Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kaum Gay Tak Lagi Bisa Bebas Bermesraan di Belanda

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Oktober 2011 12:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Impian homoseksual runtuh. Dulu mereka pikir, Belanda adalah tanah yang dijanjikan untuk kaum homoseksual. Pada 2001 pernikahan homo pertama di dunia diresmikan di negara ini. Namun sekarang makin banyak homo yang diancam dan jadi korban kekerasan. 

Pasangan lesbian Robin dan Sam (keduanya disamarkan) tidak berani lagi bergandengan tangan di Amsterdam. Mereka akhirnya pindah ke daerah kristen Veluwe, Belanda Timur.

Tujuh tahun lalu mereka mengalami agresi untuk pertama kalinya. Waktu itu, mereka belum “berpacaran”, kata Robin. Suatu hari mereka berjalan bergandengan selayaknya pasangan dimabuk asmara.

“Seorang pria Maroko mendatangi kami dan bilang, ‘Siapa yang jadi pria dalam hubungan kalian?’ Dan karena saya muak sekali dengan anggapan mengenai ‘pembagian peran pria-dan-wanita’ – pacar saya Sam bercanda: saya yang jadi laki-laki. Kami tertawa. Lelaki itu kemudian berusaha memukul saya. Untungnya meleset dan tidak kena muka, tapi kena bahu saya. Sakit sekali,” ujarnya kepada Radio Belanda, RNW, (5/10/2011)

Makin dekat

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pasangan ini tidak pernah melaporkan insiden tersebut ke polisi. Sulit menerangkannya, kata Robin. “Apa yang harus kami laporkan? Saya dipukuli?” Juga ketika makin banyak agresi berdatangan, pasangan ini tak tahu cara menghadapinya.

“Di swalayan tempat saya dulu selalu belanja – saya mendingan nggak datang ke sana lagi – mereka mempermainkan saya. Bukannya rasis, tapi yang menggangu saya orang Maroko, orang Belanda keturunan Maroko. Mereka menghalangi dan memancing amarah saya. Saya pikir, ‘Saya diam saja.’ Saya belum tahu bagaimana cara mengatasinya. Saya jalan terus dan saya dengar, ‘Lain kali, kami akan tusuk kamu, pelacur kotor!’”

Di kotak posnya, Robin sering menemukan gambar-gambar laki-laki yang sedang melakukan hubungan seksual dengan perempuan. Ia terus-menerus merasa ia diikuti. Siapa pelakunya, tak jelas.

Tak berdaya

Ancaman terbukti mempengaruhi mereka. Robin dan Sam tak berani lagi mengakui orientasi seksual mereka di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Kami tidak bisa bergandengan tangan. Selalu berjarak. Satu di depan, satu di belakang. Begitulah kami berjalan di Amsterdam, dan kami sering menoleh. Jika kami berjalan melewati anak tongkrongan, kami berpikir, ‘Ups, ambil jalan lain saja, ah.’ Kami benar-benar takut,” cerita Sam.

Menurut Robin, perilaku menghindar mereka belum ada apa-apanya. Yang paling parah adalah perasaan tak berdaya bahwa mereka tidak bisa membela diri, harus menutup mulut.

“Jika kami bereaksi, mereka mungkin menggores mobil kami atau mengancam kami dengan pisau.”

Pindah

Sam lalu pindah ke Veluwe. Sebenarnya, ia tak ingin lagi menginjak Amsterdam. Tiap kali menyetir masuk ke Amsterdam untuk mengunjungi Robin, ia sesak napas. Robin, yang lahir dan besar di Amsterdam, ingin tinggal di sana sampai tua. Namun akhirnya Robin juga tidak tahan, ia lalu mencari rumah di Harderwijk, juga di Veluwe.

Teman-teman dan kenalan menertawakan keputusan mereka. Di daerah Harderwijk dan sekitarnya banyak orang Kristen yang secara umum, atas dasar agama, menentang homoseksualitas. Namun menurut Robin, ada ruang untuk diskusi, dan orientasi seksual mereka dihormati.

“Mereka memang hipokrit, sok suci. Di depan kami mereka bilang, ‘Ah, tidak apa-apa.’ Tapi mereka akan mengutuk anak-anak mereka jika anak-anak mereka homoseksual.”

Namun di Belanda timur, mereka tidak pernah diancam. Mereka merasa aman.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Belandagayold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sheikh Mansour Orang Terkaya di Jagad Bola
Tulisan selanjutnya Mari Menata Ulang Pola Kehidupan Kita!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?