Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Vibeke Løkkeberg, We Pray for You and Your Friends…

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Februari 2012 07:03
Bagikan
Bagikan

Di Pekanbaru, Depok, Bekasi, Bandung, Semarang, Surabaya, Madura, Jakarta, dan Semarang, setiap kali akan memulai pemutaran film dokumenter “Tears of Gaza” (Tangisan-tangisan Gaza) di berbagai kota, tim Sahabat Al-Aqsha (SA) mengajak hadirin mengaminkan doa supaya Vibeke Løkkeberg dan kawan-kawan diberi Allah hidayah untuk masuk Islam. “Aaaamiiiiin,” gumam para hadirin.

Vibeke, perempuan berusia 67 tahun itu, datang ke Gaza yang remuk-redam akibat pengepungan dan serangan bahan-bahan peledak Zionis. Ia mengumpulkan rekaman-rekaman video yang dibuat warga Gaza sepanjang 22 hari serangan biadab Zionis tiga tahun silam. Kemudian ia merangkainya dengan wawancara-wawancaranya langsung dengan warga Gaza. Maka jadilah film dokumenter yang menyentuh hati dengan durasi 1 jam 21 menit.

Vibeke menambah panjang daftar mereka yang bukan Muslim tapi melakukan hal-hal penting untuk menolong rakyat Gaza yang sudah hampir lima tahun ini dikepung, diteror, diserang, dan diintai sepanjang 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.

Yang paling terkenal Rachel Corrie, gadis Amerika yang tewas digilas buldozer Zionis Israel yang sedang menghancurkan kebun warga Palestina. Setahun silam relawan asal Itali Vittorio Argoni yang telah bekerja sukarela selama tiga tahun di Gaza, tewas dibunuh para penculiknya.

Di operasi kemanusiaan laut terbesar Freedom Flotilla, akhir Mei 2010, lebih dari seratus orang bukan Muslim yang menyabung nyawa membela rakyat Gaza. Diantaranya Uskup Gereja Ortodoks bernama Illariona Cappuci, yang dipenjara dan dibuang keluar Palestina selama 22 tahun.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Ketika diwawancara oleh Sahabat Al-Aqsha pria berusia lebih dari 80 tahun itu mengaku ditangkap berkali-kali karena mengumpulkan uang dari jemaat gerejanya yang lalu disumbangkannya kepada para Mujahidin untuk membeli senjata.

Ada Ken O’Keefe, bekas anggota marinir Amerika yang membakar paspornya dan berganti kewarganegaraannya jadi Irlandia karena muak pada sikap negaranya yang membunuhi rakyat Iraq dan selalu membela Zionis.

Sarah Colborn, wanita Inggris yang membentak serdadu Zionis supaya dibolehkan membagikan air kepada ratusan relawan Mavi Marmara yang sedang diborgol dan dijemur di bawah terik matahari Laut Tengah, sesudah kapal itu dibajak dan dikuasai.

Apa yang mereka lakukan untuk Gaza dan Palestina, secara zhahir melebihi apa yang dilakukan banyak Muslimin di seluruh dunia. Tapi betapa sayangnya, berbagai amal baik itu kelak bernilai nol di Padang Mahsyar, jika mereka tak sempat mengucapkan Kalimat Syahadatain.

Di kapal itu ada yang lebih beruntung. Peter Vanner, pria berusia 63 tahun yang pernah menyetir sebuah truk trailer berisi berton-ton bantuan kemanusiaan, dari London ke Gaza. Sebelum menaiki kapal Mavi Marmara, ia mengucapkan syahadat,

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah.”

Semoga Vibeke Løkkeberg, Uskup Cappuci, Ken O’Keefe, Sarah Colborn dan lain-lain digerakkan hatinya untuk menerima hidayah Allah. Agar amal-amal mereka kelak menjadi penyelamat mereka di dunia dan Akhirat.*

Vibeke Løkkeberg (semoga Allah memberinya hidayah), sutradara film dokumenter Tears of Gaza yang selama bulan Januari 2012 dibawa keliling Sahabat Al-Aqsha untuk ditonton ribuan orang. (foto: filmklubb)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamMedia Islamold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Paus: Bahaya Besar Landa Imam Gereja
Tulisan selanjutnya Hacker Tembus Email Presiden Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?