Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Dinasti Safawi dan Konversi Syiah di Iran (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Juli 2013 08:40 8:40 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Juli 2013 08:40
Bagikan
Deklarasi Syiah sebagai agama negara Iran oleh Shah Ismail Safawi dinasti-
Bagikan

Oleh: Alwi Alatas

SETELAH Baghdad ditaklukkan oleh Mongol pada tahun 1258, banyak perubahan penting yang terjadi di kawasan Iran, Iraq, dan sekitarnya.

Dalam proses penaklukkan itu, banyak kaum Muslimin yang terbunuh, terpaksa hijrah ke tempat lain. Kehidupan ekonomi mengalami penurunan, begitu juga dengan aktivitas intelektual dan keagamaan.

Beberapa waktu setelah itu, bangsa Mongol yang menaklukkan wilayah tersebut dan memimpin di bawah Dinasti Ilkhan itu masuk Islam.

Agama ini kembali berkembang di tengah masyarakat. Namun jika pada masa sebelumnya pemerintahan Islam relatif dapat menjaga masyarakat dari berbagai bentuk penyimpangan agama, pada masa setelah invasi Mongol berbagai aliran keagamaan muncul dan berkembang di wilayah ini tanpa pengawalan.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Dinasti Ilkhan sendiri sangat toleran terhadap berbagai aliran keagamaan yang pada gilirannya membantu tumbuh suburnya berbagai kelompok keagamaan di Iran dan sekitarnya (Bosworth et.al., 1995: 766).

Di antara bentuk bentuk keagamaan yang berkembang pada masa itu adalah apa yang disebut oleh sebagian peneliti sebagai sinkretisme Sunni-Syiah. Hal ini banyak tersebar di tengah masyarakat dan merupakan salah satu ekspresi keagamaan yang populer. Bentuk ekspresinya beragam antara satu kelompok dengan kelompok yang lain.

Bentuk keyakinan yang populer di masyarakat ini mencakup kepercayaan terhadap kemampuan supranatural, mistisisme Islam, pemujaan terhadap orang suci, dan juga pemujaan terhadap Ali bin Abi Thalib ra. Hal ini sudah ada sejak sebelum invasi Mongol, tetapi sejak pertengahan abad ke-13 pertumbuhannya menjadi semakin pesat. Bentuk keagamaan ini pada umumnya berkembang di tengah kelompok-kelompok sufi (Jackson et.al., 1986: 191 & 194).

Istilah sinkretisme Sunni-Syiah mungkin bukan istilah yang tepat untuk menggambarkan keseluruhan fenomena yang ada dan dapat menimbulkan kesalahpahaman, walaupun hal itu berlaku di sebagian masyarakat Iran ketika itu.

Kepercayaan pada karamah, adanya wali Allah, serta pengagungan terhadap Ali bin Abi Thalib ra. dan ahlul bait Nabi sudah ada sejak masa sebelumnya dalam ajaran tasawuf di kalangan Ahlu Sunnah Wal Jamaah dan masih ada hingga sekarang ini.

Namun pada masa itu tampaknya sebagian kalangan Syiah yang tidak menampakkan identitasnya secara terbuka juga menjadikan tasawwuf sebagai ekspresi keagamaannya. Sehingga orang yang melakukan penelitian tentang keagamaan di Iran dan sekitarnya pada abad ke-13 hingga 15 akan kesulitan untuk membedakan antara Sunni dan Syiah yang berkembang di tengah masyarakat, karena mereka memiliki ciri-ciri yang mirip.

Perbedaan antara Ahlu Sunnah dan Syiah di tengah masyarakat belakangan mengkristal setelah terjadinya konflik serius antara Dinasti Safawi yang Syiah dengan Turki Utsmani yang Sunni.

Secara umum dapat dikatakan bahwa masyarakat Iran sebelum abad ke-16 kebanyakannya menganut paham Ahlu Sunnah Wal Jamaah, terlepas dari tingkat ortodoksi keyakinan mereka (Johnson, 1994; Turner, 2000: 50; Jackson et.al., 1986).

Keadaan ini berubah setelah berdirinya Dinasti Safawi pada awal abad ke-16 yang menjadikan Syiah Itsna Asyariyah sebagai keyakinan resmi negara dan memaksakannya di tengah masyarakat.

Selama masa pemerintahan Dinasti Safawi telah terjadi perubahan besar yang membentuk Persia menjadi Syiah (Nasr, 1974: 273), yang pengaruhnya terus terasa hingga saat ini.*

Penulis adalah kolumnis hidayatullah.com, kini sedang mengambil program doktoral bidang sejarah di Universiti Islam Antarabangsa, Malaysia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:negara IranSafawiShah Ismailsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yuk! Ajak Anak Kita “Menyerap” Langsung Energi Ramadhan
Tulisan selanjutnya Kehormatan Perempuan perlu Dijaga, Jilbab “Pelindungnya”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Terbaru

  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?