Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PII Mesir Lahirkan Kepemimpinan dan Kecendekiawanan

Akbar Muzakki
Terakhir diupdate:
Akbar Muzakki
Dipublikasikan 8 Maret 2012 08:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pelajar  Islam Indonesia (PII) Perwakilan Republik Arab-Mesir, saat ini tengah menyelenggarakan latihan kepemimpinan tingkat lanjut atau yang disebut Intermediate Leadership Training. Acara yang dimulai sejak Senin (05/03/2012) ini, bertempat di Baruga Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS).

Rangkaian acara “Intermediate Leadership Training” ini dibuka dengan acara talkshow yang menghadirkan Ketua Ikatan Jurnalis Mahasiswa Indonesia-Mesir (IJMA), Ihsan Zainuddin. Dalam talkshow yang bertema “membangkitkan tradisi menulis sebagai budaya intelektual” itu, Ihsan menegaskan pentingnya tradisi menulis.

“Stigma bahwa menulis itu susah dan menyusahkan sangatlah keliru. Menulis secara sederhana merupakan aktifitas menuangkan ide. Tetapi walaupun demikian, menulis pada hakikatnya adalah kerja kebudayaan bahkan peradaban. Tiada peradaban tanpa ilmu, dan tiada ilmu tanpa menulis, “ tegas Ihsan.

Dalam acara talkshow itu hadir pula Roisuddin sebagai perwakilan dari Perhimpinan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir.

Seperti dikutip PelitaOnline, Rabu (07/03/2012), Ketua PII Perwakilan Republik Arab-Mesir, Zamzami Saleh mengatakan bahwa tujuan latihan kepemimpinan ini  adalah melahirkan sosok pemimpin sebagai berikut: Pertama, yang mampu menyelesaikan permasalahan di sekitarnya sekaligus memahami pelbagai persoalan keumatan di tingkat nasional.  Kedua, mampu memahami dan melaksanakan nilai-nilai Islam. Ketiga, memiliki komitmen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Keempat, yang berkualitas dan mampu memberikan kontribusi kepada komunitas pelajar dan masyarakat Indonesia di Mesir dan di tanah air secara khusus dan di dunia secara umum.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kader-kader yang lahir dari pelatihan ini akan kita arahkan untuk lebih mendalami dan mengembangkan tradisi ilmu dan penelitian,” ujar mahasiswa yang mendalami ilmu di program studi Syari’ah di universitas al-Azhar itu.

Pelatihan yang diikuti oleh puluhan mahasiswa Indonesia dari berbagai daerah dan latar belakang ini akan berakhir pada Senin (12/03/2012) nanti.

Sejarah PII Republik Arab-Mesir

Kelahiran PII Republik Arab-Mesir diawali oleh kedatangan Hakam Naja (mantan Ketua Umum Pengurus Besar PII periode 1995-1998 dan saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI Fraksi PAN) ke Mesir pada tahun 1996.

Kedatangan Hakam Naja ke Mesir, selain melakukan ziarah kepada keluarganya yang sedang belajar di Mesir, juga karena melakukan lawatan beliau ke beberapa negara dalam kapasitasnya sebagai  financial Secretary di IIFSO (Islamic Federation of Students Organization) sebuah organisasi mahasiswa Islam internasional.

Pada awalnya, lontaran ide dari Hakam Naja nyaris kandas, karena kurang mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia di Kairo. Bahkan rapat perdana hay’ah ta’sîsiyah (perhimpunan pendiri) sempat terancam gagal, karena banyak yang menyatakan abstain dengan ide pendirian perwakilan PII di Mesir. Sikap abstain ini muncul sebagai akibat dari sikap pro-kontra terhadap rencana pendirian Perwakilan PII, baik dikalangan Alumni (Keluarga Besar PII), maupun dari kalangan masyarakat Indonesia di Kairo.

Mereka yang setuju dengan pendirian PII memandang bahwa visi dan misi PII tetap eksis dan istiqâmah di era Orde Baru. Sedangkan yang tidak setuju, beralasan khawatir kehadiran PII akan mengancam dan menyaingi keberadaan organisasi lain yang rata-rata duduk pada posisi strategis di berbagai organisasi di Kairo. Selain itu, alasan ketidaksetujuan mereka karena takut PII akan mempersempit peta gerakan organisasi mahasiswa di Mesir.

Alasan lainnya yang paling mendasar adalah karena PII, pada saat itu,  dalam Anggaran Dasarnya masih menolak asas tunggal Pancasila. Pada waktu itu reformasi belum bergulir dan eksistensi PII masih dipandang sebagai “anak nakal” di mata penguasa karena menantang UU No 8 tahun 1985.

Saat itu Pengurus Besar (PB) PII sedang melakukan registrasi ke Departemen Dalam Negeri sebagi proses legalisasi kelembagaan PII yang sempat dibekukan oleh pemerintah.

Akhirnya, berkat rahmat Allah dan kegigihan para hay’ah ta’sîsiyah serta Ketua Umum PB PII saat itu (Hakam Naja), dalam melobi pihak-pihak yang kurang setuju, lahirnya Perwakilan PII. Maka pada hari 1 Syawwal 1417 H diselenggarakan sebuah pertemuan dan saudara M. Acung Wahyudi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Perwakilan periode 1996-1998.

Para kader PII berusaha meyakinkan pihak-pihak yang kurang menerima kehadiran Perwakilan PII Mesir. Bahkan, Hakam Naja bersedia datang ke Mesir yang kedua kalinya untuk hal tersebut. Sebagai langkah awal dalam mensosialisasikan Perwakilan PII Republik Arab Mesir, maka pada tanggal 1 November 1997 digelar acara silaturrahmi dan temu kader PII yang bertema: “Pemberdayaan Kader PII menghadapi era globalisasi untuk memenangkan kompetisi antar bangsa” di rumah salah seorang home staff KBRI yang juga berperan sebagai Keluarga Besar PII, yaitu bapak MHK. Wiharja Atmaja.

Dan selanjutnya pada tanggal 1 November 1997 inilah Perwakilan PII Republik Arab Mesir secara resmi berdiri.

Sampai saat ini, Perwakilan PII Republik Arab Mesir sudah berusia 15 tahun dan keberadaannya di negeri Musa itu cukup diperhitungkan.*

Redaktur: Akbar Muzakki
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HidayatullahMedia Islamold migratepelajar islamPII
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Vatikan Korup, Kata Kelompok Peretas Anonymous
Tulisan selanjutnya Belajar Ihya Ulumuddin Tengah Malam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?