu.

Wartawan BBC, Lyse Doucet, saat ini sudah berada di Damaskus namun dia mengatakan sulit sekali mengajak warga kota bicara politik terutama mereka yang masih mendukung Assad.

Doucet menambahkan Assad masih mendapat dukungan di Damaskus. Namun, di luar kota dukungan untuk presiden mulai memudar akibat aksi brutal tentara pemerintah. *

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jubir JAT: Ahmad Yosepa Bukan Anggota JAT
Tulisan selanjutnya CIA yang Membentuk dan Melatih Haqqani

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?