Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Liberal Takut Ikhwan, Salafi Dikagumi Janda

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 November 2011 08:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemilihan umum pertama parlemen Mesir sejak jatuhnya Husni Mubarak membawa debut pemain baru politik yang berpotensi kuat dan berakar pada Islam. Selain gerakan Al Ikhwan al Muslimun, ada juga partai yang didirikan kelompok Salafy Mesir, An Nur. 

Pada beberapa TPS di kota pesisir Mediterania hari Senin lalu, anggota Salafy sudah berada di TPS sejam jam 7 pagi, sebelum jajak pendapat
dibuka.

Penampilan mereka bertambah besar sepanjang hari, mendekati pencoblosan, setelah lama ikut andil berkampanye dengan poster dan foto.

“Siapa yang takut Salafi, berarti tidak tahu siapa kita,” ujar Ummu Ibrahim (43), ujar wanita bercadar ini dikutip AP.

“Partai An Nur memahami agama dengan cara yang dimaksudkan Allah dan mereka akan memimpin kita dengan baik,” tambahnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tidak seperti kaum liberal, partai-partai Islam pada umumnya diharapkan untuk melakukan perubahan dengan baik, menghapus korupsi dan memenangkan mayoritas di parlemen.

Sebelum ini, kelompok terkuar adalah Al Ikhwan al Muslimun, sebuah partai Islam paling terorganisir di Mesir, dan selama 80 tahun teruji dengan jaringan aktivis dan amal nasionalnya.

Pasca Ikhwan, lahirlah Salafy yang mencoba “menantang” monopoli Ikhwan, keduanya berbasis agama. Bagi banyak kalangan, Ikhwan lebih moderat, sementara Salafy dianggap lebih ketat dalam urusan agama.  

“Saya adalah seorang wanita yang diceraikan dan calon partai Nur selalu menolong saya secara finansial untuk berdiri di kaki saya,” kata Horreya Attia, seorang ibu berumur 52 tahun. “Paling tidak yang bisa saya lakukan adalah membalas budi di tempat suara.”

Di pusat kota Alexandria, Amira Salah (19), duduk dengan temannya yang berbicara bermalas-malasan ke mana harus memberikan hak suara. Tetapi dia terkejut ketika teman prianya mengatakan akan memberikan hak suara An Nur.

“Mereka akan mampu menjalankan negara dengan cara benar dan sholeh,” katanya. “Mereka akan mempergunakan tradisi benar cara Nabi untuk memerintah Mesir.”

Ketakutan jelas datang dari kalangan Kristen Koptik (Qibti) dan liberal Mesir. Mereka khawatir jika kelompok Islam memenangi pemilu pertama ini. Pasalnya, 80 juta penduduk Mesir, 80 persen Muslim dan hanya 10 persen Koptik. 

Sejumlah warga Koptik agak khawatir jika Al Ikhwan al Muslimun atau Salafy menjadi pemenang dalam pemilu pertama ini.

Sedang kelompok liberal juga tak menginginkan partai Islam yang menang.

“Saya tadi memilih kandidat liberal Amr Hamzawy karena dia masih muda. Kami perlu generasi muda untuk mengatasi masalah Mesir saat ini. Kita harus bisa kalahkan kaum salafi dan al Ikhwan al Muslimun,” kata Salwa Muhanna seperti dilaporkan yahoo news, Selasa kemarin.

Namun sejumlah anggota Ikhwan menanggapi ketakutan itu. “Mereka seharusnya jangan takut kepada kami. Ini adalah kehendak Tuhan,” ujar anggota senior Ikhwan, Bulaq Abu Ela.

Sementara itu, anggota An Nuur Yaser Abdel-Kawy mengatakan, Salafy siap mengelola politik dengan baik dan bersih.

“Mereka yang telah memainkan politik dengan rezim sebelumnya selalu dianggap sebagai kotor dengan kotoran dari rezim lama,” katanya kepada The Associated Press. “Tapi Salafy siap untuk memasuki dunia politik setelah hampir 30 tahun melakukan kerja amal dan kerja sosial murni, dan tanpa reputasi politik yang buruk – karena itu, orang banyak percaya kita.”*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamliberalMuslimold migratepartai Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cara Mudah Mengelola Risiko Investasi
Tulisan selanjutnya Bali Keluarkan Perda Larangan Merokok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?