Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Otoritas China Sangat Tegas Berantas Gereja Rumahan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Mei 2012 09:31
Bagikan
Sebuah kebaktian di sebuah rumah di China/urbanchristiannews
Bagikan

Hidayatullah.com–Pihak berwenang China di provinsi barat daya Sichuan memberikan peringatan kepada pemimpin gereja untuk menghentikan kegiatan gerejanya yang berbasis keluarga atau di rumah-rumah.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk otoritas China untuk menghentikan gereja yang tidak resmi atau yang biasa disebut gereja rumah.

“Pihak berwenang telah meminta kami untuk mengakhiri kegiatan keluarga kami (jemaat gereja), mereka menyebut pertemuan kami ilegal,” kata Pastor Li, pemimpin gereja rumah dengan 1.500 anggota yang berbasis di kota Qili, Langzhong Sichuan, seperti dikutip laman Kristen, jawaban.com.

Menurut Li, pemberitahuan dari pemerintah itu dikirim ke rumah salah seorang jemaat bukan ke tempat pertemuan mereka.

“Doa Pertemuan kami hari itu memiliki sekitar 20 orang percaya,” kata Li, menambahkan bahwa karena ukuran besar jemaatnya, gereja pertemuan diadakan dalam kelompok kecil di desa-desa daerah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemerintah China akhir-akhir ini makin tegas menghentikan kegiatan gereja-gereja rumah yang diperkirakan beranggotakan 40 juta jiwa ini dan memerintah jemaat untuk bergabung dengan gereja resmi. Ini adalah upaya pemerintah untuk tetap mengontrol kegiatan gereja.

Setiap negara memiliki kebijakannya tersendiri untuk mengontrol masyarakatnya.  China termasuk ketat mengontrol peribadatan, termasuk keyakinan Kristen.

Mirip di Indonesia

Agaknya kejadian di China mirip di Indonesia. Menteri Agama Suryadharma Ali dikutip VIVANews bahkan pernah membantah Peraturan Bersama Dua Menteri (PBM) mengenai rumah ibadah diskriminatif.  Faktanya, menurut Suryadharma,  data pertambahan masjid di Indonesia justru lebih rendah persentasenya dibanding gereja.

“Data pembangunan rumah ibadah dari tahun 1977 sampai dengan 2004, pembangunan yang paling rendah itu masjid,” kata Suryadharma. “Dari 392.044 menjadi 643.834 buah. Kenaikannya hanya 64,22 persen,” katanya di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 21 September 2010.

Sementara pertambahan Gereja Kristen, kata Suryadharma, dari 18.977 buah menjadi 43.909 buah atau naik 131,38 persen. Gereja Katolik dari 4.934 menjadi 12.473, naik 152,8 persen. Pura Hindu dari 4.247 menjadi 24.431 atau naik 475,25 persen. Wihara Buddha dari 1.523 menjadi 7.129, naik 368,09 persen.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yang Harus Diberdayakan Bukan Perempuan, Tapi Laki-Laki
Tulisan selanjutnya Penjual Dasi Jadi Target Polisi Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?