Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warga Iraq Gembira AS Akhiri Penjajahan di Negerinya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Desember 2011 07:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Rombongan konvoi terakhir tentara Amerika Serikat (AS) keluar dari Iraq dan memasuki Kuwait semalam menandakan berakhirnya penjajahannya di negara Teluk itu hampir sembilan tahun atas alasan Presiden Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal (WMD) selain membantu pemimpin al-Qaidah, Usamah bin Ladin, sesuatu yang kemudian terbukti tidak benar. 

Sebanyak 110 kendaraan membawa 500 pasukan Amerika dari Brigade ke-3, Devisi Kaveleri 1 melintasi perbatasan pada 7.38 pagi waktu setempat, meninggalkan hampir 200 pasukan yang mengawal kedutaannya di Baghdad.

Rombongan konvoi terakhir pasukan Amerika meninggalkan Iraq, pada Ahad (18/12/2011) kemarin. Mereka mengakhiri perang yang berlangsung selama hampir sembilan tahun dan menewaskan hampir 4.500 orang Amerika.

Konvoi ini terdiri dari 110 kendaraan militer yang membawa 500 tentara AS. Mereka melintasi jalan utama di gurun yang menghubungkan Iraq dengan Kuwait. Dari Kuwait, mereka akan diterbangkan ke tanah airnya.

Ketika truk antiranjau MRAP (Mine Resistant Ambush Protected) terakhir memasuki wilayah Kuwait, gerbang perbatasan itu ditutup. Tentara Kuwait yang bertugas di perbatasan dan tentara AS kemudian berjabat tangan dan berfoto bersama.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

AS mengakhiri misi tempurnya di Iraq pada 2010 dan secara bertahap menyerahkan peran keamanan ke tangan Iraq. Kini hanya tinggal 157 tentara AS yang berada di Iraq. Mereka bertugas melatih di Kedutaan Besar AS di Baghdad. Juga sejumlah anggota marinir dengan tugas melindungi misi diplomatik.

Bagi Presiden Barack Obama, penarikan pasukan dari Irak merupakan pemenuhan janji kampanyenya, yakni membawa pulang tentara dari wilayah konflik yang merupakan warisan pendahulunya, George W Bush.

Upacara penurunan bendara AS yang menandai akhir perang itu dilakukan di pangkalan militer AS di Baghdad barat pada Kamis (15/12/2011). Pejabat AS yang hadir adalah Menteri Pertahanan AS Leon Panetta.

Sementara itu Perdana Menteri Iraq, Nuri al-Maliki menyatakan aparat keamanan Irak sudah siap untuk melindungi negara itu setelah militer AS pergi.

Para pengamat berpendapat, militer dan kepolisian Iraq yang memiliki personel sekitar 900.000 orang mungkin mampu menjaga keamanan dalam negeri. Namun kemampuan mereka untuk mempertahankan perbatasan, wilayah udara, serta maritim diragukan.

Kehadiran pasukan Amerika setidaknya melahirkan rasa pahit ratusan ribu penduduk. Selain telah menyebabkan 4.500 pasukan Amerika tewas, juga menyebabkan 1.75 juta warga Iraq telah kehilangan tempat tinggal.

“Rasanya sangat menyenangkan, dan baik” untuk keluar dari Iraq, ujar Sersan Duane Austin dikutip AFP setelah keluar dari mobilnya di Kuwait.

“Ini merupakan tahun yang cukup panjang – sudah waktunya untuk pulang sekarang.”

Kepergian pasukan Amerika rupanya juga disambut gembira warga setempat.
Seorang ibu empat anak, Ummu Mohammad, mengatakan, “Kami tidak dapat memaafkan sama sekali Amerika atas apa yang mereka lakukan ke atas kami.”

Baghdad yang kini telah dikuasai pemimpin Syiah dan Washington telah menandatangani perjanjian pada 2008 bahwa pengunduran tentara akan berakhir tahun ini.

Tahun lalu, Amerika mengisytiharkan tamatnya operasi ketentaraan, tetapi mengekalkan 50,000 pasukannya di Iraq.

Pascapenarikan pasukan AS, ada kekhawatiran bakal memburuknya konflik antarpartai politik demi memperjuangkan agenda masing-masing.

Saat ini, Maliki sendiri memimpin pemerintah yang didominasi kelompok Syiah, sementara mantan PM Ayad Allawi adalah warga Syiah pro-Sunni dan merupakan pesaing berat Maliki, sudah memiliki kubu oposisi yang cukup kuat.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamMedia Islamold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pangeran Saudi Investasi 300 juta USD di Twitter
Tulisan selanjutnya Tuty Alawiyah: Perempuan Tidak Harus Sumur, Dapur dan Kasur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Berita
20 Juli 2026 12:51
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?