Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penyelenggaraan Haji, Belajar pada Malaysia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Februari 2012 16:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Berbagai kalangan menyarankan agar Indonesia belajar kepada Malaysia dalam pengelolaan haji. Menurut mereka, pengelolaan haji di negeri jiran itu relatif lebih baik ketimbang Indonesia.

Dalam hal pemondokan misalnya, Malaysia bisa mendapatkan tempat dekat Masjidil Haram. Paling jauh hanya 1 kilometer. Sedangkan Indonesia tempat pemondokan justru menjadi salah satu titik lemah. Disamping jauh juga kondisinya kurang layak. Hampir tiap tahun persoalan pemondokan ini mencuat ke permukaan.

Malaysia mendapatkan pemondokan lebih baik karena mereka berani kontrak dalam jangka panjang. “Kami kontrak hotel selama 10 tahun bayar di muka,” kata salah seorang staf Tabung Haji yang tak mau disebutkan namanya kepada hidayatullah.com,  awal Februari lalu di kantornya, Kualalumpur.

Dari sisi biaya Malaysia juga lebih murah. Menurut staf Humas tersebut, tahun lalu ONH (Ongkos Naik Haji) Malaysia 14.360 RM (sekitar Rp 40 juta). Dari jumlah itu calon jamaah hanya membayar sekitar Rp 27 juta. Sisanya disubsidi oleh Tabung Haji. Bandingkan dengan ONH Indonesia sekitar Rp 30 juta.

Sudah biayanya lebih murah, Malaysia juga memberikan fasilitas manasik haji gratis selama 17 minggu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hanya saja daftar tunggu (waiting list) di Malaysia jauh lebih lama, 30 tahun. Sedangkan Indonesia masing-masing provinsi berbeda-beda. Paling lama, seperti Jawa Timur contohnya, sekitar 10 tahun.

Lamanya daftar tunggu di Malaysia bisa jadi karena kuota mereka yang sedikit. Hanya 28 ribu jamaah. Itu artinya hanya seperempat kuota Indonesia. Karena kuota yang lebih sedikit  itulah, Malaysia tak mau dibandingkan dengan Indonesia. “Ya kami kuotanya kecil, Indonesia besar. Repot ngurusnya,” kata staf tadi merendah.

Haji di negeri jiran ini diselenggarakan oleh Tabung Haji yang berkantor pusat di Jl Tun Razak, Kualalumpur. Kantor itu berdiri megah dengan 22 lantai.

Setiap calon jamaah boleh membuka tabungan haji dengan setoran awal minimal 2 RM. Hingga kini, masih menurut keterangan staf Humas Tabung Haji, dana yang terkumpul mencapai 10 juta dollar AS.

Beda dengan Indonesia, di mana dana setoran awal jamaah ditumpuk di bank. Di Malaysia dana tersebut diinvestasikan antara lain pada empat sektor: perkembunan kelapa sawit, perbankan, properti dan travel.

“Syarat investasinya harus sesuai dengan syariat Islam. Misalnya bank, tak boleh pakai bunga,” katanya. Keuntungan dari investasi inilah yang dipakai untuk mensubsidi biaya haji.*/Bambang S

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hajiislamMedia Islamold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lauching Majalah TPQ Mentari
Tulisan selanjutnya Pendeta Jones Kembali Bersensasi akan Bakar al-Quran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Berita
2 September 2026 20:16
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?