Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Polisi Minta Maaf Tidak Cegah Breivik

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Maret 2012 11:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Polisi Norwegia hari Kamis (15/03/2012) meminta maaf karena tidak bertindak lebih cepat untuk menghentikan aksi brutal yang dilakukan oleh Anders Behring Breivik pada Juli 2011 lalu.

Pembantaian 77 orang dalam satu hari di dua tempat berbeda tersebut merupakan kejahatan paling brutal di Norwegia sejak Perang Dunia II, sehingga sangat mengguncang 4,8 warganya.

“Atas nama polisi Norwegia saya ingin mengucapkan permintaan maaf, karena kami tidak berhasil menangkap penyerang itu lebih awal,” kata Direktur Kepolisian Oeystein Maeland dalam konferensi pers, lansir Reuters.

Anders Breivik, 33, telah mengakui bahwa dirinya adalah pelaku pemboman di pusat pemerintahan Norwegia di Oslo yang menewaskan delapan orang dan penembakan di Pulau Utoeya yang menewaskan 69 orang. Ia melakukan tindakan itu dengan alasan untuk menghukum para “pengkhianat” atas sikap ramah mereka terhadap para imigran asing.

Menurut polisi, kelambatan mereka dalam bertindak disebabkan oleh terhambatnya komunikasi dan perahu polisi yang dipenuhi oleh para petugas.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Polisi Khusus Oslo membutuhkan waktu sekitar satu jam dengan menggunakan mobil dan perahu untuk sampai di Pulau Utoeya, setelah tembakan pertama dilaporkan terjadi di sana.

Menurut kepala polisi distrik setempat di mana pembantaian itu terjadi, Sissel Hammer, polisi secara teori seharusnya bisa menghentikan serangan Breivik dalam waktu 16 menit pertama, jika mereka segera merespon laporan dengan sempurna.

Menurut koran setempat, Aftenposten, otoritas keamanan dalam negeri Norwegia, sebuah lembaga yang terpisah dengan polisi, dijadwalkan akan menyampaikan kritik terhadap lembaga mereka sendiri pada hari Jumat dan sepertinya akan mengakui kelemahan dalam pengumpulan dan menganalisa informasi.

Selain menerima laporan dari pihak polisi, komite parlemen dan komisi independen ditunjuk oleh pemerintah guna mengevaluasi repon polisi saat kasus itu terjadi.

Breivik akan mulai disidang pada 16 April mendatang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Saya adalah Hamba Rabb Pengabul Doa Orang Terjepit”
Tulisan selanjutnya Polisi Siapkan 100 “Da’i Dadakan” Antisipasi Kenaikan Harga BBM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam

Berita
21 Juli 2026 14:37
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon

Terbaru

  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?