Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kaitkan Homoseks dengan Bantuan, PM Inggris Dikecam

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 3 November 2011 07:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Inggris David Cameron dihujani cercaan, terkait pernyataannya yang akan menghentikan bantuan dari Inggris jika negara penerima tidak mengakui hak-hak kaum homoseksual.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, isu homoseksual dan bantuan Inggris diangkat Cameron dalam pertemuan tingkat kepala pemerintahan negara Persemakmuran baru-baru ini di Perth, Australia. Baca berita sebelumnya: Harus Dukung Homoseksual Jika Mau Uang dari Inggris.

Pernyataan Cameron itu, sebagaimana dilansir Xinhua Rabu (03/11/2011), mendapat kritik pahit dari Ghana, terutama para pemimpin agama di sana. Mereka mengatakan bahwa perdana menteri Inggris itu tidak memahami nilai-nilai budaya Ghana.

Seorang anggota dari Yayasan Pendidikan Imam di Ghana, Alhassan Abdulai, mengatakan bahwa masyarakat Muslim Ghana terkejut mendengar ancaman dari perdana menteri Inggris itu. Jika Inggris memaksakan kehendaknya untuk melegalkan homoseksual di Ghana, maka komunitas Muslim di negara itu akan melakukan aksi demonstrasi menentangnya.

Uskup Agung kota metropolitan Accra, Charles Palmer-Buckle, kepada radio setempat mengatakan bahwa negara itu harus bangkit mempertahankan nilai-nilai bangsanya dan tidak membiarkan negara lain memanipulasinya.

Menteri Perdagangan dan Industri Hannah Tetteh menyampaikan hal senada. Ia menegaskan bahwa hubungan sesama jenis tidak dapat diterima dalam budaya Afrika dan tidak ada ancaman apapun yang akan membuat Ghana tunduk kepada ancaman Inggris.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam jumpa persnya dengan media, Selasa kemarin, Tetteh mengatakan, negara Barat tidak punya hak untuk memaksakan budaya dan orientasi moralnya terhadap Ghana. Dan pemerintah akan menunjukkan sikapnya dalam masalah ini pada waktu yang tepat.

“Setiap masyarakat memiliki normanya sendiri yang dianggapnya pantas. Di dunia Barat hubungan sesama jenis bisa diterima bahkan hingga ke jenjang perkawinan sesama jenis. Tapi di masyarakat kami, hal itu tidak dapat diterima,” tegas menteri wanita itu.

Seorang praktisi hukum, Kwame Akuffo, juga mengecam pernyataan PM Inggris David Cameron, yang dianggapnya rasis.

Ia mendesak negara-negara Afrika untuk bangkit melawan segala perbuatan keji atau rasis yang dilakukan negara Barat terhadap mereka, sebab setiap negara memiliki kepercayaan dan pusaka budayanya sendiri. Akuffo menegaskan bahwa sangat penting untuk mempertahankan kedaulatan negara mereka.

Sementara itu, pemerintah Ghana menyatakan belum bisa menentukan sikap terkait pernyataan Cameron tentang homoseks tersebut, sampai ada surat resmi dari pemerintah Inggris yang diterima.

Hal serupa dikatakan Menteri Informasi John Tia kepada koran pemerintah The Ghanaian Times. Lebih jauh Tia mengatakan bahwa pemerintah akan melindungi hak warga negaranya sesuai dengan konstitusi.

Ancaman pemangkasan bantuan untuk Ghana dan negara lainnya mengemuka saat koran Inggris Daily Mail  bulan lalu menulis bahwa Inggris telah mengambil sikap keras memotong bantuan untuk negara-negara Afrika, yang memperkarakan kaum homoseksual ke pengadilan.

Koran itu mengutip pernyataan Menteri Pembangunan Internasional Andrew Mitchell, yang mengatakan negaranya telah memangkas bantuan untuk Malawi 19 juta poundsterling, setelah dua pria homo dihukum 14 tahun kerja paksa.

Mitchell, yang merupakan sekutu dekat Cameron, juga mengancam akan memberikan sanksi kepada Uganda dan Ghana, atas tindakan keras mereka terhadap kaum gay dan lesbian.

Selain itu Daily Mail juga menulis, saat berkunjung ke Ghana awal tahun ini, Stephen O’Brian, deputi Mitchell, mengatakan kepada Presiden Ghana John Evans Atta bahwa Inggris akan memotong bantuannya, kecuali ia berhenti menganiaya kaum homoseks.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bantuangayinggrisold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pizza Principle, Goat and Gold Connection
Tulisan selanjutnya Antusiasme Bedah Buku

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?